
Keyla melaksanakan wisudanya dengan bahagia, ditemani orang orang tercintanya. Papa dan mamanya tidak melewatkan upacara kelulusan putri kesayangan mereka itu.
"Selamat ya sayang akhirnya kamu lulus juga. Bagaimana selanjutnya? Mau melanjutkan pendidikanmu?" tanya tuan Rezwan Subroto papa Keyla.
"Makasih pa, rencananya aku mau balik ke Indonesia pa. Aku ingin ambil S2 di Indonesia saja. Boleh kan pa?"
"Tentu boleh sayang. Papa jadi bisa lihat kamu setiap hari lagi."
"Iya sayang, mama senang kalau kamu kembali ke Indonesia." sahut mamanya yang juga tak kalah bahagianya mendengar putri kesayangannya akan kembali ke Indonesia.
"Maaf om, mengganggu sebentar. Ada yang ingin saya bicarakan." Aril mengajak tuan Rezwan untuk bicara berdua saja.
"Bicara disini saja." jawab tuan Rezwan.
"Baiklah. Begini om, rencananya saya juga ingin kembali ke Indonesia."
"Loh kenapa mendadak? Lalu bagaimana pekerjaanmu disini?"
"Sebenarnya tidak mendadak om. Saya memang sudah membicarakan tentang ini beberapa bulan yang lalu dengan Keyla. Makanya saya meminta Keyla untuk kembali ke Indonesia setelah wisuda, agar kami tak tinggal berjauhan om."
"Dan untuk pekerjaan, saya sudah merekrut seseorang yang pasti berkompeten untuk menggantikan saya. Dan Indonesia nanti saya harap om tidak membantu apapun usaha saya untuk mencari pekerjaan. Saya ingin berusaha sendiri om sesuai dengan kemampuan saya."
"Ah ya sudah, ternyata kamu sudah mempersiapkan semuanya. Maka saya juga tidak bisa menahan kamu disini."
"Jadi kapan kita kembali ke Indonesia?" tanya mama dengan semangat.
"Ah mama, kita berdua jalan jalan dulu. Biarkan anak anak berkemas. Mereka kan tidak akan kembali kesini. Pasti akan ada banyak barang yang akan dikemas." jawab tuan Rezwan.
"Baiklah pa. Tiga hari lagi kita kembali ke Indonesia. Mama yang akan memesan tiket pesawatnya."
...
Tiga hari berselang,
Aril, Keyla dan kedua orang tuanya berangkat ke bandara. Untuk pergi ke Indonesia.
Aril dan juga Keyla tentu bahagia, karena sudah lama tak menginjak tanah kelahiran mereka.
Setelah perjalanan yang cukup panjang, mereka akhirnya sampai di Indonesia. Keyla dan orang tuanya sudah dijemput oleh sopir keluarga mereka. Sedang Aril dijemput oleh ayah dan bundanya.
Hubungan Aril dan ayahnya sudah membaik sejak Aril mengatakan kalau dia sudah mencintai Keyla dan menerima perjodohannya.
Mereka berpisah saat sudah di luar bandara. Naik ke mobil dan pulang ke rumah masing masing.
"Yah, bun. Aku langsung istirahat ya. Capek sekali." Aril pamit ke ayah bundanya.
"Kamu tidak makan dulu Ril?" tanya ayahnya.
"Nanti saja yah. Aku mau tiduran dulu sebentar." Aril kemudian ke kamarnya.
Di kamar, Aril mengambil ponselnya untuk mengirim pesan chat pada kekasihnya.
"Sudah sampai Key?"
Belum mendapat balasan, Aril iseng membuat story di media sosialnya.
"Akhirnya kembali ke tanah kelahiranku. Semoga bisa sukses sesuai harapan."
Tak lama kemudian, chat pada Keyla mendapat balasan.
"Maaf sayang lama, tadi aku mandi."
"Ya sudah tak apa. Aku juga hanya ingin tahu kabarmu. Aku istirahat dulu ya sayang."
"Aku juga ingin beristirahat, bye sayang."
"Bye..😘😘😘"
Aril kemudian istirahat begitupun juga dengan Keyla.
__ADS_1
...
Dering ponsel membangunkan Aril dari tidurnya. Dilihat siapa yang menelfon dan mengganggu tidurnya.
"Ampun, bumil ngeselin." umpat Aril sebelum menjawab panggilan itu.
"Halo." jawab Aril agak malas.
"Ril, kamu bener sudah balik ke Indonesia?"
"Iya Al."
"Terus Keyla juga ikut?"
"Iya."
"Bagaimana kabar kalian?"
"Baik."
"Bee, Aril nih. Ditanya baik baik jawabnya ngeselin."
"Ampun dia ngadu, ngeselin dari mana coba aku jawabnya." gumam Aril dalam hati.
"Sorry Ril. Bumil lagi sensitif. Salah sedikit saja pasti langsung ngambek."
"Its okay. Aku ngerti kok."
"Ist**irahat lah lagi. Aku tahu tadi istriku mengganggu."
"Ok. Bye."
Aril kembali melanjutkan tidurnya yang terganggu.
"Bee, kok malah dimatiin telfonnya?" Alea sedikit kesal.
"Kasihan honey. Dia kan juga baru sampai, dia masih mengantuk. Jadi aku suruh dia istirahat lagi."
"Honey, Keyla juga butuh istirahat. Nanti sore saja ya." ucap Deni dengan lembut, agar Alea tak tersinggung.
"Ya sudah, aku mau tidur siang juga."
"Aku kembali ke kampus ya honey."
"Hati hati ya." jawab Alea.
"Daddy pergi dulu. Anak daddy jagaain mommynya ya." ucap Deni sambil mengusap perut Alea kemudian menciumnya.
...
"Sampai jumpa besok." Alea mengakhiri telfonnya.
"Bicara dengan siapa honey?" Deni masuk ke kamar tanpa Alea sadari.
"Kamu sudah pulang bee, Aku sampai nggak sadar. Tadi aku telfon Keyla. Oh iya, rencananya besok dia mau lihat lihat kampus kita. Aku ingin temani dia boleh bee?"
"Boleh dong honey. Asal kamu ingat jangan terlalu capek. Aku mandi dulu iya, setelah itu temani aku makan."
Alea mengangguk, Deni masuk ke kamar mandi, sedangkan Alea menyiapkan baju santai untuk suaminya.
...
Keesokan paginya.
"Honey, nanti jadi ke kampus?"
"Jadi bee, nanti Keyla akan kesini jemput aku."
"Kamu hati hati ya, aku berangkat dulu ke kampus. Ada rapat tahunan dengan dewan kampus. Aku tunggu di kampus ya." ucap Deni setelahnya mengecup kening Alea.
__ADS_1
"Iya bee, kamu juga hati hati. Nanti kalau sudah sampai kampus aku kabarin kamu."
Alea mengantar suaminya hingga ke depan rumah. Memperhatikan suaminya berangkat dengan mobilnya, hingga mobil melaju dan tak terlihat lagi setelah keluar dari pagar rumah.
Ting..suara notif chat di ponsel Alea.
"Al, aku sudah OTW nih."
"Aku share loc aja ya biar kamu mudah nyari rumah aku." balas Alea kemudian dia juga tak lupa untuk share loc.
"Ok, setengah jam lagi aku sampai."
"Iya, aku akan siap siap."
Tiga puluh menit sudah. Terdengar deru mobil memasuki halaman rumah Alea. Dan itu adalah Keyla yang ternyata datang bersama Aril juga.
Aril menekan bel rumah Alea. Dan tak lama pintu terbuka oleh bi Minah.
"Pagi bi. Kita mau ketemu sama Alea." ucap Keyla.
"Oh silahkan masuk. Saya panggilkan dulu nona Alea nya."
Aril dan Keyla masuk ke rumah Alea dan dipersilahkan duduk di ruang tamu.
Tak lama, Alea sudah jeluar dari kamarnya.
"Keylaa." teriak Alea saat tahu Keyla sudah duduk di ruang tamunya. Alea sampai berlari kecil untuk menghampirinya.
"Jangan lari lari gitu. Kasihan debay nya."
"Iya lupa. Habis aku kangen banget sama kamu." Alea memeluk Keyla dengan erat.
"Al, debaynya kejepit tuh." celetuk Aril yang langsung menghentikan pelukan Alea kepada Keyla.
"Hehe, lupa lagi." ucap Alea sambil cengengesan dan mengusap perutnya.
Keyla tergoda juga untuk mengusap perut Alea.
"Sudah berapa bulan Al?" tanya Keyla masih mengusap perut Alea.
"Sudah empat bulan Key,.Eh anak mami gerak gerak, tahu saja sih aunty cantik lagi elus elus."
"Iya Al, aku bisa merasakan di tanganku. Sayang coba deh kamu elus juga."
Sebelum Aril menyetujui perkataan Keyla, Alea sudah menolak.
"Jangan. Kalau sampai tahu sama suamiku, bisa dihajar dia."
Aril mendengus, "Posesif amat suamimu."
"Memang tapi aku suka. Ayo berangkat sekarang." jawab Alea.
"Ayolah." Aril dan Keyla ikut berdiri. Dan krluar bersama.
Mereka naik ke mobil, hari ini Aril layaknya sopir membukakan pintu belakang untuk kedua wanita yang akan pergi bersamanya. Dan dia sendiri duduk di depan untuk menyetir.
Dalam perjalanan, Aril selalu memperhatikan jalanan dengan baik. Berkendara dengan hati hati karena ada dua wanita yang berharga baginya juga untuk Deni.
Pandangan Aril agak terganggu dengan mobil yang tampak terus mengikuti mobilnya sejak tadi.
Siapa yang mengikutinya? Aril merasa tidak pernah ada masalah, apalagi dirinya baru kembali ke Indonesia setelah tiga tahun.
☘️☘️☘️☘️
terima kasih para pembaca, semoga kalian selaalu setia menunggu update ku.
tinggalkan jejak kalian ya, like komen, vote juga boleh..
Siapaa ya yang mencoba mencari masalah dengan mengikuti mobil Aril..
__ADS_1
Lanjut ke episode selanjutnya..okey
love you readers setiaku...😊😊😊🤗🤗🤗