Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Aril dan Keyla


__ADS_3

"Semoga kamu bahagia, aku masih mencintaimu hingga saat ini Susan. Aku tahu perasaan ini salah apalagi kamu akan menjadi milik orang lain. Entahlah hatiku masih tidak bisa berpaling darimu." Aril bergumam sendiri saat melihat ponselnya. Setelah sekian lama dia tidak membuka akun sosmednya. Tidak sengaja dia melihat postingan dari Deni, yang memperlihatkan gambar suasana hotel yang akan dijadikan tempat pesta pernikahannya.


Sedih, tentu saja itu yang dirasakan Aril saat ini. Tapi dirinya juga ikut bahagia bila memang Susannya juga bahagia.


Kehidupan Aril sendiri di jepang, masih seperti dulu. Penuh dengan kepalsuan. Keyla masih menjadi kekasihnya karena paksaan dari orang tuanya. Sekeras apapun usahanya untuk menerima Keyla dihatinya namun masih belum bisa. Aril masih tetap ingin mencoba, dan akan menyerah bila Keyla juga menyerah. Karena Keylapun tahu kondisi hatinya.


"Hey sayang, kamu nggak nungguin aku sih makannya?" ucap keyla yang sudah duduk di depannya dan itu cukup membuat Aril kaget.


"Maaf, aku tadi sangat lapar. Pesanlah aku akan menunggumu makan."jawab Aril datar. Kemudian dia menyimpan ponselnya ke saku jaketnya.


Keyla memanggil pelayan dan memesan makanan, tak lama kemudian pesanan Keyla datang. Dengan tak sabar Keyla segera melahap habis makanannya.


"Setelah ini pergi ke Rainbow Brigde yuk, aku ingin melihat suasana malam disana." ucap Keyla.

__ADS_1


"Baiklah, makanlah cepat. Jadwal kereta untuk kesana setengah jam lagi."


Keyla yang mendapat persetujuan Aril tentu saja sangat senang. Kesempatan ini baginya sangat langka, karena selama berpacaran dengannya paling hanya makan dan akan berjalan di taman saja.


Kereta yang ditumpangi Aril dan Keyla sudah berangkat. Lima belas menit kemudian kereta berhenti di stasiun tujuannya. Aril dan Keyla bergegas turun. Tempat wisata tujuan mereka tak jauh dari stasiun tempat mereka turun hanya butuh waktu sepuluh menit dengan berjalan kaki.


Keyla sangat senang. Ini waktu yang tepat untuk menikmati pemandangan indah dari Rainbow brigde. Hari sudah mulai gelap. Dan tepat saat sudah sampai di dekat jembatan, lampu dinyalakan. Sehingga nampaklah pemandangan yang indah dari jembatan itu.


Keyla tak menyia nyiakan kesempatan ini. Dia segera mengabadikan kebersamaannya bersama Aril ini di ponselnya.


Keyla menyadari itu, dia meremas tangan Aril sedikit keras agar lelaki yang disampingnya ini tersadar dari lamunannya. Dan itu berhasil, dia menoleh.


"Ada apa?" tanya Keyla.

__ADS_1


"Tidak ada." jawab Aril sekenanya.


"Apa kamu masih belum bisa menerimaku? Apa kamu masih mencintai dia?" Keyla memalingkan pandangannya ke jembatan lagi.


"Maaf." hanya kata itu yang mampu terucap dari mulut Aril.


Keyla nampak mneghela nafasnya pelan. Memang benar Keyla sudah mengetahui perasaan Aril sebenarnya. Seminggu setelah kepulangannya ke Indonesia, Aril menceritakan semuanya kepada Keyla. Karena dirinya tidak mau ada lagi kebohongan. Dan ingin memulai hubungan yang baik dan jujur kepada Keyla. Keyla menerimanya walau sedikit kecewa karena ternyata dari dulu Aril menerimanya karena terpaksa. Tapi setidaknya kini Aril ingin mencoba melanjutkan hubungan mereka. Keyla sangat berharap bisa meluluhkan hati Aril.


"Biarkan dia bahagia dengan kehidupan barunya Ril. Kau tidak perlu berusaha untuk melupakannya. Karena itu malah akan membuatmu semakin mengingatnya. Berusahalah untuk tidak memikirkannya. Jika saat kamu teringat padanya, lakukanlah suatu kegiatan yang bisa melupakan segalanya seperti berolahraga, jalan jalan atau apapun yang bisa membuat pikiranmu teralihkan. Aku yakin kamu bisa. Aku akan tetap menunggumu." kalimat Keyla ini menyadarkan Aril. Aril pun tak kuasa menahan kesedihannya. Diraihnya tubuh Keyla untuk dipeluknya.


"Key, maafkan aku. Terima kasih sudah mendukungku. Aku akan berusaha membuka hatiku untukmu. Sekali lagi terima kasih sudah menerima hatiku. Kamu mau mengerti aku. Terima kasih." ucap Aril dengan menahan isakannya.


"Menangislah ril, tapi berjanjilah ini yang terakhir kalinya kamu menangis karenanya. Setelah ini kamu harus menata hatimu kembali. Aku akan membantumu."

__ADS_1


Aril masih memeluk Keyla dengan erat. Menumpahkan kesedihan yang dia tahan selama ini.


Aril berjanji pada dirinya akan berusaha untuk membuat Keyla bahagia mulai saat ini.


__ADS_2