Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Jalan jalan


__ADS_3

Di kamar lain,


Ika terlihat sedang tersenyum bahagia. Selalu seperti itu jika sedang berkirim pesan dengan mas Arilnya. Iya mas Arilnya, karena Ika sudah yakin akan perasaannya. Dan Ika juga mengetahui tentang perasaan Aril padanya, karena Alea sering cerita perihal Aril yang sudah mencintai dirinya sejak lama. Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk saling mengungkap kan perasaan masing masing.


"Mas Aril, aku mencintaimu. Sebentar lagi, aku akan jujur akan identitas aku." Ika bergumam sendiri.


....


Keesokan harinya,


Bimo sudah berada di depan rumah Alea tepat jam 10 pagi. Bimo turun dari mobilnya. Di dalam rumah, Myli yang sedang bermain di ruang depan mendengar ada mobil masuk ke pelataran rumah. Dia langsung berlari keluar mencari tahu siapa yang datang.


Saat Myli melihat Bimo turun dari mobil, Myli langsung menghambur ke Bimo.


"Om Bimo.." teriak Myli sambil berlari.


"Myli." balas Bimo.


Bimo langsung menangkap Myli dan mengendongnya. Bimo senang bisa dekat dengan Myli.


"Myli om kangen banget sama kamu." Bimo menciumi wajah Myli dengan gemas.


"Ili juga kangen.." Myli balas ciuman Bimo.


"Mom mana?" tanya Bimo kemudian sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


"Mom masak om."


"Benarkah? Kenapa gadis cantik ini tidak bantuin momnya?" goda Bimo sambil mencubit dagu Myli.


Myli hanya tertawa kecil saja. Myli menunjuk dimana dapurnya, Bimo mengikuti arahannya.


"Pagi.." ucap Bimo saat sudah berada di dapur.


"Pagi juga. Hei Bim, kamu sudah sampai saja. Memang jam berapa sih ini." Alea terkejut dengan kedatangan Bimo. Alea langsung melihat ke arah jam dinding. Lalu menepuk dahinya sendiri.


"Maaf ya, memang aku yang kesiangan. Sebentar aku selesaikan dulu memasaknya. Tidak apa kan?" Alea mengiba.


Bimo tersenyum melihat wajah Alea yang tampak cantik dengan tampilan rumahannya yang sederhana. Peluh yang sedikit membasahi keningnya akibat memasak. Wajah natural tanpa terpoles make up tak membuat pesona dirinya berkurang, malah menurut Bimo semakin bertambah.


"Iya tidak apa, lanjutkanlah." jawab Bimo kemudian. Alea juga tersenyum lalu melanjutkan kegiatan memasaknya.


Bimo menurunkan Myli dari gendongannya.


"Myli main dulu ya, om duduk disini dulu nungguin mom Myli. Ok?" Bimo mengangkat sebelah tangan mengajak Myli tos. Myli membalasnya dan menepuk tangan Bimo kemudian berlari keluar dari dapur.


Bimo duduk di kursi di dekat meja dapur, mengamati setiap gerakan Alea yang telaten dalam memasak. Terlihat beberapa masakan sudah siap, banyak masakannya namun dapur tetap rapih. Bimo semakin kagum melihatnya.


Alea menangkap tatapan Bimo yang mengarah ke masakannya.


"Mau coba?" tanya Alea kemudian.


"Memang boleh?" tanya Bimo memastikan.


"Tentu saja, aku memang memasak untukmu." Alea menyadari ucapannya, langsung saja dia menutup mulutnya yang keceplosan. Walau pelan dia berbicara, dia takut kalau Bimo mendengar ucapannya.


"Apa kau mengatakan sesuatu?"


Alea mengalihkan perhatian dengan segera mengambil piring.


"Iya, aku bilang tentu saja kau boleh mencobanya." jawab Alea sambil mengambil sedikit masakannya dan menaruhnya di piring.


"Ini cobalah." Alea menyerahkan piring berisi makanan. Bimo dengan antusias langsung mencoba masakan Alea. Rasanya benar benar lezat di dalam mulut Bimo. Senyum terus terukir di bibir Bimo sambil terus mengunyah makanan.


"Ini enak sekali Al, lezat." puji Bimo.


Alea senang mendengar bahwa Bimo menyukai masakannya. Seperti dulu suaminya yang selalu memakan masakannya. Alea menata masakannya pada rantang piknik. Iya, Alea tidak terlalu suka jajan sembarangan karena akan jalan jalan di waktu makan siang jadi dia membawa bekal saja.

__ADS_1


Selesai menata makanan, Alea pamit untuk bersiap. Sedang Bimo masih saja menikmati makanan yang diberikan lagi oleh Alea. Dengan senang hati Bimo langsung menyantapnya.


Setelah menunggu 15 menit, Alea sudah turun menemui Bimo yang masih duduk di dapur.


"Ayo berangkat." Alea sudah berdiri di samping Bimo, dengan baju casual dan make up natural menambah kecantikan ibu muda ini dimata Bimo.


Bimo sempat terpana sebentar, lalu dengan segera dia menyadarkan dirinya sendiri.


"Baiklah, ayo." Bimo kemudian beranjak dari duduknya.


Alea masuk ke area dapur lagi, mengambil rantang piknik yang dia siapkan tadi. Bimo menunggunya kemudian berjalan bersama keluar.


"Myli sayang, ayo berangkat." ucap Alea ketika mendapati Myli sedang asik main lego di ruang tamu dengan mbak Asih.


"Ok mom." Myli berdiri.


"Daa mbak Asih." ucap Myli kemudian melambaikantangannya kepada mbak Asih.


"Selamat bersenang senang nona Myli." mbak Asih membalas lambaian tangan Myli.


Myli langsung digendong oleh Bimo.


"Bim, jangan terlalu sering menggendong Myli." tegur Alea.


"Memang kenapa?" Bimo tak mengindahkan teguran Alea dan tetap menggendongnya berjalan lebih dulu keluar. Alea segera mengikuti langkah Bimo.


"Nanti Myli jadi manja, kemana mana minta gendong." terang Alea.


"Tidak akan." Bimo tak menghiraukan Alea.


"Myli anak pintar kan. Hem? Kalau sama om Bimo boleh di gendong terus tapi kalau dengan yang lain tidak boleh ya. Kasihan mom nanti capek kalau harus gendong Myli terus. Ok?" Bimo menatap Myli.


"Ok om." jawab Myli dengan sumringah.


Ketiganya langsung masuk ke dalam mobil Bimo. Myli duduk di pangkuan Alea. Myli tampak bahagia, dan tidak sabar untuk pergi jalan jalan.


Bimo menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju taman kota. Tak lama Bimo sudah memarkirkan mobilnya diparkiran taman.


Bimo segera keluar dari mobil dan memutari mobilnya membukakan pintu untuk Alea. Bimo meraih tubuh Myli terlebih dulu sebelum Alea turun dari mobil. Setelah keluar dari mobil, Alea mengambil rantang pikniknya. Sedang Bimo ke bagasi untuk mengambil tikar lipatnya.


Bimo dan Alea berjalan bersama, menyusuri jalan setapak yang berada di taman. Keduanya mencari tempat yang cukup teduh untuk duduk. Alea menggelar tikarnya di bawah pohon yang cukup teduh. Sedang Myli dan Bimo langsung bermain di permainan yang memang disediakan di taman itu.


Alea hanya duduk saja mengamati kedua bermain. Sungguh ini adalah pemandangan yang sangat dirindukan Alea. Kapan dia bisa menikmati ini setiap hari, pikir Alea.


Bimo sangat menikmati waktu bermain dengan Myli. Bimo baru beberapa kali bertemu dengan Myli sudah merasa sangat menyayangi anak cantik ini.


Di tempat lain,


Aril juga tengah menikmati waktu berduanya dengan Ika di sebuah restoran yang bertema alam. Meja kursinya ditata di tempat terbuka yang berada di pinggiran danau. Jarak antara meja lumayan jauh, sehingga tidak begitu terganggu dengan tamu yang lainnya.


Aril berencana untuk menyatakan cintanya pada Ika, karena dorongan dari Alea yang sering dimintai olehnya saran untuk mendekati Ika.


Setelah menghabiskan makannya, Aril mengajak Ika berjalan mendekat ke dermaga kecil yang sengaja di buat oleh pihak restoran untuk tempat foto foto bagi pengunjung.


Menikmati pemandangan danau alami itu, Aril meraih kedua tangan Ika yang membuat Ika jadi beralih memandang Aril.


"Ika,." panggil Aril sedikit gugup.


"Hem," jawab Ika dengan lembut.


"Sudah cukup lama aku memendam perasaan ini. Aku takut kalau aku mengatakan ini dari dulu, bagimu pasti terlalu cepat. Dan sekarang aku yakin pada perasaanku. Aku mencintaimu." ucap Aril menatap intens kedua mata indah Ika.


Ika tak mampu berkata kata, tak menyangka Aril akan menyatakan cintanya hari ini. Ingin sekali Ika langsung menjawab bahwa dia juga sangat mencintainya juga. Namun identitasnya saja belum diungkapkan pada Aril. Dia tak ingin menjalin hubungan dengan ketidak jujuran.


"Mas Aril,..A..aku.." Ika menjadi gugup sekali.


"Kenapa? Aku apa?" tanya Aril kemudian.

__ADS_1


"Aku juga mencintaimu mas Aril. Tapi.." Ika masih ragu untuk mengatakannya.


Aril tampak tenang menunggu Ika berbicara. Tapi sungguh hatinya begitu bahagia ketika mendebgar kalau Ika juga mencintainya.


"Tapi selama ini aku sudah membohongi mas Aril." Ika menheda ucapannya, dia membalas tatapan Aril lalu memejamkan keduamatanya, berharap ada cukup keberanian untuk mengucapkan identitasnya.


"Aku akan jujur, sebenarnya aku adalah anak tuan Zian. Rekan bisnis tuan Malik juga pemilik perusahaan tempatku bekerja." Ika masih tak berani menatap Aril.


Aril tersenyum dalam diam, kemudian dia melepas satu genggaman tangannya. Aril meraih dagu Ika dan membuat Ika jadi menatapnya.


"Hanya itu?" tanya Aril kemudian tersenyum.


"Haa," Ika tak mengerti.


"Hanya itu yang ingin kamu katakan?" Aril memperjelas pertanyaannya. Ika mengangguk.


Aril tertawa kecil membuat Ika semakin heran.


"Aku sudah tahu itu. Jadi sekarang tidak masalah bukan.." Aril kemudian berlutut dengan satu kaki, merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah kotak perhiasan.


"Maukah kamu menikah denganku, dan menjadi ibu dari anak anakku kelak??" Aril menyodorkan kotak perhiasan yang gelah dibukanya. Terlihat sebuah cincin putih yang terdapat satu berlian indah ditengahnya.


Ika sangat terkejut, Aril melamarnya langsung biasanya jika orang menyatakan cinta akan menjadikannya kekasih, tapi Aril berbeda. Dia langsung dilamar untuk dijadikan seorang istri.


Ika mengingat keluarganya yang mendukung hubungannya dengan Aril. Jadi dia juga sudah yakin dengan perasaannya juga keputusannya yang akan dia ambil.


"Iya mas Aril, aku bersedia." jawab Ika kemudian.


Aril sangat bahagia mendengar jawaban Ika. Lalu segera memasangkan cincin yang dibawanya itu pada jari manis Ika. Setelah cincin itu terpasang, Aril kemudian mengecup tangan Ika. Seketika langsung terdengar tepuk tangan yang riuh, ternyata Ika tak meyadari jika ada banyak orang yang memperhatikan mereka. Aril mengundang orang tua Ika juga orang tuanya.


Awal perdebatan Aril dengan ayahnya yang tidak setuju hubungan Aril dengan Ika yang dia ketahui hanyalah seorang kaeryawan biasa membuat Aril berada dalam batas kesabarannya.


Setelah bertahun tahun Aril selalu menuruti kemauan ayahnya untuk memilih pendamping hidup, kali ini Aril tak menghiraukan ayahnya lagi. Tanpa harus mengatakan identitas sesungguhnya seorang Ika pada ayahnya. Aril mengancam akan pergi dari rumah selamanya jika ayahnya itu tidak mau mengubah pandangannya. Arim juga taka akan peegi sendirian, dia akan mengajak bundanya juga.


Aril mengetahui identitas asli Ika sejak mulai mejalin kerja sama dengan tuan Zian, sedikit banyak tentu ada informasi yang masuk lewat anak buah Aril saat mengurus pembangunan rumah tuan Zian. Karena sesekali tuan Zian mengajak Ika untuk mengunjungi pembangunan rumahnya.


Kembali pada ayah Aril, setelah beberapa hari saling mendiamkan. Akhirnya ayahnya yang mengalah, ayahnya memberi restu pada hubungan anaknya itu. Dan mencoba mengubah cara berfikirnya juga pandangannya soal harta dan tahta.


Dan saat ini, kedua orang tuanya yang turut hadir dalam acara lamaran kejutan yang disiapkan Aril ini.


"Papa, mama. Orang tuanya mas Aril juga." ucap Ika terkejut.


"Iya, aku memang sudah menyiapkan ini semua untuk kamu." sahut Aril.


"Secara tidak langsung, kedua orang tua kita juga sudah memberi restunya pada kita saat memutuskan untuk hadir disini. Jadi kapan kita akan menikah?" tanya Aril hanya ingin menggoda Ika.


"Emm, maaf mas Aril. Aku belum tahu. Aku ingin menyelesaikan masalah perusahan terlebih dahulu." jawab Ika kembali menundukan kepalanya.


"Aku hanya bercanda, aku akan menunggu kesiapanmu. Aku sudah menunggu dua tahun bukan. Jadi menunggumu lagi hanya beberapa bulan saja mungkin tak akan jadi masalah." jawab Aril membuat keduanya saling melempar senyum kebahagiaan.


"Terima kasih mas. Aku mencintaimu."


"Aku lebih mencintaimu. Aku akan melakukan apapun asal kamu bahagia. Ayo kita bergabung dengan mereka." ajak Aril kemudian menghampiri orang tua keduanya yang sibuk berbincang sambil menyantap makanan yang sudah tersaji.


Terdengar pembicaraan mereka oleh Aril dan Ika, mereka membahas rencana pernikahan yang akan menyatukan dua keluarga ini dengan penuh kebahagiaan. Tak terlihat ayah Aril yang biasanya angkuh. Yang terlihat adalah ayahnya yang sangat menyayangi putranya. Yang menginginkan kebahagiaan bagi putranya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Hai hai gaes, sorry ya, aku up nya lama banget.. Lagi sibuk nih sama kerjaan. Tubuh juga kurang fit, jadi habis kerja langsung tepar.


Selalu dukung aku ya, like komenmu selalu ku tunggu..OK👌👌👍👍👍


vote ataupun tips mau banget.. sangat berharap malah😁😁😁


jika berkenan beri hadiah bunga donk🙏🙏🙏


terima kasih yang sudah selalu membaca karyaku yang pertama ini.. jika lancar awal april ini novelku akan aku tamatkan..

__ADS_1


love you readers setiaku..😘😘😘 bye👋👋


__ADS_2