Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Perasaan Bimo


__ADS_3

Makan malam di keluarga tuan Zian.


"Pa, ma, besok aku mau pergi ya sama mas Aril. Boleh?" tanya Ika disela makannya.


"Memang mau kemana sayang?" tanya papanya balik.


"Nggak tahu pa, he he. Mas Arilnya nggak ngasih tahu mau di ajak kemana."


"Boleh kok kalau sama Aril, papa percaya dia bisa jagain kamu." jawab papanya kemudian.


"Pa, jangan keseringan ah. Ngijinin Ika pergi berdua dengan Aril, nggak ada hubungan apa apa lagi. Kalau pacaran sih mending." protes Bimo.


"Ye syirik aja sih kak. Makanya nggak usah kelamaan jomblo. Tuh buruan mbak Al jadiin pacar, ntar keburu di ambil orang loh." goda Ika.


"Apaan sih dek?" Bimo jadi kesal.


"Kenapa memangnya Bim? Kamu suka sama Alea?" mamanya gantian yang bersuara.


"Nggak kok ma, Ika ngarang nih." Bimo berkilah. Ika mau membuka mulutnya lagi dan langsung disuapi makanan yang ada di sendok Bimo dengan irisan ayam yang besar. Mulut Ika jadi penuh tak bisa bersuara.


"Awas kamu kak." ancam Ika berbisik kemudian setelah makanan dalam mulutnya habis.


"Bodo.." jawab Bimo ketus. Dia segera menghabiskan makanannya.


"Pa, ma, Bimo mau ke kamar duluan ya." pamit Bimo kemudian beranjak dari duduknya.


Di dalam kamar Bimo hanya membaca buku untuk menghabiskan waktunya hingga dia mengantuk. Namun konsentrasinya membaca terganggu kala ponselnya berbunyi.


Bimo segera meraih ponselnya yang dia letakan di meja. Dilihatnya ternyata panggilan video dari Alea. Bimo mengerutkan alisnya tak percaya dengan apa yang dia lihat. Ini pertama kalinya Alea video call dengannya.


Bimo buru buru merapikan penampilannya dan segera menjawab panggilan video itu.


Terlihatlah wajah yang tak disangkanya, Bimo jadi malu pada dirinya sendiri. Karena sudah terlalu percaya diri bahwa Alea yang video call padanya. Ternyata Myli lah yang sedang berada di depan ponsel Alea.


"Halo om.." sapa Myli.


"Halo sayang. Myli kok belum tidur jam segini."


"Ili nggak bisa tidul om, ili pengen tidul sama om."


"Kan ada mommy sayang. Tidur gih sama mommy ya. Mommy mana?"


"Buatin susunya Ili."

__ADS_1


"Om, mau nggak jadi dadnya Ili?"


Pertanyaan yang mengejutkan dari Myli, membuat Bimo tertegun.


"Oomm.." panggil Myli karena Bimo diam saja.


"Memang boleh sama mommy?"


"Mom, boleh kok."


"Iya om mau," belum selesai ucapan Bimo, Alea sudah nampak di layar ponsel Bimo.


"Mau apa Bim?"


Bimo langsung bingung mau menjawab apa. Masa iya harus bilang jujur, malu dong pikir Bimo.


"Mau cium Myli ucapan selamat tidur." kilah Bimo. sedikit gugup dalam berucap.


"Iya kan sayang, Myli cepat minum susunya setelah itu tidur ya..muach." ucap Bimo kemudian.


"Iya om." Myli terlihat segera menerima susu di gelas yang di berikan momnya, dan langsung meminumnya sampai habis.


"Selamat tidur sayang." ucap Bimo.


Myli melambaikan tangannya dan mengulas senyum manisnya.


"Maaf ya," ucap Alea kemudian.


"Untuk?" Bimo tak mengerti.


"Myli pasti mengganggu istirahat kamu."


"Tidak kok, aku malah senang bisa melihatnya sebelum tidur."


Alea tersenyum menanggapi perkataan Bimo.


"Kalau melihatku?" pertanyaan ambigu Alea membuat Bimo diam.


"A..aku.aku." Bimo gugup bingung mau menjawab bagaimana. Sebenarnya juga Dirinya sangat bahagia melihat Alea. Apa ia harus jujur.


"Ha ha,, kenapa jadi gagap begitu??? Jangan anggap serius pertanyaanku tadi. Lupakan, kita berteman bukan." Alea kembali mengulas senyumnya, sehingga membuat Bimo lagi lagi terpesona dan kembali jatuh cinta lagi untuk yang kesekian kali.


Bimo membalas senyuman Alea.

__ADS_1


"Oh iya, besok Myli ingin pergi jalan jalan. Dia sangat ingin pergi bersamamu. Apa kau punya waktu?" tanya Alea kemudian.


"Tentu saja, aku selalu senang bisa menhabiskan waktu bersama Myli. Aku sangat menyayanginya." ucap Bimo tulus.


"Terima kasih karena sudah mau meluangkan waktumu untuk Myli. Padahal kita juga baru kenal, tapi Myli sudah sangat menyayangimu."


"Myli sangat menyayangiku, bagaimana denganmu??" kini gantian Bimo yang melontarkan pertanyaan untuk menggoda Alea.


"Aku??" tanya Alea memastikan.


Bimo mengangguk yakin.


"Emm, aku senang bisa berteman denganmu. Sudah dulu ya, aku mengantuk nih. Hoaamm." Alea menguap sambil tangannya menutup mulutnya. Bimo yang melihat dengan jelas pipi Alea yang memerah jadi tersenyum.


"Ya sudah selamat tidur. Sampai jumpa besok."


"Kamu juga tidurlah, selamat malam sampai jumpa besok." Alea melambaikan tangannya kemudian mengakhiri panggillan video tersebut.


"Alea, aku akan mencoba untuk mendapatkan hatimu." gumam Bimo sambil menatap foto Alea yang diambilnya diam diam dengan ponselnya.


Bimo juga segera mengirim pesan kepada Alea.


"Al, besok aku yang akan datang ke rumahmu. Aku akan datang jam 10. Have a nice dream!"


"Ok, u too." balasan dari Alea.


Bimo merebahkan tubuhnya ke kasur.


"Alea, Alea, Alea. Wajahmu selalu berputar putar dalam pikiranku. Semenjak pertemuan kita, aku jadi bisa menyempurnakan lukisanku. Sejak kamu hadir dalam mimpiku, wajahmu selalu terbayang. Kenapa aku merasa kalau aku sudah mengenalmu lama. Padahal sudah jelas jika kau mengatakan kalau waktu di taman itu adalah pertemuan pertama kita. Ahh..aakhh.." Bimo mengakhiri gumamannya, merasakan kepalanya berdenyut. Selalu seperti ini jika Bimo terlalu banyak berfikir, kepalanya akan menjadi sakit.


Bimo sangat ingin mendapatkan kembali ingatannya.


"Apa yang sebenarmya terjadi di masa lalu hingga aku harus kehilangan ingatanku. Ya Allah ampuni dosaku. Berilah aku kesembuhan." ucap Bimo, kemudian dia meraih botol obat yang sudah selalu menemaninya selama hampir dua tahun ini. Obat pereda nyeri itu tak pernah ketinggalan kemanapun Bimo pergi. Karena sakit kepalanya bisa datang kapan saja tanpa diduga.


Bimo mulai merasakan kepalanya baikan, kemudian dia merilekskan lagi pikirannya. Bimo mulai memejamkan matanya untuk istirahat.


Di kamar lain,


Ika terlihat sedang tersenyum bahagia. Selalu seperti itu jika sedang berkirim pesan dengan mas Arilnya. Iya mas Arilnya, karena Ika sudah yakin akan perasaannya. Dan Ika juga mengetahui tentang perasaan Aril padanya, karena Alea sering cerita perihal Aril yang sudah mencintai dirinya sejak lama. Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk saling mengungkap kan perasaan masing masing.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Semua orang sedang berbunga hatinya,, namun karyaku belum berbunga gengs... ayo berbaik hatilah padaku, berikan like, komen vote juga bunga kalian..jika kalian kaya poin berikan secangkir kopi untukku👌👌👌👌

__ADS_1


janngan pernah lelah ya untuk menunggu up aku. Aku selalu berusahha agar bisa seriap hari update. Namun apalah dayaku ini jika, tugas. dan kewajiban sudah menanti. Sungguh sebenarnya aku sangat menyukai menulis, jadi selalu kasih dukungan buat aku ya....


LOVE YOU READERS SETIAKU😄😄😄😘😘😘🤗🤗🤗🤗


__ADS_2