
"Dian maaf kan aku, selama ini aku baru sadar jika sebenarnya kamu yang aku inginkan, bukan Siska.! aku mohon kamu tidak menolak pernikahan kita,,!" ucap Tomy tulus
"kak Tomy serius, cinta sama aku apa jadikan aku pelarian kak Tomy,,?"
"setelah kamu pergi waktu itu, ada rasa yang hilang di sini,,!" Tomy menunjuk ke hati nya
"mungkin memang ini jalan takdir Tuhan, berpisah dan bertemu dengan cara begini,,!" jawab Dian
"iya mungkin, tapi aku gak akan pernah melepaskan kamu dan Ricky lagi,!" jawab Tomy tegas
"Minggu depan kita menikah, dan kamu akan aku boyong ke rumah atau ke apartemen ku,,? kalau mau dirumah sementara kita harus bersama dengan papa dan mama, sampai kita menemukan rumah baru.!" ucap Tomy
"di apartemen aja juga gak pa pa, aku dari dulu selalu ingin mandiri, tapi orang tua tidak mengijinkan, katanya takut aku ke bablasan lagi,,!"
"oke nanti kita pindah ke apartemen, dan jangan pernah kamu bawa baju kamu yang kurang bahan itu ya,,!" ucap Tomy
"kalau aku gak boleh bawa baju aku, aku pakai apa nanti.?"
"nanti kita beli,!" jawab Tomy santai
"terserah kamu aja deh,!"
"jadi kamu bersedia kan Dian, menjadi pendamping ku?!"
__ADS_1
"ya bersedia lah kak, karena jujur aja dari dulu aku sudah suka sama kakak. makanya aku berani dan nekat melakukan itu sama kakak,!"
"maafkan aku ya Dian, sudah merusak mu!"
"gak ada yang perlu dimaafkan kak kalau akhirnya kita bersatu,!"
Mereka menikmati makan malam mereka dengan santai, sampai akhirnya Tomy mengeluarkan kotak beludru berwarna merah.
"ini buat kamu, bukalah,!" Tomy menyodorkan kotak kehadapan Dian
Dian membuka kotak merah itu terlihat sebuah cincin dengan mata Swarovski kecil yang indah, simple dan cantik.
"ini untuk ku,?"
"iya, bagaimana,?"
"anggaplah cincin ini sebagai ungkapan aku melamar mu, dan saat menikah nanti akan ada cincin lain yang juga menemani cincin pertama ini.!"
"aku pasti gak boleh menolak kan,,?!"
"ha-ha-ha,, kamu tau aja.aku paling tidak suka penolakan."
Tomy meraih tangan Dian dan menyematkan cincin itu di jari nya.
__ADS_1
"terimakasih,,!"
"aku yang berterima kasih karena kamu sudah memberikan aku Ricky, dan juga merawat nya sampai menjadi pintar seperti sekarang, walau aku tau kamu mengajari Ricky hal hal konyol.!"
"gak ko, aku gak ngajarin Ricky hal aneh,!"
"oiya, lalu siapa yang memberi tahu Ricky jika papa nya seorang pelaut,?!" Tomy mendelik kan matanya
"he-he-he itu,,!"
"terus kenapa kamu bilang aku sedang menangkap ikan hiu, kamu pikir aku pasang hiu.?!"
"ha-ha-ha,,,!! ya maaf aku kan gak tau setelah berpisah waktu itu gak pernah tau kabar mu lagi.!"
"iya, tapi kan kamu bisa ngarang yang lebih bagus dikit lah.!"
"kak Tomy bisa ngambek juga ya,, hi-hi-hi lucu, persis Ricky kalau lagi ngambek."
"sudah malam bagaimana kalau aku antar kamu pulang, sebelum Ricky mencari mu.!"
"ayo lah,!"
Mereka keluar menuju parkiran dan bersiap pulang kerumah Dian. Tak lama kemudian mereka sampai dirumah, Tomy berpamitan pulang setelah mengembalikan Dian dengan selamat di depan orang tua nya.
__ADS_1
Tomy yang juga sudah keluar dari rumah Dian terus menatap kedepan membayangkan kebahagiaan yang sebentar lagi akan dia dapatkan. Tomy bahagia bisa menjumpai Dian berikut Ricky, bahkan mereka akan menikah seminggu lagi.
*****