
* Ricky POV *
Here I am..
Kampus Dian..
Ya, aku datang kemari karena memang ingin menemuinya. Gadis polos pembohong ulung ku itu..
Setelah dari sekolah Ricky,, aku melajukan mobilku ke arah kampus Dian. Jangan tanyakan mengapa aku tahu letak kampusnya, karena aku memang membayar mata-mata untuk menyelidiki semua tentang Dian. Bahkan sekolah Ricky pun aku tahu dari mata-mata yang ku sewa.
Setelah tiba di parkiran, aku menunggunya dan mengawasi mobil mini coopernya yang berwarna biru muda itu. Aku mengingat dengan jelas plat nomer mobilnya, jadi aku menunggu di parkiran sambil membalas chat beberapa clienku. Ketika aku asyik berselancar di dunia maya, aku di kejutkan oleh sapaan mantan kekasih SMA ku.
Siska.
Wanita yang membuat ku susah move on beberapa waktu yang lalu.
Ternyata dia mahasiswi kampus ini juga?
Dia menyapaku dan menanyakan urusanku di kampus ini, dan aku menjawab rahasia yang dibalasnya dengan memutar bola matanya malas sehingga membuatku tertawa karena berhasil menjahilinya. Dan debaran yang beberapa waktu lalu kurasakan untuk Siska, sudah tak terasa lagi saat ini saat aku melihatnya.
Bahkan kami bisa berbincang santai tanpa aku merasakan perasaan sakit lagi karena tak dapat memilikinya. Tak berapa lama kami berbincang, ponsel Siska berdering dan aku sudah bisa menebak pasti suami posesif sialannya yang menelpon karena Siska mengisyaratkanku untuk tidak membuka suara. Siska pamit karena sudah ditunggu supir pribadi keluarganya dan aku mengiyakan sambil melambai padanya.
Ketika pandanganku kedepan, aku melihatnya..
Gadis penggodaku..
Dia sedang berbincang dengan seorang mahasiswa yang menahan lengannya.
Tiba-tiba rasa panas menjalar di sekujur tubuh melihat tangan pria lain menyentuh milikku!
Aku menghampirinya dan sayup-sayup ku
dengar percakapannya dengan mahasiswa sialan itu!
"emm.. Kenapa emangnya kak?" suara lembut Diam mengalun indah di pendengaran.
"ya.. Ya.. Kalo gak ada acara.. Gw mau ngajak lo jalan" aku mendengar jawaban si mahasiswa sialan itu.
Apa dia bilang?? Ngajak jalan??
Jangan bermimpi Dude!!
Aku tidak akan membiarkan milikku direbut orang lain!
"gimana ya.. Maaf kak, Dian gak bisa" tolak Dian
__ADS_1
Bagus Sayang!! Memang seharusnya itu yang kamu ucapkan, karena kalau kamu menerima ajakan si pria itu, aku akan menghalanginya.
"oh.. Udah ada janji ya? Trus bisanya kapan?"
What???
Apa si ******* ini tidak tahu arti kata menyerah??!!
Sudah jelas-jelas Dian menolaknya, masih saja bertanya!!
Dasar brengsek!!
"Kay.."
"kamu sudah selesai kuliahnya, Hon?"
Aku menarik pinggang rampingnya dan menekannya lembut.
Sial..
Kenapa sih dia tidak pernah memakai pakaian yang normal?
Kenapa dia harus seseksi ini dan memperlihatkan tubuhnya pada pria lain?
Baju turtleneck peach pas badan tanpa lengan dipadukan dengan rok jeans ketat diatas lutut serta tak ketinggalan sepatu Heels warna senada dengan bajunya.
Harus!!
Aku melihatnya melebarkan mata terkejut melihat kedatanganku.
"ehm.. Di.. Pacar kamu?" tanya mahasiswa di depan kami ini yang pegangannya sudah lepas dari lengan Dian.
Aku mendengar nada tak suka dari pertanyaan pria ini.
"ha?? Bu-bu-bukan.. Dia.."
"kenalkan.. Saya calon suami Dian"
Aku mengulurkan tangan pada pria didepan ku ini setelah berhasil menyela ucapan Dian yang tergagap. Aku merasakan tubuh Dian menegang karena ucapanku. Tapi aku tak peduli.
Memang aku akan menjadikannya istriku kok!
Bagaimanapun caranya!!
"o.. oh.. Jadi lo udah punya calon suami? Sorry.. Saya gak tau Bang" seru pria itu malu sambil membalas jabatan tanganku.
__ADS_1
Kami melepaskan jabatan tangan kami setelah beberapa saat, berbasa basi sebentar lalu pria itu pamit dan pergi dari pandangan.
Dian masih terdiam kaku di dekapanku ketika pria itu sudah tak terlihat.
"Di.. Pulang yuk.."
"tu-tunggu.. Kakak kok tadi bilang kalau kakak.."
"Di, ini udah jam satu dan aku lapar karena belum makan siang, bisakah kamu tunjukkan tempat makan yang enak di sekitar sini?" tanyaku menyela ucapan yang akan keluar dari bibir menggodanya itu.
Sial!!
Mataku tak bisa lepas dari bibirnya yang dibalur dengan lipstick merah menyala yang menambah kesan menggoda. Dian mengalihkan wajahnya kedepan karena sepertinya tersadar arah pandanganku pada bibirnya.
"ehm.. Di... Kita makan siang ya. Setelah itu aku antar kamu pulang"
"eh... Gak usah kak, Dian bawa mobil sendiri" ucapnya panik.
"aku gak terima penolakan, Dj! Mobilmu biar besok aja kamu ambil. Besok aku akan antar kamu kekampus" ucapku telak tanpa ingin di tolak.
Setelahnya, aku menarik pinggang Dian setengah menyeret agar mengikuti langkahku menuju mobil milikku. Dian mencoba memberontak dalam dekapan tapi langsung terdiam setelah aku berbisik tajam di telinganya.
"ikuti aku atau kita akan mengulang malam panas kita dulu dengan 'bercinta' di parkiran ini? Pilih mana, Hon ?" Aku tak peduli kalau terkesan memaksa, yang penting dengan bisikanku itu akhirnya Dian mengikuti langkahku tanpa memberontak kembali.
Kami menuju cafe terdekat karena aku ingin segera mengakhiri kecanggungan yang tercipta saat ini, Dian hanya diam, dan aku pun hanya memandangi wajahnya dari samping.
"kamu ingin makan apa Di,,?"
"apa aja kak,!"
Kami memesan menu makan berat karena ini siang, jadi butuh asupan pengganti dan tak lupa segelas es jeruk manis agar tenggorokan ku terasa segar karena sejak tadi mata ku selalu mengarah ke gundukan yang lumayan besar, sehingga berkali-kali aku menelan saliva ku.
Seperti ucapan ku, aku mengantarkan Dian pulang, sebenarnya mudah bagiku mengetahui alamat rumah Dian semudah aku mengetahui sekolah Ricky dan kampus Dian juga, tapi aku ingin gadis disebelah ku ini sedikit patuh padaku, walau seperti nya akan agak susah, tapi kali ini aku akan memaksanya.
"kak, mending antar aku kembali ke kampus aja,,! mobil ku disana dan aku bisa pulang sendiri kak,,!" Dian masih bersikeras menolak
"jadi kamu ingin mengulang percintaan kita di parkiran kampus mu Hon,,?!" kataku sambil menatap wajahnya
Dian yang semula berani saat ku tatap menjadi diam sehingga menimbulkan rona merah di pipinya, ingin rasanya ku mencium pipi itu.
"bukan gitu kak, rumah ku jauh,!" masih berusaha menolak
"jadi kamu merindukan aku, atau merindukan junior ku sayang,,,?!" jawabku enteng seenteng pikiran ku saat ini yang sebagian sudah mulai tidak fokus, efek junior mulai bangun.
Dian semakin membuang muka kearah jendela, semakin terlihat merona saat ku katakan junior, aku melihat mata nya melirik kearah bagian bawah celana ku.
__ADS_1
Aku suka melihat nya malu-malu,,
Dan apa tadi dia spontan menatap junior ku,,