Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Wisuda


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa bulan, akhirnya Alea di wisuda juga. Dan Alea sudah resmi menyandang gelar sarjana. Alea lulus dengan nilai terbaik, Deni sungguh bangga dengan istrinya.


Di hari wisudanya ini, Alea tetap tampak cantik dengan balutan baju toga. Tentu Alea menjadi yang orang pertama yang naik ke panggung karena dirinya adalah lulusan terbaik tahun ini.


Semua bertepuk tangan saat Alea menerima ijazah juga sertifikat penghargaan sebagai lulusan terbaik. Setelahnya Alea sedikit memberi ucapan terima kasih.


"Saya sangat bahagia bisa menyandang gelar sarjana dengan predikat lulusan terbaik. Terima kasih untuk keluarga saya yang selalu mendukung saya belajar selama ini. Terutama bagi suami saya, I love you." ucap Alea menutupnya dengan senyum manis yang ditujukan untuk suaminya yang duduk di barisan paling depan.


Seluruh kampus sudah tahu siapa suami Alea. Semua bertepuk tangan ikut merasa bahagia melihat kebahagiaan keduanya.


Alea akan menuruni panggung. Deni segera menghampirinya untuk membantunya turun.


"Makasih bee." Alea menyambut uluran tangan suaminya.


"Alea, kita langsung pulang saja ya, aku nggak mau kamu kelelahan." bujuk Deni.


"Sebentar lagi ya bee, aku juga ingin menyaksikan yang lainnya."


"Ya sudah, tapi nanti kalau kamu merasa sudah lelah, kamu bilang ke aku ya honey."


"Iya bee."


Keduanya kemudian duduk di tempat Deni duduk tadi. Menyaksikan teman teman yang lainnya juga satu per satu naik ke atas panggung untuk menerima ijazah.


Walau acara belum selesai namun Alea sudah merasa pegal karena terus duduk. Alea mengajak Deni untuk pulang saja. Karena Alea tahu kalau sampai dia terlalu lelah pasti Deni akan semakin posesif kepadanya.


"Bee, mumpung aku masih pakai toga, foto foto dulu yuk."


"Ayolah, tapi ke ruangan aku saja. Kalau disini pasti akan jelek hasilnya, lihatlah keringatmu juga mulai keluar."


Alea mengikuti Deni menuju ruang kerjanya.


Alea sibuk bergaya, menyuruh sang suami beralih profesi menjadi fotografer. Detelah mendapat foto yang bagus, Alea mengirimnya ke Keyla.


Dan juga Alea mengajak Deni untuk berfoto bersama juga, untuk menambah isi album kenangan mereka.


Ting.. bunyi notifikasi chatting Alea.


"Selamat Alea, akhirnya wisuda juga."


"Terima kasih Keyla..Kamu juga kapan wisudanya?"


"Dua minggu lagi Al. Doakan lancar ya."


"Tentu saja, semoga berjalan lancar. Jadi kemungkinan kamu bulan depan sudah kembali ke Indonesia?"

__ADS_1


"Iya Al, aku ingin segera kembali ke Indonesia. Sudah kangen banget sama kamu."


"Iya aku jadi tak sabar menunggu bulan depan."


"Udahan dulu ya Key, suami sudah ngajak pulang. Tahukan takut aku kelelahan."


"Baiklah, bye. Jaga kandunganmu. OK?"


"Bye,, siap."


Deni dan Alea pulang. Sesampainya di rumah pun Alea mendapat kejutan dari sang mama. Mamanya sudah menyiapkan berbagai macam makanan kesukaan Alea. Papanya bahkan juga pulang lebih awal dari kantor untuk ikut merayakannya.


Keluarga Sanjaya juga datang. Alea senang sekali bisa merayakan kelulusannya bersama keluarga besarnya.


Namun kebahagiaan mereka sedikit terusik, karena tiba tiba Alea mengeluh sakit pada perutnya.


Perhatian semua orang langsung tertuju hanya padanya. Deni malah panik, dengan segera dia membawa Alea ke kamar agar bisa segera berbaring.


"Al bertahan ya, mama sudah panggil dokter unuk datang kesini." Deni terus mengusap perut Alea.


"Bee, hanya sakit sedikit. Tidak perlu berlebihan. Dipakai istirahat pasti langsung sembuh."


"Jangan berlebihan bagaimana, ini tentang kesehatan istri dan anakku. Jadi aku pantaslah khawatir hon."


"Ya sudah terserah kamu. Aku istirahat sebentar ya." Alea memutuskan untuk tidak membantah lagi kemudian memejamkan matanya sebentar sembari menunggu dokter datang.


"Mari dok, saya antar ke kamar Alea." ucap mama Alea.


Sang dokter hanya mengangguk saja mengikuti dari belakang.


"Den, ini dokter Karin sudah sampai. Alea tidur?" tanya mama Alea sedikit berbisik.


"Sepertinya iya ma." jawab Deni kemudian berdiri. Mempersilahkan dokter Karin untuk memeriksa kondisi Alea.


"Nona Alea hanya kelelahan saja. Kram di perut sering terjadi pada wanita hamil. Tidak ada yang perlu di khawatirkan. Namun tetap saja, nona Alea saya sarankan untuk tidak melakukan aktivitas yang melelahkan sementara waktu." terang dokter Karin kemudian menyerahkan beberapa obat yang memang sudah dipersiapkan dari rumah sakit.


"Baiklah dokter terima kasih, saya akan lebih mengawasi Alea." ucap Deni.


"Baiklah tuan nyonya saya permisi. Selamat siang." Dokter Karin kemudian undur diri untuk kembali ke rumah sakit. Karena tadi harus meninggalkan beberapa pasien yang sudah mengantri.


Mama Alea mengantar dokter itu keluar.


Setelah kejadian ini, Deni semakin posesif dalam menjaganya. Bahkan Alea sampai bosan karena Deni sampai tidak mengijinkan dia untuk beraktivitas selain makan dan tidur. Itupun dilakukan di atas ranjang.


Untuk mandi saja Deni malah menggendongnya. Deni sama sekali tak memperbolehkannya berjalan.

__ADS_1


"Bee, aku kemarin itu hanya kram biasa. Kenapa kamu perlakukan aku seperti orang sakit keras sih." keluh Alea.


"Semua yang aku lakukan demi kesehatan kamu dan anak kita honey."


"Tapi jangan berlebihan juga. Coba kamu tanya dokter deh. Kalau badan aku sehat tapi tidak boleh bergerak sama sekali itu malah membuatku tambah sehat nantinya atau malah akan berdampak buruk."


"Baiklah, jangan membantah lagi jika semua yang ku lakukan ternyata benar."


"Iya." jawab Alea malas.


Deni tampak menghubungi dokter Karin.


"Pakai pengeras bee, biar aku juga langsung mengerti apa saja yang tidak boleh."


Deni menyetujui permintaan Alea.


"Ya halo tuan, apa ada masalah lagi dengan nona Alea?"


"Ah tidak, hanya saja istriku menolak untuk istirahat."


"Aku bukannya menolak untuk istirahat dokter, hanya saja suaminku ini sama sekali tidak mengijinkan aku untuk bergerak. Aku hanya boleh berdiam diri di atas kasur." sela Alea.


"Tuan, istirahat memang perlu, namun jika dilakukan dengan cara yang salah juga tidak baik. Nona Alea tidak masalah kalau hanya berjalan. Jangan biarkan nona Alea tidak bergerak, karena kurangnya bergerak nanti akan berdampak buruk saat akan melahirkan. Apalagi kalau nona Alea menginginkan melahirkan secara normal."


"Baik dokter, saya sudah mengerti." jawab Deni.


"Terima kasih dokter atas penjelasannya."


"Iya sama sama, nona. Itu sudah menjadi tugas saya."


Deni menutup telfonnya.


"Gimana bee. Kamu masih mau aku diam saja di atas kasur. Hem?" tanya Alea.


"Iya iya aku salah. Tapi tetap ya honey, kamu harus banyak istirahat."


"Iya suamiku tercinta." Alea mengecup pipi Deni.


☘️☘️☘️☘️


terma kasih semua buat yang sudah mau membaca karyaku..


buat yang dengan senang hati memberi like komen dan juga votenya.


terus lanjut ya ke episode selanjutnya..

__ADS_1


Aril akan segera masuk ke dalam kehidupan Alea dan Deni. Jadi pantengin terus novelku ya.. 😊😊😊🤗🤗🤗🤗


☘️☘️☘️☘️


__ADS_2