
Menurut informasi ternuata di Jepang sedang musim dingin. Jadi Alea, mamanya dan mama mertuanya memutuskan untuk membeli beberapa baju hangat.
Mereka mendatangi sebuah mall, dan memasuki salah satu toko pakaian yang bermerk terkenal. Mama Deni segera memilihkan baju untuk Alea pakai dan juga dia berbelanja untuk dirinya sendiri. Sedangkan mama Alea tengah memilih baju hangat yang pantas untuk Deni. Dan saat mereka berdua asik memilih, tak sengaja melihat belanjaan yang ada ditangan satu sama lain. Mereka sontak tertawa senang karena yang mereka ingat adalah menantu mereka bukan anak mereka sendiri. Itu tandanya mereka adalah mertua yang baik.
Alea yang melihat dari kejauhan kebersamaan mama mamanya ikut bahagia. Karena melihat dirinya sudah dipilihkan banyam baju oleh mamanya Deni, Alea tidak ingin memilih baju lagi. Tapi pandangannya tertuju pada sebuah sweater dan coat yang sudah dibayangkan akan pas ditubuh suaminya. Alea pun mengambil baju itu.
"Alea sayang, kamu kok nggak pilih baju buat kamu?" tanya mamanya Deni.
"Sudah ma, yang mama pilihkan itu sudah banyak, dan itu sudah lebih dari cukup." jawab Alea.
"Ya sudah, ayo ke kasir dulu." Mama Deni sudah mendahului ke kasir.
Dihitunglah oleh kasir semua belanjaanyang dibawa ketiganya. Semua yang membayar adalah mamanya Deni. Setelah itu mereka memutuskan untuk mencari cemilan dan akan jalan jalan dulu sebelum pulang.
"Ma, kalian tunggu disini dulu ya. Alea mau ke toko itu sebentar." ijin Alea.
"Iya sayang, hati hati ya." jawab mamanya.
"Iya ma." Alea menuju toko yang ditunjuk tadi.
__ADS_1
Alea melihat beberapa pernak pernik. Entah mengapa dia ingin membeli benda yang kini ada ditangannya. Sejak melihatnya saat melewati toko ini tadi pandangan Alea llangsung tertuju pada benda ini. Alea kemudian membawanya ke kasir dan membeli benda itu.
Setelahnya Alea kembali ke tempat mamanya. Di meja sudah ada minuman rasa capucinno kesukaan Alea. Saat Alea hendak meminumnya. Tiba tiba saja perut Alea bergejolak mencium bau minuman itu. Alea pun menutup mulutnya dan berlari ke toilet. Mama Deni yang khawatir segera menyusul begitupun denganmama Alea. Setelah memastikan seorang pengawal yang memang selalu mengikuti mereka kemanapun mereka pergi tanpa mereka perintah datang mendekat dan menjaga barang barang nyonyanya.
"Kamu kenapa sayang? Apa kamu sakit? Kok tiba tiba muntah sih." tanya mama Deni yang masih terlihat khawatir.
Setelah cukup banyak isi perut Alea yang Alea keluarkan, Alea sedikit merasa lega padda perutnya.
"Nggak tahu ma, tiba tiba saja mual. Mungkin masuk angin ma. Kita pulang saja ya ma." pinta Alea sambil membersihkan mulutnya.
"Ya sudah ayo kita pulang." jawab mama Alea.
"Tidak perlu khawatir. Kita pulang." ucap mama Alea pada para pengawal. Para pengawal tersenyum lega. Dan bergegas mengikuti nyonyanya untuk pulang dan membawakan barang barang belanjaan tadi.
Mobil sudah menunggu di depan pintu mall. Ketiganya langsung masuk dan sopir langsung menjalankan mobilnya menuju kediaman Wijaya.
"Sayang kamu yakin nggak mau ke dokter?" tanya mama ke Alea.
"Tidak peelu ma. Paling cuma masuk angin atau kecapekan. Nanti istirahat bentar juga baikan kok." jawab Alea mencoba menenangkan mamanya yang masih mencemaskan keadaan dirinya.
__ADS_1
"Kamu harus jaga kesehatan kamu Al. Emang kamu mau kalau nanti kamu sakit terus honeymoonnya batal." goda mama Deni.
"Iya ma. Alea baik baik saja kok mama tenang saja." jawab Alea sambil senyum.
Alea merasa senang dimanjakan kedua mamanya saat bersama seperti ini. Karena merasa nyaman dengan belaian mama dikepalanya Alea pun tertidur. Dan ketika bangun tahu tahu Alea sudah berada di dalam kamarnya. Dia merasakan sesak di perutnya dan ternyata ada sebuah tangan yang memeluk erat di pingganngnya. Alea melihat ke samping, terlihatlah wajah suaminya yang terlihat sangat manis dan bertambah tampan dari biasanya. Dilihatnya jam sudah menunjuk pukuk lima sore, itu berarti dirinya sudah lama tertidur.
Dibelainya rahang suaminya, kemudian bibirnya. Terus turun ke leher. Dan jemarinya terus menyusuri dada Deni, berputar putar disana. Deni menggeliat pelan dan mengerjabkan matanya.
"Kamu sudah bangun honey. Apa ada yang sakit? Aku tadi sangat mengkhawatirkan kamu. Lain kali aku tak akan membiarkan kamu pergi tanpa aku. Kamu tadi makan apa sih sampai muntah muntah seperti itu. Kalau kamu sakit bicaralah, jangan karena yang mengajak mamaku jadi kamu tidak enak untuk menolak. Aku tuh sayang sama kamu. Aku nggak mau terjadi hal buruk apapun.." ucapan Deni terhenti tatkala jari Alea mendarat di mulut Deni.
"Bee, kamu bisa diam tidak. Kamu tuh bikin aku pusing dengarnya." ucap Alea yang tak sadar jika perkataannya malah membuat yang mendengar malah jadi panik.
"Kamu pusing honey, aku terlfon dokter dulu ya. Aku akan ambilkan obat sebentar." Deni hendak turun dari ranjang namun ditahan oleh Alea.
"Aku ambil obat dulu honey. Biar pusing kamu cepat sembuh." ucap Deni berusaha duduk.
"Bee, aku nggak jadi pusing. Aku maunya kamu tetap disini. Temani aku, aku ingin dipeluk. Ayo tidur lagi." Deni mengikuti Alea untuk berbaring lagi.
"Honey.." Deni yang masih khawatir.
__ADS_1
"Bee, diam. Atau kamu mau aku marah." ucap Alea sedikit kesal. Deni tak berkutik. Dia pasarah dipeluk erat oleh istrinya. Bingung juga, tadi sakit kenapa sekarang malah maunya tidur pelukan. Tidak biasanya Alea manja. Alea semakin mengeratkan pelukannya dan tak lama ia kembali tidur, Deni juga ikut tidur.