
"Sayang aku ingin design sendiri bajunya boleh?" pinta Alea. Deni memandang lekat Alea.
"Tentu saja boleh. Tapi kamu juga harus ingat. Pernikahan kita hanya tinggal satu bulan lagi, apakah cukup bagi mereka untuk membuat baju baru?" tanya Deni.
"Iya juga ya," Alea jawab dengan tidak semangat.
"Tapi nanti kita coba tanya dulu, kalau saja mereka sanggup. Kamu boleh mendesign sesuka hatimu." lanjut Deni.
Sudah sampai di butik rekomen dari Mama Deni. Butik Zahra namanya.
"Wah besar sekali butiknya." ucap Alea sambil ternganga kagum.
"Sayang ayo masuk." ajak Deni meraih tangan Alea.
"Ahh, iya." Alea tersadar dari kagumnya.
Keduanya masuk ke dalam butik itu. Mereka disambut oleh seorang pegawai. Deni memperkenalkan dirinya dan mengutarakan maksud tujuannya.
"Mbak, saya Deni Angga Sanjaya, beberapa hari yang lalu mama saya yang membuat janji temu dengan nyonya Zahra. Tapi baru hari ini saya sempat untuk datang. Kami ingin memesan baju pernikahan." ucap Deni.
"Baiklah, saya akan memberitahu nyonya dulu. Anda silahkan duduk dulu." ucap pegawai itu kemudian pergi ke lantai atas.
"Butiknya besar ya sayang. Baju designnya juga bagus bagus." ucap Alea kagum dengan koleksi baju butik tersebut.
Tak lama seorang wanita yang berpenampilan sangat anggun dan cantik, menghampiri mereka berdua diikuti oleh pegawai tadi.
"Selamat siang." sapa wanita itu.
"Selamat siang nyonya." balas Deni dan Alea.
"Saya Zahra, Jadi anda anak dari Nyonya Malik?" Zahra menyalami Deni dan Alea.
"Iya benar nyonya, kami ingin memesan gaun pernikahan dengan design sendiri apakah bisa?" tanya Deni to the point.
"Sebenarnya itu sulit tuan, bukankah nona Alea membutuhkan tiga gaun. Karena kemarin yang dijelaskan oleh Nyonya Malik seperti itu. Kalau semua membuat baru kemungkinan waktunya tidak cukup tuan. Tapi kalau hanya satu gaun saja mungkin bisa." jelas Zahra.
"Bagaimana sayang?" tanya Deni pada Alea.
"Tidak apa apa, memang design ku hanya satu." ucap Alea diiringi senyum manis.
"Kenapa tidak bilang dari tadi?" tanya Deni yang merasa sia sia saja tadi telah mencoba nego dengan nyonya Zahra.
"Kamu nggak nanya." jawab Alea santai.
"Anda dengar sendiri kan nyonya, jadi perlihatkan koleksi anda pada calon istri saya." ucap Deni datar.
"Baiklah, mari ikut saya."
Zahra membawa mereka ke suatu ruangan.
__ADS_1
"Nah inilah tempat koleksi saya tuan dan nona. Khusus untuk gaun pernikahan. Anda silahkan melihat lihat, ada banyak model disini, dari yang sederhana namun tetap anggun sampai yang mewah. Nona silahkan pilih beberapa yang mungkin ingin anda coba."
"Iya terima kasih." ucap Alea.
Alea mulai memutari ruangan tersebut, sedang Deni duduk manis di bangku sambil memainkan ponselnya. Kemudian Zahra bertanya.
"Tuan bagaimana dengan model baju anda, apa tidak ingin melihat lihat juga?"
"Oh tidak perlu, anda yang pilihkan saja yang serasi nantinya dengan pilihan Alea." jawab Deni kembali fokus memainkan ponselnya.
Tak berapa lama, Alea yang tadi ditemani seorang pegawai sudah datang membawa beberapa gaun.
"Sayang, aku coba dulu ya, nanti kamu nilai apakah cocok atau tidak." ucap Alea membawa gaunnya ke ruang ganti. Deni mengangguk saja.
Setelah lima menit, keluarlah Alea memakai gaun sederhana. Deni menilai gaunnya terlalu sederhana. Deni menyuruh untuk mencoba gaun lainnya.
Sebentar saja, Alea kembali keluar memakai gaun yang berbeda. Kali ini Deni memuji penampilan Alea.
"Sayang aku suka gaun ini, simple tapi tetap elegan. Gimana menurut kamu?"
"Iya aku juga suka. Aku pakai gaun ini saja untuk akadnya." jawab Alea.
"Ok, cobalah yang lain lagi." pinta Deni. Alea mengangguk saja, dan pergi kembali ke ruang ganti.
Setelah beberapa kali berganti gaun, mereka berdua memilih satu gaun lagi. Yang akan digunakan Alea setelah acara akad dan untuk gaun malam resepsinya Alea meminta dibuatkan seperti design yang dia punya. Nyonya Zahra menyetujuinya.
"Baiklah nona dan tuan, nanti jika bajunya telah siap. Akan saya hubungi anda untuk fitting baju."
"Terima kasih tuan dan nona atas kunjungannya." ucap Zahra sedikit membungkukkan badannya.
Deni dan Alea balas membungkukan badan kemudian pergi dari butik itu.
Di dalam mobil.
"Kita langsung pulang?" tanya Alea.
"Jajan dulu yuk, di depan sana kan ada taman. Pasti banyak penjual makanan. Gimana?"
"Iya sudah, aku pengen es serut nih."
"Iya kita lihat saja, ada apa tidak. Kalau tidak ada jangan ngiler ya." kata Deni menggoda Alea.
"Emang aku ngidam apa." ucap Alea dan mengerucutkan bibirnya.
"Haha, sudah sampai. Ayo turun."
Deni dan Alea mulai mengitari taman itu, mencoba berbagai panganan murah meriah disana. Dari telur gulung, cilok, somay dan lainnya.
"Kapan kapan kita kesini lagi ya yang. Aku senang disini. Nyaman tempatnya, apalagi ini banyak yang jualan makanan enak nan murah ini." ujar Alea yang masih mengunyah ciloknya.
__ADS_1
"Iya, asal kamu senang sayang." jawab Deni dengan mengelus lembut kepala Alea.
***Alea yang mencoba gaun untuk pernikahannya.
Yang ini untuk akadnya***.
Yang ini untuk acara setelah akad.
Kalau untuk resepsi malam harinya. Alea ingin seperti ini.
...
"Sayang, pulang yuk. Udah sore, takut mama kamu khawatir." ajak Deni.
"Hm. Ayolah, eh sebentar aku bungkus cilok lagi. Mama suka, apalagi sudah lama pasti mama nggak makan cilok."
"Iya sayang, bungkus sebanyak yang kamu mau. Asal jangan abangnya yang kamu bungkus." sahut Deni di iringi gelak tawanya.
"Huh, kamu tuh. Abang ciloknya udah tua, kalau masih muda kayak oppa korea pasti aku bungkus." Alea balas goda Deni.
Deni langaung mengerucutkan bibirnya, Alea jadi gemas melihatnya. Alea meraih kedua pipi Deni mencubit dan menggoyangkan kepala Deni ke kanan dan ke kiri.
"Aww sakit sayang." keluh Deni sambil mengelus kedua pipinya.
"Ya habis kamu gemesin. Sudah ayo pulang." jawab Alea santai menenteng bungkusan ciloknya.
Dalam perjalanan, senyum keduanya tak pernah memudar. Merasakan kebahagiaan yang sebentar lagi akan mereka raih.
Keinginan untuk hidup bersama sebagai suami istri akan segera terwujud dalam waktu dekat. Deni sangat bersyukur dan selalu berdoa agar tidak ada halangan untuk menuju hari bahagianya nanti.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Hahh senangnya novel pertama berhasil dikontrak,.
terima kasih noveltoon yang sudah mau memberi aku kesempatan untuk menjadi penulis...
terima kasih juga buat the readers setiaku love you full pokoknya..
selalu baca lanjutan ceritanya ya..
jangan lupakan tinggalkan jejak kalian..like komen vote juga boleh banget..
Kalau mau baca saja juga boleh..
__ADS_1
tambahkan novelku ke rak buku favorit kalian ya..