Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Kejutan di ulang tahun Myli.


__ADS_3

Selamat membaca!!!


"Myli sayang, sudah wangi, cantik. Ikut ayah yuk, lihat mommy kamu." ucap Aril meraih tubuh Myli untuk di gendong.


"Na..na..naa," Myli berceloteh senang. Aril kemudian membawa Myli ke kamar Alea.


"Sore mommy, Myli sudah cantik, sudah wangi. Mommy nggak mau gendong Myli??" ucap Aril menirukan suara anak kecil.


"Al, aku mau cerita nih. Aku sedang dekat dengan seorang gadis. Aku merasa sangat nyaman bila didekatnya. Dia seorang pelayan cafe dekat kantorku. Setiap hari aku akan makan siang di cafe itu. Karena jika sehari saja aku tak melihatnya, rasanya aku tak punya semangat untuk beraktivitas seharian. Perasaan apa ini Al? Apa aku menyukainya? Ini belum genap satu tahun kepergian Keyla, apa aku segitu mudahnya berpaling ke lain hati?" Aril menceritakan apa yang membuatnya gelisah beberapa hari ini.


"Aku juga takut kalau orang tuamu dan kedua mertuamu kecewa padaku. Mereka sangat berharap aku bisa mencintaimu lagi. Tapi yang aku rasakan padamu saat ini, tidak lebih dari seorang kakak yang menyayanhmgi adiknya. Aku ingin tahu pendapatmu dulu. Kalau memang kamu mau, aku akan menjagamu sampai akhir hayatku."


Aril mengenggam jemari Alea berharap akan segera ada keajaiban untuk Alea bjsa segera bangun dari tidurnya.


"Myli, kita keluar ya. Biarkan mommy kamu istirahat."


Aril keluar dari kamar Alea. Sepeninggal Aril, jemari Alea terlihat ada pergerakan.


...


Hari hari dijalani Aril seperti biasa. Selalu pergi ke kantor atau sekedar mengecek hotel yang di kelolanya. Dan setiap pulang kerja atau hari libir Aril akan menghabiskan waktunya bersama dengan Myli.


Aril mencoba menahan dirinya untuk tidak lebih dekat dengan Ika. Hingga malah hubungan mereka terputus begitu saja, karena Ika pergi entah kemana. Tak pernah lagi menghubungi Aril pula.


Aril yang mungkin perasaannya belum terlalu dalam pada Ika pun jadi tak begitu merasa kehilangan.


Dua tahun sudah Alea koma, bertepatan hari ini adalah ulang tahun Myli yang kedua. Tuan Aran juga istrinya, membuat pesta kecil kecilan di rumahnya.


Yang di undang juga hanya beberapa orang saja. Keluarga Sanjaya, Aril dan bundanya juga datang, Nino, ada juga Pak Revan. Dan beberapa pekerja di rumah Tuan Malik juga Tuan Aran ikut bergabung agar suasananya lebih ramai.


Myli sedang didandani oleh mbak Asih. Memakai baju princess yang cantik, yang dibelikan oleh Aril kemarin.


Tokk tokk..suara ketukan pintu terdengar dan seseorang melongokkan kepalanya sedikit ke dalam kamar Myli.


"Ayah boleh masuk?" tanya Aril.


"Ayah," teriak Myli langsung melompat dari ranjang dan berhambur ke pelukan Aril.


"Myli cantik sekali. Myli suka bajunya?"


"Hm yah. Ili tuka ama bajunya, ili kayak plinses." Aril tertawa yang mendengar gaya bicara Myli yang masih cadel.

__ADS_1


"Iya, Myli memang princess di hati ayah dan semuanya." Aril mengecup kening Myli dengan bahagia.


"Ayo kita keluar, Kakek nenek dan kakek buyut sudah menunggu Princessnya ayah. Myli mau tiup lilin?" tanya Aril sambil menggandeng tangan mungil Myli keluar dari kamarnya.


"Mau mau." jawab Myli dengan cerianya.


Di ruang tamu, yang sudah di sulap menjadi tempat pesta ulang tahun untuk Myli terlihat meriah. Dengan hiasan balon balon dan bunga.


Saat semua sudah berkumpul, Nyonya Kartika memimpin lagu selamat ulang tahun untuk cucunya.


Myli di bantu oleh Aril, meniup lilin ulang tahunnya. Setelah sebelumnya mengucap permohonan yang membuat semua orang terharu mendengarnya.


*Ya Allah, Il**i tayang ma mom, Ili penen mom banun. maen ama Ili*.


Semuanya kagum dengan Myli, gadis kecil itu membuat semua hampir menumpahkan air matanya. Karena mendengar permohonan Myli.


"Sayang ayo potong kuenya." ucap Aril.


Myli dibantu Aril untuk memotong kue ulang tahunnya, yang dihias gambar princess di tengahnya.


"Myli, ayo berikan potongan pertama kuenya pada orang yang paling Myli sayang." pinta Aril.


"Ini buat ayah. Ili tayang ayah" Kuenya diberikan pada Aril. Myli kemudian mengecup pipi ayahnya.


Tanpa diminta lagi, Myli mengambil potongan kue lagi. Kemudian dia lari menjauh dari keramaian. Aril mencoba mengejar Myli, karena takut akan jatuh.


"Myli mau kemana sayang?" teriak Aril. Namun Myli tetap berlari.


Ternyata Myli masuk ke kamar Alea, Untunglah setahun lalu, Alea dipindahkan ke kamar lantai bawah. Karena Myli yang sudah bisa berjalan sering pergi sendiri ke kamar mommynya. Jadi dipindahkan demi keselamatan Myli agar tak naik turun tangga.


"Mom, Illi hali ini ulang tahun. Ili tayang mom. Ni Li bawain kue buat mom. Mom banun, Li penen main ama mom." ucap Myli yang berdiri di samping ranjang Alea. Sedangkan Aril mengamati yang Myli lakukan dari pintu.


Myli meletakan kue yang dibawanya ke meja. Kemudian gadis kecil itu menaiki ranjang Alea. Dia duduk di samping Alea. Myli mencium tangan mommynya. Kemudian merangkak mendekati kepala mommynya. Myli mencium kedua pipi dan kening Alea.


"Ili tayang ama mommy." Myli kemudian memeluk tubuh lemah mommynya itu. Lama sekali pelukannya.


Aril terharu melihat Myli, gadis kecilnya bisa segitu sayangnya pada ibunya.


Aril melihat sesuatu yang tak dapat di percaya. Terlihat air mata meleleh keluar dari sudut mata Alea. Perlahan tangan lemah Alea juga bergerak untuk membalas pelukan anaknya. Aril segera mendekat.


"Myli sayang, lihat mom bergerak. Mungkin permohonan Myli akan dikabulkan sama Allah." ucap Aril pelan sambil mengusap kepala Myli.

__ADS_1


"Benal ayah?" Myli tak percaya.


"Turunlah dulu sayang." Aril membantu Myli turun dari ranjang.


Keduanya mengamati tubuh Alea yang terus bergerak. Perlahan kelopak mata Alea terbuka.


"Yei, ayah. Mom banun." teriak Myli senang.


"Minum." ucap Alea lemah.


"Myli disini dulu ya. Ayah mau ambilin mom minum." ucap Aril , dengan setengah berlari dia menuju dapur untuk mengambil air. Disana ada bi Minah juga mbak Asih.


"Bi, tolong beri tahu semuanya kalau Alea sudah bangun. Saya akan kembali ke kamar Alea, dia haus." ucap Aril dengan membawa segelas air di tangannya.


"Alhamdulillah," ucap Bi Minah dan Mbak Asih bersamaan. Keduanya segera berlari ke ruang tamu untuk memberi tahu kabar baik ini.


Di kamar Alea.


"Mom, Ili tenang mom dah banun." Myli terus berceloteh riang di samping Alea. Alea hanya tersenyum karena tenggorokannya yang terasa sangat kering membuatnya tak bisa mengeluarkan suara.


Aril datang, membawakan segelas air.


"Myli, sebentar ya. Ayah mau bantu mom untuk minum." Aril menggeser tempat berdiri Myli. Aril meraih tengkuk Alea dan membantunya meminum airnya.


Alea sepertinya kehausan, air segelas penuh tandas dengan segera. Aril meletakan gelas kosong itu ke meja.


Aril merasakan bajunya ditarik tarik. Aril menoleh ke sampingnya yang ada Myli.


"Ayah, Li penen duduk tama mom." pinta Myli.


"Iya sebentar sayang." Aril kemudian meraih tubuh mungil Myli dan diletakan di samping Alea.


"Ril, Ayah? Mom? apa maksudnya?"


☘️☘️☘️☘️☘️


Mau tahu gimana reaksi Alea mendengar kebenarannya...


Lnjut yuk ke part selanjutnya..


Terima kasih yang sudah mau baca..tinggalkan jejak like komen dan vote kalian ya..

__ADS_1


love you forever readers..😊😊😊😘😘😘🤗🤗🤗


__ADS_2