
Di rumah sakit, Deni langsung mendaftarkan Alea ke dokter kandungan. Kebetulan antrian tidak begitu panjang, jadi Alea dan Deni bisa segera menuju ke ruangan periksa kandungan.
Tak berapa lama, seorang suster memanggil nama Alea. Alea dan Deni kemudian masuk ke ruangan periksa.
Alea langsung dipersilahkan untuk berbaring di ranjang periksa.
Setelah perut Alea diperiksa oleh dokter kandungan. Alea dan Deni duduk di depan dokter itu.
Sang dokter menjelaskan tentang kondisi Alea dan bayinya yang sehat. Usianya sudah menginjak 6 minggu. Dokter juga memperingatkan agar Alea tidak boleh kelelahan di awal kehamilannya ini. Mengingat juga ini adalah kehamilan pertama Alea juga usianya yang masih muda.
Setelah menerima resep obat, Alea dan Deni berterima kasih dan pergi.
"Al, aku bahagia sekali kamu hamil. Aku jadi ingat waktu kamu manja waktu itu. Pasti itu kemauan anak kita yang ingin dimanja oeh daddynya." ucap Deni dengan bahagia.
"Mungkin bee, aku juga sangat bahagia."
Alea terus bergelayut manja pada lengan Deni.
"Bee, nanti kita jadikan ke rumah Keyla?" tanya Alea saat menunggu antrian untuk mengambil obatnya.
"Iya jadi, kan kamu juga sehat. Dan mumpung ini cuacanya juga sedang bagus." jawab Deni dengan senyum bahagia yang tidak pudar sedari tadi.
"Ah baiklah, aku akan beri tahu dia." jawab Alea kemudian mengambil ponselnya dari dalam tas.
"Key, ada waktu kah? Aku ingin mampir." isi pesan Alea yang dikirim untuk Keyla.
Ting.. bunyi pesan masuk di ponsel Alea.
"Tentu, sekarang aku sedang ada di rumah. aku share location saja ya. Agar mudah mencari rumahku." balasan dari Keyla.
"Bee, Keyla bisa. Ini sudah share location dia." ucap Alea menunjukan ponselnya.
"Oke, kita berangkat sekarang." Deni kemudian mengambil obat untuk Alea.
Keduanya meninggalkan rumah sakit, dan menuju rumah Keyla sesuai dengan lokasi yang diberikan Keyla.
Tiga puluh menit perjalanan, Deni menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah. Ternyata Keyla sudah menunggu di depan rumah.
"Ya Allah Key, ini kan musim dingin. Kenapa nungguin kita diluar?" Alea khawatir dengan Keyla.
"Tidak apa apa. Aku sudah terbiasa dengan udara dingin disini. Ayo masuk." ajak Keyla menggandeng Alea masuk ke rumahnya.
"Selamat datang di rumahku." ucap Keyla.
"Ayo duduk aku akan buatkan teh hangat untuk kalian." titah Keyla, kemudian meninggalkan Deni dan Alea di ruang tamu.
"Sayang, kamu letakkan dimana jaketku?" teriak Aril yang keluar dari sebuah ruangan yang kemungkinan adalah kamar Keyla.
Tampak oleh Deni dan Alea, Alea bahkan berpikiran yang tidak tidak tentang Aril dan Keyla.
"Bee, apa mereka sudah...?" tanya Alea dengan suara pelan yang hanya bisa didengar suaminya.
__ADS_1
"Mungkin." jawab Deni santai. Tanpa tahu akibat jawaban dia bisa berakibat buruk.
Alea dengan sedikit emosi mendekati Aril yang berdiri membelakangi dia hingga tak tahu kedatangannya. Alea langsung menjewer telinga Aril dengan sangat kuat.
"Aww..awww..aww sakit, siapa sih?" Aril kemudian membalik badannya. Terkejutnya dia yang di depannya adalah Alea.
"Al kenapa di jewer aku?" tanya Aril sambil mengusap telinganya yang terasa panas.
"Tadi malam aku nasehatin apa ke kamu. Ternyata kalian malah sudah tidur bersama." tegur Alea dengan sangat kesal.
Aril sungguh terkejut dengan tuduhan yang ditujukan pada dirinya.
"Mana ada Al, aku baru datang." elak Aril. Namun Alea tak terima alasan Aril, Alea kembali memukuli Aril dengan tas selempangnya. Aril terus mengaduh sakit jika mengenai tubuhnya.
Deni yang merasa istrinya sudah keterlaluan langsung mencoba menenangkan Alea.
"Honey, sudah. Ingat ini?" Deni mengelus perut Alea. Alea langsung tersadar dan berhenti memukuli Aril.
Alea mengatur nafasnya, untuk menurunkan emosinya. Keyla yang tadi juga mendengar keributan segera menghampiri.
"Ada apa Al? Aku dengar kamu marah marah." tanya Keyla saat sudah ada di samping Alea.
"Sayang, masa Alea menuduh kita tidur bersama. Apa alasannya coba. Aku juga baru datang." keluh Aril pada kekasihnya.
"Al, Aril baru datang kok."
"Terus ngapain dia ada di kamar kamu?" tanya Alea.
"Tadi aku jatuh Al, mantel aku kotor. Dan tadi kamu sudah mau sampai sini, jadi aku mencari jaketku sendiri yang biasa dipakai oleh Keyla." jawab Aril.
"Benar Al, memang begitu ceritanya." Keyla membetulkan jawaban Aril.
"Ya sudah, ayo duduk honey. Nanti kamu capek." ajak Deni.
"Iya ayo duduk, aku sudah siapkan teh dan camilan untuk kalian." Keyla menyuruh Alea dan Deni kembali ke ruang tamu.
"Sayang, aku ikut mereka. Carikan jaketku, aku kedinginan nih." sahut Aril.
"Iya sayang, sebentar." Keyla kemudian masuk kamar dan mencari jaket Aril.
Setelah semua berkumpul di ruang tamu, mereka mengobrol tentang kehidupan mereka masing masing. Bahkan Alea dan Deni juga membagi kebahagiaan mereka, dengan menceritakan tentang kehamilan Alea.
"Selamat ya Al, semoga selalu sehat hingga waktunya melahirkan." ucap Keyla ikut bahagia.
"Iya terima kasih." jawab Alea.
"Honey, sudah sore nih. Kita kembali ke hotel ya. Takut cuaca memburuk kalau malam." ajak Deni.
"Iya bee." jawab Alea. Kemudian segera pamit ke Keyla dan Aril.
"Key, Ril kita pamit dulu ya." ucap Alea.
__ADS_1
"Ya sudah, kalian hati hati di jalan. Jalanan sedang agak licin karena salju." jawab Aril.
"Iya, kamu hati hati ya. Jaga selalu kandungan kamu." sahut Keyla.
"Iya pasti, kami pergi ya." ucap Alea.
"Kami pergi dulu." giliran Deni yang pamit.
Deni dan Alea pergi meninggalkan rumah Keyla. Deni melajukan mobilnya perlahan membelah jalanan yang memang benar agak licin karena salju.
"Sayang, ayo masuk disini dingin." Aril memeluk Keyla dari belakang setelah melihat mobil Deni sudah menjauh.
"Iya." jawab Keyla singkat kemudian mengikuti Aril untuk masuk ke dalam rumah.
"Sayang aku rindu kamu." ucap Aril ketika sudah duduk lagi di ruang tamu. Keyla hanya tersenyum menanggapi Aril.
Aril mendekati Keyla, dari tadi siang dirinya menahan untuk tidak mencium Keyla karena ada Alea. Pasti akan protes jika melihatnya mencium Keyla.
Sedangkan sekarang si pengganggu sudah pulang jadi Aril bisa leluasa bermesraan dengan Keyla.
Aril mencium Keyla, awalnya dengan lembut dan Keyla juga menerima dan membalas. Tangan Aril menahan tengkuk Keyla, agar ciumannya tak terlepas sedang tangan satunya tak berhenti mengusap punggung Keyla.
Aril terbawa suasana, karena cuaca yang dingin menusuk membuatnya untuk mencari kehangatan yang lebih. Aril mendorong tubuh Keyla perlahan hingga terbaring di sofa. Aril masih tak melepas ciumannya. Namun tangannya sudah beralih fungsi. Tangannya mencoba menyelusup ke balik baju Keyla.
Terus mengusap perut Keyla. Keyla merasakan panas ditubuhnya karena gairah akibat sentuhan Aril yang nikmat baginya.
Tak tinggal diam, melihat Keyla juga menikmati. Tangan Aril mencoba membuka mantel Keyla dan kancing baju Keyla. Saat sudah berhasil, Aril tak menyia nyiakan waktunya.
Kini bibirnya sudah turun menyusuri leher Keyla. Bibir Aril tak berhenti mencecap, hingga meninggalkan beberapa kiss mark. Apalagi melihat keindahan tubuh atas Keyla semakin Aril tak bisa membendung gairahnya.
Desahan desahan Keyla memenuhi ruang tamu itu. Keyla semakin dibuat tak berdaya, ini yang pertama baginya. Aril terus memainkan tangan dan bibirnya di tubuh bagian atas Keyla.
Kenikmatan yang mereka rasakan harus terganggu dengan suara dering ponsel Keyla. Keyla pun tersadar dengan perbuatan mereka yang sudah kelewat batas.
"Ril, stop." ucap Keyla parau karena masih terselimuti gairah akibat sentuhan Aril.
"Kenapa? Kamu tidak suka?" tanya Aril dengan mata yang sayu menatap Keyla.
"Itu ponselku bunyi. Aku lihat dulu siapa yang telfon." jawab Keyla tak ingin membuat Aril kecewa. Karena dirinya pun menikmati segala perlakuan Aril tadi.
Aril kemudian membenahi baju Keyla, dan membiarkan Keyla mengangkat telfonnya karena itu dari papanya.
Aril mengesah kasar, ingat dengan perkataan Alea.
"Benar kamu Al, kalau kami sudah sah suami istri pasti tak akan perbuatanku ini salah. Aku akan berusaha mengontrol diriku lebih kuat lagi. Aku tak ingin merusak orang yang aku cintai. Terima kasih Alea sudah mengingatkanku." ucap Aril dalam hati, menyesali perbuatannya sendiri yang sudah kelewat batas.
☘️☘️☘️☘️
terima kasih sudah membaca ceritaku..
tinggalkan jejak kalian ya..like komen vote juga boleh.
__ADS_1
baca saja...jangan sungkan..😁😁
love you readers setiaku...😊😊😊🤗🤗🤗🤗