Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
part 10


__ADS_3

"Bundaaa,," teriak Myli yang ternyata berada di rumah tuan Zian.


Myli langsung berlari menuju Ika yang masih harus menggunakan kursi roda.


"Sayang kamu ada disini?" Alea terkejut melihat anaknya ada di rumah itu.


"Iya mom, tadi kakek Zian yang telfon opa. Jadi kita semua bikin kejutan buat bunda." Terang Myli.


"Anak pintar." Alea mengusap rambut Myli.


"Bunda, ayo kesana! Semuanya sudah menunggu disana." Ajak Myli. Menunjuk ke arah ruang keluarga.


"Ayo." Jawab Ika dengan semangat.


Aril tersenyum melihat Ika yang kembali bersemangat setelah bertemu dengan Myli.


Ternyata semuanya berkumpul disini. Tuan Zian dan istrinya yang tentu saja ada karena ini rumahnya. Orang tua Alea dan Deni, orang tua Aril dan yang terakhir Deni yang sedang menggendong Bima. Semua datang untuk menyambut kepulangan Ika.


Ruang keluarga dihias dengan ramai, ada balon ada pita kertas warna warni. Dekorasi bunga yang juga terlihat indah. Tak lupa tulisan yang tertempel di dinding. WELCOME HOME


Ika sangat senang dengan kejutan ini. Myli tampak menceritakan bagiannya dalam membantu menyiapkan acara ini.


Alea langsung menghampiri Deni.


"Uhh, anak mommy. Lengket banget sih sama daddynya." Ucap Alea sambil menguyel uyel pipi Bima.

__ADS_1


"Bee, katanya sibuk?" Alea cemberut. Karena merasa dia sendiri tak bisa ikut andil menyiapkan kejutan untuk Ika.


"Tadinya emang iya. Tapi waktu dikabari Aril kalau Ika mau pulang aku tak mau ketinggalan dong. Aku juga ingin ikut menyambutnya."


"Iya sih. Oh iya bee, Ika minta kita buat beberapa hari menginap disini. Aku sih setuju, kasihan dia, pasti waktu dirumah sakit dia merasa kesepian. Dan lagipula kalau kita menginap disini, kekosongan hatinya bisa diisi oleh Myli. Lihatlah, Myli sangat pandai membuat Ika tertawa." Alea menunjuk ke arah Ika dan Myli yang asik mengobrol.


"Iya, aku juga setuju. Kapan?" Deni langsung setuju.


"Emm, bagaimana kalau kita besok saja. Malam ini biar Myli saja yang tidur disini dulu. Aku belum menyiapkan keperluan Bima soalnya."


"Iya boleh deh. Nanti aku ijin ke semuanya." Jawab Deni.


Sore itu, menjadi sangat ramai. Para orang tua melihat tingkah polah Myli dan Bima. Bima sering menangis karena merasa kesal dengan Myli yang terus mengejarnya kemanapun dia merangkak.


Sedang Myli sangat susah dilarang juga. Dia sangat menyayangi adiknya. Myli merasa takut jika adiknya itu jatuh. Jadi dia selalu mengikuti kemanapun Bima merangkak, dan berusaha membantu jika Bima ingin mengambil sesuatu. Sedang Bima merasa terganggu dengan semua itu. Jadi setiap Myli mendekatinya dia akan langsung teriak atau menangis.


Sesekali Alea memastikan jika putrinya tidak merepotkan Ika, sembari dia mengasuh Bima.


"Tante Salsa, sedang apa?" Alea melihat mamanya Ika sibuk di dapur.


"Eh, kalian. Ini tante buatkan cemilan buat anak anak. Salad buah untuk Myli, lalu puding untuk Bima."


"Wah oma Salsa tahu aja kalau aku lapar." Suara Alea menirukan suara anak kecil sambil mengelus perut Bima.


Bima tertawa karena kegelian, membuat Mama Ika terkekeh.

__ADS_1


"Iya, sebentar iya. Puding kamu sebentar lagi dingin. Nanti di makan ya, ambil sendiri di kulkas. Oma mau nganterin ini dulu ke kakakmu." Ucap Tante Salsa mengusap pipi Bima, lalu membawa dua mangkuk salad buah mengarah ke ruang keluarga. Tempat dimana Ika dan Myli berada.


"Terima kasih oma." Jawab Alea masih menirukan suara anak kecil sambil menggerakkan tangan Bima.


Alea yang merasa perutnya sedikit lapar, mencari sesuatu yang bisa mengganjal perutnya di dalam kulkas. Masih sambil mengendong Bima, Alea meraih roti tawar dan buah. Kemudian duduk di kursi tak jauh dari dapur.


Alea melepaskan Bima di lantai, membiarkannya bebas bergerak. Sambil terus mengamati anaknya, Alea memakan roti juga buah yang tadi diambilnya. Semenjak menyusui, memang ***** makan Alea bertambah. Mungkin karena memang Bima mendapatkan makanannya hanya dari ASI Alea, makanya dia juga cepat lapar apalagi sesudah menyusui.


Ponsel Alea berdering, rupanya sang suami yang menelfon.


"Halo mas," jawab Alea.


"Halo honey, kamu sedang apa?"


"Lagi ngemil bee. Biasa. He he." Alea terkekeh sendiri.


"Ada apa? Aku taruh Bima di kursinya dulu iya, biar aman kalau di tinggal ngobrol." Lanjut Alea. Karena biasanya jika keduanya ngobrol lama maka Bima akan diletakan di kursi yang ada sabuk pengamannya jadi tak khawatir akan hilang dari pandangan Alea atau terjatuh.


"Eh nggak usah biarin aja. Lagian aku cuma bentar kok. Bima nggak rewel kan?" Tanya Deni yang takut jika Bima tak betah berada di rumah itu.


"Nggak kok bee, betah banget kayaknya. Dimanjain sih sama tante Salsa."


"Oh iya, kamu juga jangan sungkan sama mama. Kalau kamu lapar ya makan saja. Mama nggak akan marah kok kalau kamu habisin persediaan makanan di kulkas."


"Ya ampun bee, kejam. Emang perut aku karung apa sampai habis tu isi kulkas." Tukas Alea.

__ADS_1


"Ha ha, bercanda hon. Sudah ya aku kerja lagi. Love you."


"Love you too." Jawab Alea mengakhiri telfon mereka.


__ADS_2