Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Demi Cinta


__ADS_3

Aril tak menghiraukan sosok wanita yang belum kelihatan itu, dia berusaha untuk mengangkat tubuh Keyla yang sudah tak berdaya.


Aril sungguh takut akan kehilangan Keyla bila tak secepatnya diberi pertolongan. Luka tusukan di perut Keyla terus saja mengeluarkan darah.


Aril berusaha melangkah walau badannya sudah terasa remuk semua. Namun langkahnya kembali terhenti saat, suara tembakan yang memekakan telinga terdengar.


Aril ambruk, kakinya terasa panas. Dirinya tak mampu lagi bangkit.


"Key, kamu harus bertahan. Aku akan segera melamarmu. Jadi aku mohon bertahanlah Key." Aril sampai menangis mengucapkan itu.


"Rasakan itu, salah sendiri kau datang ikut campur. Dan seenaknya mau pergi dari sini. Ha ha ha.." suara wanita itu terdengar tak asing di telinga Deni dan Alea.


Alea semakin mempererat pegangannya pada Deni. Wanita itu melangkah menampakan dirinya. Dan terlihatlah wajah yang sangat dikenalnya.


"Diana." seru Deni dan Alea bersama.


"Iya ini aku. Tidak perlu kaget seperti itu melihatku. Bukankah kita teman lama." ucap Diana dengan santainya.


"Mengapa kamu melakukan semua ini Di? Ku pikir kamu sudah berubah setelah setahun lebih kamu tak berulah." ucap Alea tak percaya.


"Kamu pikir aku akan semudah itu melepaskanmu. Ku beritahu setahun terakhir ini aku menjadi wanita seorang penjahat. Agar aku punya kekuatan untuk melenyapkanmu. Ternyata penyelamatmu banyak juga sampai aku belum berhasil juga menyelakaimu. Tapi kali ini aku tak akan membiarkanmu lolos." Diana mengarahkan senjata api ditangannya ke arah Alea.


Deni langsung memasang badan di depan Alea.


"Minggir kamu Den, aku nggak mau melukaimu." teriak Diana.


"Tidak akan. Aku nggak akan membiarkan wanita yang aku cintai terluka."


"Apa yang kurang dari aku Den? Aku mencintaimu sejak pertama pertemuan kita. Mengapa kamu tidak bisa mencintaiku? Dan malah mencintai wanita itu."


"Aku bukannya tidak bisa mencintaimu Di, aku sudah mencintainya jauh sebelum aku bertemu denganmu."


"Hah baiklah, kalau begitu aku akan membunuhnya."


Duuarr. Senjata api Diana kembali memuntahkan timah panasnya dan mengenai kaki Deni.


"Akhh.." Deni jatuh, merasakan sakit di kakinya.


"Bee!!" teriak Alea, dia langsung terisak melihat suaminya kesakitan.


"Alea awas!!" teriak Aril memperingatkan.


Diana kembali menembak ke arah Alea, dia mengarah tepat pada jantung Alea dengan tujuan menghabisi dua nyawa sekaligus. Jika sang ibu mati otomatis bayinya juga akan ikut mati.


Duaarr,..duarr...Diana langsung menembakan dua peluru. Alea terpaku tak mampu untuk bergerak. Memejamkan mata berdoa dalam hati, jika dirinya harus mati hari ini dirinya tak pernah menyesal bisa mencintai Deni bahkan bisa mengandung anaknya. Mengingat masa dulu yang pernah dilewati bersama suaminya. Lelehan air mata tak berhenti mengalir dari sudut matanya.

__ADS_1


Brukk..suara orang jatuh menyadarkan Alea. Alea tidak merasakan sakit apapun pada tubuhnya, apa dirinya langsung mati sehingga tak merasakan sakit sama sekali.


Alea meraba tubuhnya, dia masih bisa merasakannya. Alea memberanikan diri untuk membuka matanya. Alea langsung membelalakan matanya saat melihat Deni sudah bersimpah darah di dadanya.


"Deniii!!" Alea segera mendekap tubuh suaminya. Sedangkan Diana langsung terduduk syok karena melukai orang yang paling dicintainya.


"Bee, kenapa kamu lakukan ini?" Isak Alea.


"Alea aku mencintaimu sampai akhir hidupku." ucap Deni sedikit terbata karena rasa nyeri di dadanya yang begitu sakit.


"Percuma kalau kamu cinta tapi kamu mau ninggalin aku. Pokoknya kamu harus bertahan. Dengar aku akan mati jika kamu pergi." ucap Alea dengan tersedu.


"Al, kamu harus bertahan untuk anak kita." jawab Deni dengan tersenyum.


"Anak ini juga butuh daddynya. Sudah jangan banyak bicara." Alea sedikit berteriak kemudian melepas jas Deni. Alea menekan luka tembakan yang berada di dada Deni dengan jas itu, berusaha agar darahnya tidak terus keluar banyak.


"Deni Alea." teriak tuan Malik. Tuan Malik datang dengan banyak bodyguard. Semuanya sigap menolong Aril, Keyla juga Deni. Dan juga meringkus para penjahatnya termasuk Diana.


"Pa, ayo cepat ke rumah sakit." isak tangis Alea tak berhenti juga. Tak kuat melihat Deni yang menahan kesakitan.


"Al, maaf aku tidak bisa menjagamu lagi." ucap Deni dengan lemah.


"Sudah jangan bicara lagi. Aku tak mau mendengar apapun." tukas Alea.


Deni tersenyum perlahan dia menutup matanya.


"Al kamu juga harus diperiksa, kondisi kamu lemah sekali sayang." ucap tuan Malik juga khawatir akan kondisi menantunya.


"Tidak perlu pa, aku akan menunggu suamiku disini." tolak Alea.


"Deni pasti selamat, papa akan menunggunya disini. Kamu tenanglah."


Dengan berat hati Alea menuruti kemauan mertuanya. Diantar oleh asisten papa mertuanya menuju ruang dokter kandungan.


Karena memang kelelahan, Alea harus merelakan tangannya ditusuk jarum infus untuk segera memulihkan kondisinya.


Di ruang UGD.


Aril segera di obati luka lukanya. Kondisinya jauh lebih baik dari dua orang yang masuk bersamanya.


"Dokter pasien sudah tak bernafas, detak jantungnya juga sudah tak terdeteksi."


Dokter yang menangani Keyla langsung memeriksa denyut nadi, dan menyorotkan senter ke pupil mata Keyla.Namun sudah tak ada lagi respon. Dokter menyatakan kematian Keyla pada perawatnya.


"Dokter, detak jantung pasien terus melemah." ucap perawat yang terus memonitor alat hemodinamik dan saturasi yang terpasang pada tubuh Deni.

__ADS_1


"Dokter, pendarahannya juga tak mau berhenti." kata perawat lainnya.


"Siapkan ruang operasi, lukanya terlalu dalam." jawab dokter itu, kemudian keluar dari UGD untuk memberi tahu kondisi pasien ke keluarganya.


Melihat seorang dokter keluar dari ruang UGD, tuan Malik segera menghampirinya.


"Dokter, bagaimana kondisi mereka terutama anak saya?"


"Maaf tuan, kondisi anak anda saat ini sedang kritis, segera siapkan pendonor darah yang cocok dengannya. Golongan darahnya AB, hanya untuk antisipasi jika stok darah kami kurang. Karena anak anda mengalami pendarahan hebat. Kami akan lakukan operasi untuk menyelamatkanya. Namun melihat kondisinya keluarga juga harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuknya." jelas dokter itu.


"Lakukan yang terbaik dokter." jawab tuan Malik.


"Dan saya ucapkan bela sungkawa, karena gais yang tadi juga dibawa kesini tidak berhasil kami selamatkan. Sedangkan yang lelaki kondisinya sudah membaik."


"Innalillahi wa innalillahi rojiun. Akan segera saya kabari keluarganya."


Deni yang terbaring di atas brangkar di dorong menuju ruang operasi. Dokter segera menanganinya.


Aril sudah dipindahkan ke ruang perawatan, kondisinya masih belum sadarkan diri. Efek dari obat bius saat dokter akan mengeluarkan peluru yang bersarang di kakinya.


Alea berangsur membaik, dia menyuruh salah satu bodyguard yang menjaganya untuk mencari tahu kondisi suaminya. Si bodyguard pun menurut dan segera pergi.


Tak lama setelah itu, tuan Malik masuk ke ruang perawatan Alea.


"Pa bagaimana keadaan Deni?" tanya Alea dengan nada lemah.


"Papa tak ingin menyembunyikan kondisi suamimu, tapi kamu harus kuat demi anakmu."


"Iya pa, cepat katakan." Alea tak sabar.


"Deni kritis, sekarang sedang berada di ruang operasi. Kata dokter kita harus siap untuk kemungkinan terburuknya. Karena Deni begitu banyak kehilangan darah."


"Hiks hiks.." Alea tak mampu berkata lagi, tangisannya tak bisa di tahan. Sambil mengusap perutnya Alea berkata dalam hati.


"Nak, doakan daddy ya, kita berdoa bersama meminta perlindungan dari Allah. Semoga daddy bisa bersama kita lagi."


"Alea sayang, kamu tidak apa apa kan?" mamanya Deni datang, tangisnya pecah saat mendengar kondisi anaknya. Namun saat bertemu Alea, dia berusaha untuk menguatkan dirinya agar Alea juga ikut kuat.


"Alea tidak apa apa ma. Mama nggak perlu khawatir. Anak mama menjagaku dengan baik." ucap Alea sembari menahan sesak didadanya , berusaha untuk tegar di depan mama mertuanya itu.


Keduanya tampak saling menguatkan.


☘️☘️☘️☘️☘️


Haii hai..gimana?? lanjut dong ke episode selanjutnya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian like komen vote juga boleh...

__ADS_1


love you readers setiaku..😊😊😊😘😘


__ADS_2