Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Emosi Ayah


__ADS_3

"Astaga,,, jadi laki-laki yang ada dibawah dirumah ku itu, gak bisa dibiarkan, aku harus menemui nya..!!" ayah langsung keluar kamar menuju ruang tamu.


Masih terlihat disana pria itu sedang ngobrol dengan Dian juga ibu nya.


"Tomy Rafael,,,!!!" teriak ayah murka


Spontan semua kepala dan mata menoleh juga menatap kearah suara berasal, ayah berdiri masih didepan pintu kamar, berjalan mendekati ruang tamu, ibu sudah ikut berjalan menyusul ayah karena melihat muka ayah berubah seram.


Tomy yang disebut pun berdiri, hingga Dian pun ikut berdiri kaget tak menyangka ayah akan memanggil laki-laki didepan nya, dengan jelas dan teriak.


OMG,, apakah ayah tau,,!!!


Ya Tuhan gimana ini, ayah jangan marah


please,,!!


Tapi sayangnya Dian hanya bisa berdoa dalam hati, karena takut melihat berubah nya muka ayah.


Ayah terus berjalan hingga berhadapan dengan Tomy, yang hanya berjarak 1 meter saja, ibu dengan setia mendampingi disamping ayah, berusaha menenangkan ayah, sementara Dian dibelakang punggung ayah.


"iya om, saya Tomy Rafael laki-laki yang dulu pernah mengambil kehormatan anak om Dian semasa sekolah, sampai membuat saya frustasi karena langsung ditinggal oleh Dian, hingga membuat saya menenangkan diri keluar negeri,,!" Tomy menjatuhkan tegas tanpa takut


Bukannya mendapat balasan jawaban, Tomy justru mendapat kan balasan pukulan telak di pipi Tomy, hingga membuat Tomy terduduk di sofa. Ayah semakin murka menarik kerah kemeja Tomy mengangkatnya dan memukul perut Tomy, lagi lagi Tomy terjatuh kembali ke sofa.


Dian dan ibu kaget dengan kejadian yang tiba-tiba. Dian langsung berdiri menghalangi ayah sebagai tameng untuk Tomy.


"Ayah udah yah,,sabar yah, jangan marah-marah nanti darah tinggi ayah naik,,!!" ibu berusaha menenangkan dengan mengelus punggung ayah

__ADS_1


"ayah stop yah, kasian kak Tomy yah, maafkan kak Tomy yah,!" isak Dian mulai terdengar sambil membantu membangunkan Tomy.


"ayah duduk, sini,,!" ibu masih tetap berusaha membuat ayah tenang.


Dian menatap Tomy, yang masih meringis kesakitan hasil pukul ayah, tanpa diduga Tomy bersujud di paha ayah.


"maafkan saya om, maafkan kelakuan saya dimasa lalu om, saya ingin memperbaiki semuanya om, ijinkan saya menebus kesalahannl saya om, saya mencintai Dian, saya ingin menikahi Dian om,, saya mohon restui saya bersama Dian om,,!!" Tomy memohon restu dari ayah Dian wanita yang kini dia inginkan mendampingi hidupnya.


Ayah Dian masih diam tak bergeming, ibu pun tak menyangka jika pria dihadapannya ini adalah, pria yang membuat anaknya hamil hingga menjalani hidup diluar normal. Jadi pria ini yang selalu ada dibuku catatan Dian.


Ibu Dian, meski tak banyak bicara tapi termasuk ibu yang pengertian, ibu yang sayang keluarga, ibu yang selalu ingin kedamaian dirumah, makanya dulu saat tau Dian hamil, ayah marah besar hingga hampir mengusir Dian tapi berkat ibu akhirnya ayah bisa menerima Dian dan anaknya bahkan bisa dibilang ayah yang paling memanjakan cucunya.


Saat putri-putrinya pergi, ibu selalu memeriksa kamar semua anaknya, sama seperti Dian dan yang lain, ibu tak pernah menemukan foto laki-laki dilamarnya, kecuali foto Ricky dikamar Dian. hanya saja ibu pernah membaca buku catatan dagang online Dian, bagian belakang banyak terdapat tulisan Tomy dan Tomy yang entah berapa banyak Dian tulis.


Sejak itu ibu hanya berasumsi Dian sedang jatuh cinta dengan pria bernama Tomy, karena sejak hamil sampai sekarang Dian tidak pernah memberi tahu siapa pria yang sudah menghamili nya.


"saya mencintai Dian om, Tante, saya bersumpah akan menebus kesalahan saya dimasa lalu dengan menjadikan Dian wanita paling bahagia bersama saya,,!" Tomy membujuk ayah


"kamu sudah membuat Dian, hamil sampai dia tidak bisa melanjutkan sekolah seperti gadis lainnya, Dian harus sekolah paket C, itu karena kamu,,!" teriak ayah


"gak yah, bukan kesalahan kak Tomy sepenuhnya yah, Dian juga salah yah, Dian yang menyerahkan kehormatan Dian kepada kak Tomy ya,, karena Dian cinta kak Tomy yah,,!" Dian mulai menangis


Ayah memang tegas, tapi berhati lembut, tak akan bisa melihat keluarga nya bersedih bahkan sampai menangis.


"sudahlah yah, itu masa lalu yang pahit untuk Dian, mungkin memang takdir Dian harus berjalan seperti ini yah, sekarang kan Tomy pun sudah disini, sudah mengakui kesalahannya bahkan berniat menikahi Dian yah, lagi pula ibu lihat dia memang sangat mencintai Tomy yah, buktinya sampai sekarang Dian gak pernah bawa laki-laki kerumah, ibu lihat juga Dian banyak sekali menulis kata Tomy di buku catatannya, iya kan Di,, kamu masih mencintai Tomy kan,,?!" ibu bicara panjang lebar setelah dari tadi diam mendengarkan.


"ii,, iya Bu, dari dulu Dian sudah mencintai kak Tomy Bu, seandainya sekarang pun Dian tidak berjumpa dengan kak Tomy, Dian tak jadi masalah Bu, karena Dian sudah punya Ricky, buah cinta Dian dengan kak Tomy. tapi ternyata Tuhan masih memberikan kesempatan Dian untuk merasakan indahnya berumah tangga seperti ibu dan ayah, sehingga Tuhan kembalikan kak Tomy pada Dian.!" Dian akhirnya mengakui isi hatinya

__ADS_1


"lalu bagaimana dengan Siska,,!" suara ayah masih datar dan tegas.


"saya dan Siska sudah tidak memiliki hubungan apa-apa om,Tante, selain sebatas teman, karena sejak saya tau Dian pergi saya merasa kehilangan hidup saya om,!" jawab Tomy


"bagaimana ayah,, apakah ayah merestui Dian dan Tomy menikah,,?!" tanya ibu sambil mengusap punggung ayah


"besok siang bawa orang tua mu datang kesini, aku ingin kenal dengan mereka,!" jawab ayah dengan muka yang sulit dipahami


"baik om, besok saya akan mengajak kedua orang tua saya datang kesini, untuk bertemu dengan om,!" Tomy menjawab tegas


"oke Nak Tomy, kalian ngobrol yang santai ya, ibu mau ajak ayah kedalam, Dian bantu Tomy bersihkan luka nya ya..!" ibu mengangkat tangan ayah untuk bangun dari sofa


"iya Bu,!" Dian berjalan kedalam mencari obat merah dan plester


"ingat kamu, saya hanya beri kamu satu kesempatan, kalau sampai kamu menyia-nyiakan kesempatan yang saya berikan, jangan harap hidup mu akan tenang,!" ayah mengancam dengan tegas


"Tomy, Tante hanya minta kamu sebagai laki-laki dewasa, jangan mengecewakan om dan Tante,,!" ibu tersenyum


Tomy mengangguk kan kepala " Tomy bersumpah om Tante, akan membahagiakan Dian dan Ricky.!"


Tak lama Dian kembali dengan membawa obat.


"sini lihat, pipi mu,!" Dian membalikan pipi yang dipukul ayah menghadap kearah nya.


"pelan-pelan ya, agak perih soalnya,!" Tomy yang tidak bisa melihat keadaan pipi nya hanya merasakan perih dibagian pipi


"ujung bibir kamu kena cincin akik ayah,, he-he-he makanya agak robek dikit deh, maaf in ayah ya kak,,!" Dian terkekeh tapi juga lesu

__ADS_1


__ADS_2