Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Hari yang dinanti.


__ADS_3

Deni langsung mencium bibir Alea sekilas. Alea yang terkejut diam membeku dan tawanya sudah tak terdengar lagi. Melihat Alea yang membeku, Deni menciumnya lagi, tapi lebih lama bibir mereka menempel.


Merona pipi Alea, dicium begitu lama. Melihat Alea begitu Deni jadi gemas dan ingin melakukan ciuman yang lebih dalam lagi. Dan itu pun terjadi. Alea juga tak hanya menerima ciuman itu tapi juga membalasnya dengan menutup matanya. Merasakan sentuhan yang diberikan oleh Deni. Berlangsung lama ciuman mereka, hingga terhenti karena sama sama kehabisan nafas. Keduanya saling tatap sambil mengaatur nafas mereka.


"Aku pulang ya sayangku." kata Deni sambil memeluk tubuh Alea sebentar kemudian melepasnya. Diciumnya kening Alea sekilas, kemudian dia masuk ke dalam mobilnya.


"Iya, hati hati di jalan. Bye.." Alea melambaikan tangannya tak lupa juga diumbar senyum manisnya. Deni membalas lambaian tangan Alea, kemudian melajukan mobilnya untuk pulang.


Alea senyum senyum sendiri, mengingat ucapan calon tunangannya. Melupakan segala masalah yang datang.


Segera membaringkan tubuhnya di kamarnya. Setelah kegiatan hari ini yang cukup melelahkan. Alea segera memejamkan mata, berharap penatnya hilang. Dan menyiapkan diri untuk hari esok.


"Semoga tak ada lagi masalah yang datang. Ya Allah, ijinkan hambamu ini meraih kebahagiaan yang menurutMu baik bagiku." ucap Alea dalam hati sesaat sebelum benar benar terlelap dalam tidur.


...


Hari yang dinanti telah tiba. Hari ini hari pertunangan Deni dan Alea. Sesuai rencana sebelumnya, acara hanya dilakukan secara sederhana di rumah Alea.


Tamu tamu hanya dari kedua belah pihak keluarga saja. Walau pesta ini tertutup, tapi tak mengurangi kemeriahannya.


Alea kini masih berada di kamarnya, dia dirias oleh MUA profesional. Tapi tetap riasan natural yang di pilih Alea. Biar natural tapi tak mengurangi pesona kecantikan Alea.


Bahkan orang yang meriasnya pun kagum.


"Nona, kalaupun nona tidak dirias oleh kami. Nona pasti tetap cantik." kata salah seorang MUA.


Alea yang dipuji seperti itu menampakkan senyum manisnya. Dan itu malah menambah kekaguman MUA itu.


Semua tamu telah berkumpul, termasuk Deni dan keluarganya juga. Alea keluar dari kamarnya, saat menuruni tangga sampai di lantai bawah. Semua mata tak berpaling dari menatapnya. Semua kagum akan kecantikan Alea.


__ADS_1


Alea pun juga tak lepas memandang calon tunangannya. Dia terlihat sangat tampan.



Deni menghampiri Alea dan meraih tangannya untuk dilingkarkan ke lengannya. Deni dan Alea berjalan ke tengah acara.


Acara pun dimulai. Dan dibuka oleh MC. Setelah beberapa kata dari perwakilan kedua keluarga, acara inti akan dimulai.


Deni mengungkapkan isi hatinya dengan memegang kedua tangan Alea.


"Alea Putri Wijaya, aku mengenalmu sebelum kamu menjadi Alea. Dan sejak mengenalmu juga aku juga mulai mencintaimu. Aku mencintaimu karena kecantikan, kebaikan, dan ketulusan hatimu. Kamu selalu membuatku bangga karena telah mencintaimu. Aku tak pernah sekalipun menyesal dulu telah mencintaimu walau kamu tak ku miliki. Aku tetap berharap padamu. Dan kini penantianku membuahkan hasil. Hatimu telah kamu berikan untukku. Aku berjanji akan selalu berusaha membuatmu bahagia. Aku mencintaimu Alea. Aku ingin menjadi pendamping hidupmu untuk selamanya." ucap Deni. Setelah itu giliran Alea yang mengungkapkan isi hatinya.


"Deni Angga Sanjaya, terima kasih kamu telah hadir dalam hidupku. Terima kasih sudah mencintaiku selama ini. Aku berharap kamu tidak hanya membuatku yang bahagia. Tapi aku ingin kita mencari kebahagian kita bersama. Aku mencintaimu saat ini, esok, dan selamanya. Dan aku juga ingin hidup bersamamu selamanya." ucap Alea.


Deni tersenyum kemudian dia duduk setengah berlutut, masih dengan memegang kedua tangan Alea.


"Alea, bersediakah kamu menikah denganku, menemaniku seumur hidupku, dan menjadi ibu dari anak anakku kelak?" tanya Deni.


Semua tamu yang mendengar jawaban Alea bertepuk tangan riuh. Deni berdiri dan merogoh saku celana. Dia mengeluarkan kotak cincin yang dibelinya tempo hari. Deni memasangkan cincin itu di jari manis Alea, begitupun juga dengan Alea.



Setelahnya Deni mencium punggung tangan Alea dan memeluk Alea sebentar.


Acara berlangsung lancar, sampai akhir. Satu per satu tamu meninggalkan rumah Alea. Hingga tersisa Deni dan orang tuanya juga kakeknya, dan Alea bersama kedua orangtuanya.


Mereka membicarakan kapan pernikahannya akan dilangsungkan. Semuanya sepakat akan mengadakan acara pernikahan dua bulan lagi. Acara akan dilaksanakan di hotel milik orang tua Deni. Acara akan dilaksanakan secara besar besaran dan mewah tentunya. Semua rekan bisnis kedua keluarga akan menjadi tamu undangan. Tentu juga teman teman kuliah Deni dan Alea.


Saat masih asik berbincang, datang bi Minah menghampiri Alea dan Deni yang duduk bersanding. Bi minah berbisik di telinga Deni. Deni yang mendengar ucapan bi Minah, mengkerutkan dahinya. Kemudian berbisik ke Alea, Alea memberi tatapan tidak mengerti ke Deni. Deni hanya mengangguk saja. Alea terlihat pasrah kemudian.


Papa Alea yang melihat gelagat aneh putri dan calon menantunya itu kemudian bertanya.

__ADS_1


"Ada apa nak?"


"Tidak apa om, hanya saja ada teman kami datang ingin mengucap selamat. Boleh kami temui sebentar om?" tanya Deni.


"Tentu saja, pergilah." ucap papa Alea.


Alea dan Deni segera bangun dari duduknya. Alea mengenggam erat jemari Deni. Dan menemui seseorang yang telah menunggu di depan rumah.


"Ada apa?" tanya Deni membuat orang yang tadi berdiri membelakanginya sontak langsung berbalik menghadapnya. Orang itu adalah Aril.


"Selamat atas pertunangan kalian, semoga kalian bahagia. Susan maafkan aku, seandainya aku datang lebih cepat mungkin aku tak akan kehilangan dirimu yang begitu berharga." ucap Aril dengan tatapan sendu mengarah ke Alea.


"Terima kasih dan iya, buang semua perasaanmu padaku, jangan pernah berfikir masih mencintai seorang yang sudah menjadi milik orang lain, coba terimalah seorang yang sudah mencintaimu dengan tulus." ucap Alea datar kemudian masuk ke dalam rumah meninggalkan Aril dan Deni.


"Den, terima kasih udah kasih gue kesempatan buat lihat Susan untuk yang terakhir." kata Aril.


"Iya, lo juga harus bisa lupain perasaan lo sama Susan. Semoga lo segera mendapat penggantinya dan bisa bahagia nantinya." ucap Deni sambil menepuk pelan bahu Aril.


"Gue balik, penerbangan gue satu jam lagi." pamit Aril.


Aril pergi, Deni masuk ke rumah Alea. Sampai di ruang keluarga, dia tak melihat Alea disana. Deni berinisiatif mencari Alea dikamarnya. Dan benar saja, karena pintu kamar Alea yang terbuka. Deni bisa langsung melihat Alea yang berada di dalam kamarnya.


"Al, kamu kenapa?" tanya Deni ketika melihat Alea yang duduk di ranjang dengan menyembunyikan wajahnya di antara kedua lututnya. Terdengar isakan pelan dari Alea.


☘️☘️☘️☘️


tinggalkan jejak kalian ya...like komen vote juga..


Cuma baca?? tentu boleh..jangan sungkan..


Tambahkan je rak buku favorit kalian ya...

__ADS_1


love you para readers setiaku..😊😊😊🤗🤗🤗🤗


__ADS_2