
Sesampainya di depan ruang rawat Aril, tuan Rezwan dan istrinya langsung masuk ke dalam.
"Aril." panggil mama Keyla.
"Tante, om."
Tuan Rezwan dan istrinya mendekat.
"Bagaimana keadaan kamu?"
"Sedikit lebih baik. Maafkan saya om tante, saya gagal menjaga Keyla." ucap Aril dengan menunduk tak berani menatap keduanya.
"Jadi kamu sudah tahu tentang Keyla?" tanya istri tuan Rezwan.
"Sudah tante, sewaktu masih di UGD. Sesaat sebelum saya kehilangan kesadaran karena dibius dokter. Saya mendengar dokter menyatakan kematian Keyla. Maafkan saya tante, saya tidak bisa menjaga Keyla dengan baik. Bahkan dia malah mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan saya." ucap Aril dwngan tersedu.
"Semua sudah terjadi, pasti Keyla sangat menyayangimu hingga dia berbuat itu. Jadi kamu harus kuat. Om dan tante sudah mengikhlaskannya. Kamu juga harus ikhlas. Jangan menyianyiakan waktu untuk menyesal yang tidak berguna. Istirahatlah, pemakaman akan dilakukan besok. Kami akan pulang sekarang." ucap tuan Rezwan.
"Terima kasih om tante."
"Jaga dirimu, sebentar lagi ayah dan bundamu pasti datang."
"Iya om." jawab Aril.
Tuan Rezwan dan istrinya meninggalkan Aril.
Aril kembali mengingat masa masa indah bersam Keyla.
"Ya Allah, kenapa nasib percintaanku selalu tidak beruntung. Aku selalu kehilangan cintaku. Miris sekali hidupku selalu ditinggalkan." ucap Aril sembari menutup matanya. Tak terasa air mata meluncur begitu saja dari sudut matanya.
Aril tersentak ketika ada seseorang yang memegang tangannya. Aril langsung membuka matanya.
"Alea." ucap Aril terkejut.
"Ril, aku minta maaf, hiks ..hiks.."
__ADS_1
"Hey kanapa nangis?"
"Semua karena aku kan Ril. Coba aku tidak diculik pasti Keyla masih hidup sekarang. Dia sahabatku, tapi aku membuatnya terbunuh. Maaf Ril, aku minta maaf. hiks hiks.." Alea tak bisa berhenti menangis karena terus saja merasa bersalah.
"ssttt. sudah jangan nangis lagi. Kasihan babynya. Sudah jangan bahas lagi. Kita sama sama merasa kehilangan. Akupun merasa bersalah karena aku tak bisa menjaganya dengan baik. Malah dia yang mengobankan dirinya tertusuk pisau." kata Aril sedih.
"Bagaimana keadaan Deni?"
"Dia masih kritis, hiks hiks.."
"Heey, sudah jangan menangis lagi. Kasihan babynya Al. Deni akan sedih jika kamu terus menangis seperti ini."
Alea menghapus air matanya. Dengan masih sesenggukan.
"Baiklah, istirahatlah. Apa besok kamu akan hadir ke pemakaman?"
"Entahlah apa aku sanggup? Al, boleh aku minta tolong?"
"Apa?"
"Antarkan aku ke ruang jenazah, aku ingin melihat wajah Keyla untuk yang terakhir kali."
Kemudian masuklah dua orang pria berpakaian serba hitam dengan membawa dua kursi roda.
"Antar kami ke ruang jenazah." ucap Alea pada mereka.
"Baik nona."
Alea kemudian duduk kembali ke kursi rodanya. Sedang Aril, dibantu oleh dua bodyguard Alea untuk berpindah ke kursi roda.
Keduanya dibantu oleh dua bodyguard Alea menuju ruang jenazah.
Aril mendekat ke jenazah yang memang hanya satu dan dapat di pastikan itu adalah Keyla.
Aril menyibakan kain penutup tubuh Keyla, hingga nampak wajah pucat Keyla. Alea kembali menangis, melihat raga sahabatnya yang sudah terbujuk kaku.
__ADS_1
Alea kembali merutuki dirinya sendiri dalam hati. Aril meraba wajah Keyla, dia kembali meneteskan air mata. Aril kemudian memegang jemari tangan Keyla, Aril mengeluarkan kotak cincin dari sakunya.
"Key, aku membelikan ini dengan gaji pertamaku. Aku ingin melamarmu. Tapi takdir telah memisahkan kita untuk selamanya. Maaf saat terakhirmu aku tak membalas ungkapan cintamu, karena aku ingin kamu terus berada disampingku. Maaf aku tak bisa menjagamu dengan baik. Allah sepertinya marah padaku, saat dulu kamu sangat mencintaiku tapi aku mencintai wanita lain. Dan saat aku sudah mencintaimu, Allah malah memanggilmu untuk selamanya. Aku mencintaimu Key. Aku mencintaimu." ucap Aril masih menangis tak mampu menahan kesedihannya yang mendalam. Aril kemudian menghapus air matanya. Dipasangkannya cincin itu di jari manis Keyla.
"Pakailah ini, untuk selamanya. Karena ini memang untukmu. Aku mencintaimu." Aril mengecup tangan Keyla. Kemudian meminta untuk diantar kembali ke ruang rawatnya.
Alea berganti yang mendekat ke jenazah Keyla.
"Key, terima kasih sudah menjadi sahabat terbaik aku. Aku tak tahu jika kamu tidak datang menyelamatkan aku bersama Aril. Terima kasih, berkat dirimu aku selamat. Selamat tinggal, maaf aku tak bisa mengantarmu ke tempat pembaringan terakhirmu. Aku tak akan tenag jika suamiku masih kritis. aku nggak bisa jauh darinya."
"Maaf Key, disaat kamu sudah pergi pun aku tak bisa berhenti bercerita seperti ini. Setelah ini siapa yang akan menemaniku bercerita? Aku sedih kau tahu. Aku sudah menganggapmu seperti adikku. Aku berjanji akan membuat papa dan mamamu tidak pernah merasa kehilangan putrinya. Aku akan menjadi putri untuk mereka. Hanya itu yang bisa aku berikan padamu. Selamat tinggal Key. Semoga Allah melapangkan jalanmu menuju surgaNya."
Alea kemudian menutup kembali kain penutup tubuh Keyla. Bodyguard lalu mendorong kursi roda Alea menuju ruang ICU. Alea ingin menemani suaminya.
"Bee, kapan kamu bangun? Apa kamu tidak rindu dengan anak kita?" Alea mencoba mengajak bicara suaminya. Kemudian meraih tangan Deni untuk diletakan di perut buncitnya.
"Coba kamu rasakan bee, dedek bayi merindukan daddynya. Kamu pegang seperti ini saja dia langsung bergerak gerak. Ayo kamu harus berjuang demi anak kita bee. Aku mencintaimu."
Namun yang terjadi malah, alat hemodinamik itu menunjukan kalau detak jantung Deni meningkat dan itu pertanda tidak baik.
Alea dengan cepat menekan tombol darurat yang ada disamping ranjang Deni.
Dokter segera berdatangan, Alea disuruh untuk keluar sebentar sementara para dokter menangani Deni.
Alea menangis tersedu di luar ruangan ICU.
"Kamu harus berjuang bee, kamu harus bertahan. Aku nggak mau kehilangan kamu. Aku nggak akan bisa hidup tanpa kamu. Aku mohon kamu bertahan bee. Aku mohon."
☘️☘️☘️☘️
apakah Deni bisa selamat?? atau kisah Deni dan Alea akan berakhir disini.??
Mau tahu kelanjutannya..
Kuy baca episode selanjutnya...
__ADS_1
love you readers setiaku..
😊😊😘😘😘😉😉🤗🤗