Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Diluar didalam


__ADS_3

"Sayang, kenapa tidak dilanjutkan saja yang tadi. Aku suka loh kamu raba raba aku begitu." ucap Bimo jujur.


Alea tidak menyahut bukan karena tidak mendengar ucapan Bimo namun karena dia pura pura tenang. Padahal mukanya sudah memerah, tak dipungkiri Alea juga merindukan tubuh Bimo berada dalam dekapannya.


Bimo yang tak mendapat jawaban, berinisiatif bertindak sendiri. Tanpa ijin dia langsung meraih pinggang Alea dan mendekapnya. Wajah Bimo tepat berada di dada Alea. Bimo terus menggerakan wajahnya, mempermainkan dua benda kenyal di dada Alea.


Alea mendesah kala tangan Bimo sudah menelusup ke dalam bajunya. Mulai meraba kedua gundukannya yang masih tertutup bra.


"Maass..sshh." desahan Alea semakin membuat Bimo terbawa gairahnya.


Dengan cekatan, menuruti nalurinya. Bimo menanggalkan baju juga bra yang digunakan Alea. Bimo seperti bayi yang kehausan, hingga membuat Alea semakin menegang karena hisapan yang dilakukan Bimo pada puncaknya.


Bimo yang merasakan juniornya semakin sesak ingin segera melepaskan celananya. Di angkatnya tubuh Alea lalu dibaringkan perlahan ke ranjang. Bimo tidak ingin kejadian di rumah sakit terulang kembali. Disaat sedang asik datang pengganggu kenikmatan mereka berdua. Jadi Bimo tak langsung ikut naik ke ranjang namun langsung berjalan ke arah pintu untuk menguncinya.


Bimo kemudian kembali mendekati ranjang, nampak Alea yang pasrah. Bimo naik ke atas tubuh Alea, memulai sentuhannya lagi pada tubuh Alea. Bibirnya terus menyusuri setiap jengkal leher dan tubuh bagian atas Alea yang polos. Membuat beberapa kissmark yang membuat Alea juga menginginkan yang lebih dari sentuhan itu.


Bimo segera melepaskan sisa pakaian yang masih menempel pada tubuh Alea. Melihat tubuh polos Alea, Bimo juga melepaskan celana pendek juga **********. Keduanya sama sama polos sekarang.


Bimo menatap Alea intens, meminta ijin untuk melakukan penyatuan dengannya. Alea mengangguk, Bimo tersenyum senang lalu segera bibirnya menyambar bibir Alea, **********. Sedang tangannya mengarahkan juniornya ke inti tubuh Alea.


Alea memekik tertahan saat benda keras menerobos masuk ke inti tubuhnya karena bibirnya masih dicium dengan buasnya oleh Bimo. Bimo melakukan dengan lembut, hingga Alea kembali rileks. Hanya kenikmatan yang kemudian keduanya rasakan.


Peluh membasahi keduanya, padahal kamar Bimo terdapat AC yang lumayan dingin namun tak membuat keduanya merasakan dingin akibat kegiatan panas mereka di atas ranjang.


Setelah hampir satu jam permainan mereka, akhirnya terhenti saat Bimo sudah melakukan pelepasannya di dalam. Bimo langsung tumbag ke samping Alea. Nafas keduanya sama sama terengah engah.


Saat telah tersadar, Alea mengingat kalau dirinya tidak memakai alat kontrasepsi.


"Mas, kenapa kamu keluarkan di dalam?"


"Memang kenapa sayang? Bukankah lebih enak didalam." Bimo tak mengerti kenapa Alea mempertanyakan itu.


"Bukan itu, aku tidak pakai alat kontrasepsi apapun. Bagaimana kalau aku hamil? ini juga tepat di masa subur ku." keluh Alea.


"Memang kenapa kalau kamu hamil sayang. Myli juga sudah dua tahun lebih. Jadi sudah pantas untuk punya adik."


"Mas, ingat kamu sebagai Bimo saat ini. Jika aku hamil, bukankah nanti akan dicap sebagai wanita murahan. Aku hamil tanpa suami maas."


Bimo terkejut dengan ucapan Alea, dirinya sama sekali tak berfikir sampai sejauh itu.


"Maafkan aku sayang, aku tak terfikirkan sampai kesana. Aku tak akan membiarkan orang menghinamu. Secepatnya saja aku akan bicara pada keluarga untuk segera menikahkan kita. Atau solusi lainya, yang terpenting kita akan segera hidup bersama. Kamu jangan khawatir ya." Bimo meraih rubuh Alea dan memeluknya erat.


"Baiklah, aku ikut saja. Bagaimana baiknya." Alea melepaskan pelukannya.


Mencoba untuk beranjak dari ranjang, namun inti tubuhya terasa perih. Sakit saat harus menggerakkan kakinya. Alea mendesis menahan sakitnya. Bimo segera menghentikan pergerakan Alea.


"Kenapa mas?"


"Mau kemana?"


"Aku mau membersihkan diriku, aku akan pulang."


Bimo langsung turun dari ranjang lalu ke sisi dekat Alea dan tanpa bertanya langsung mengangkat tubuh polos Alea dan membawanya ke kamar mandi. Melihat tubuh polos Alea tentu membuat Bimo kembali menegang, namun dia mencoba menahan hasratnya.


Saat sudah dekat bath up, Bimo menurunkan Alea. Mengisikan bath up itu dengan air hangat. Setelah penuh, Bimo mengangkat kembali tubuh Alea dan memasukan ke bath up.


"Berendamlah sebentar, itu akan sedikit mengurangi rasa sakitnya. Aku keluar dulu."

__ADS_1


Alea menatap Bimo yang keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang masih polos. Alea tahu kalau Bimo menginginkan dirinya lagi, namun mencoba menahannya. Alea berfikir pasti karena dirinya berkata akan pulang.


Ternyata dugaan Alea salah. Setelah keluar dari kamar mandi, Bimo segera memakai pakaiannya.


Bimo keluar kamar menemui seluruh keluarga.


"Papa Mama Kakek.." sapa Bimo pada semuanya, namun tak ikut duduk bersama mereka.


"Bim, mana Alea? Bukannya tadi ke kamar kamu ya?" tanya Mama Salma.


"Iya, sepertinya kecapekan. Saat menunggu aku mandi, dia ketiduran. Bolehkan jika menginap semalam saja disini. Aku tak tega membangunkannya." jawab Bimo tenang.


"Tentu saja tidak apa apa. Papa yakin kamu akan menjaga putri papa." yang menjawab Tuan Aran.


"Tentu saja Pa, aku akan selalu menjaganya."


"Ya sudah, kamu istirahat saja. Kamu juga butuh istirahat kan." sekarang mamanya sendiri yang berbicara.


"Iya, ini sudah hampir gelap. Kami akan pulang." Kakek sanjaya juga mengeluarkan suaranya.


"Lebih baik kita makan malam bersama disini." ajak Tuan Zian.


"Tidak perlu repot, kalian baru kembali dari rumah sakit. Pasti juga butuh istirahat. Lain kali saja kita rencanakan makan malam bersamanya." ujar Tuan Malik.


"Baiklah, kita atur di lain waktu." jawab Tuan Zian kemudian.


"Baiklah, mari semuanya kita pulang." ajak Tuan Aran.


Tuan Aran dan istrinya, Tuan Malik dan istrinya juga Kakek Sanjaya berdiri, dikuti oleh Tuan Zian juga istrinya. Setelah berpamitan, semuanya pulang ke rumah masing masing.


"Pa, Ma, dimana Ika sama Aril?" tanya Bimo karena semenjak tadi keluar kamar tak melihat keduanya.


"Jadi Myli juga ikut mereka?" Bimo duduk di ruang keluarga di ikuti Tuan Zian juga istrinya.


"Iya, sepertinya anak itu menyukai adik kamu."


"Pa Ma, aku ingin bicara." Bimo menampakan wajah seriusnya.


"Bicaralah." jawab Tuan Zian.


"Aku akan tetap memakai identitas Bimo, segera mungkin adakan pernikahan aku dengan Alea. Aku tak ingin berlama lama hidup terpisah dengannya." ucap Bimo dengan tegas.


"Baiklah, Papa akan segera bicarakan ini dengan orang tua kalian." jawab Tuan Zian.


"Kalau begitu, aku ke kamar dulu." Bimo langsung beranjak dari duduknya.


"Bim.." panggil Tuan Zian menghentikan pergerakan Bimo.


"Jangan berhubungan dulu. Tunggulah sampai status kalian resmi lagi. Tapi kalau memang sudah tidak tahan, keluarkan diluar." ucap Tuan Zian.


Bimo hanya cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Makanya cepat nikahkan kami lagi. Tidak akan lama lagi kalian akan punya cucu." jawab Bimo kemudian meneruskan langkahnya ke kamar.


"Pa,, apa maksud Bimo tadi?" Salma tak ingin berspekulasi sendiri.


"Ma, masak mama tidak mengerti. Itu artinya tadi Alea bukannya ketiduran karena kecapekan menunggu Bimo. Tapi pasti tadi mereka habis melakukannya, makanya Bimo bilang kalau kita akan segera punya cucu. Bimo pasti tidak berfikir panjang tadi sehingga kelepasan." Tuan Zian mengeleng gelengkan kepalanya heran dengan kedua anak muda itu.

__ADS_1


"Astaga, anak itu. Baru juga sembuh." keluh Salma.


"Namanya juga anak muda ma, apalagi mereka sudah tahu kalau mereka suami istri. Itu tidak salah bila terjadi juga. Ma, ngomongin tentang hubungan itu, Papa juga ingin Ma." Tuan Zian menggoda istrinya.


Salma melotot, lalu berlalu meninggalkan suaminya. Salma pergi ke kamar ingin mandi, karena tubuhnya terasa sangat lengket. Dia mengacuhkan ucapan suaminya.


Di Kamar Bimo,


Bimo tak melihat Alea. Pakaian Alea juga masih tergeletak di ranjang. Itu artinya Alea masih di dalam kamar mandi. Bimo khawatir, karena ini sudah cukup lama dia meninggalkan Alea di kamar mandi.


Bimo langsung masuk saja ke kamar mandi yang memang tadi tidak dia kunci. Terdengar jelas hembusan nafas teratur Alea juga terlihat matanya yang terpejam. Padahal Bimo sudah berfikir yang tidak tidak, ternyata Alea hanya tertidur saja.


Bimo membangunkan Alea dengan lembut mengecup keningnya. Nampak Alea mulai terusik.


"Bangun sayang..Nanti kamu kedinginan kalau kelamaan berendam." ucap Bimo lembut.


"Engghh.. aku sangat lelah, sampai aku ketiduran disini." ucap Alea setelah membuka matanya.


"Lanjutkan mandimu. Aku tunggu diluar ya."


Bimo kembali meninggalkan Alea sendiri di kamar mandi.


Alea segera mandi dan membilas tubuhnya di bawah guyuran air shower. Setelah bersih, Alea mencari handuk. Alea mengesah kesal, kenapa tadi tidak teringat untuk meminta pada Bimo.


Alea membuka sedikit celah pintu.


"Mas, ada handuk?" tanya Alea saat melihat Bimo sedang bersandar di ranjang.


"Sebentar aku ambilkan." Bimo segera ke lemarinya. Mengambilkan handuk bersih dan bajunya yang berukuran besar, juga mengambil dalaman Alea yang tadi dipakainya.


Tokk tokk.. Bimo mengetuk pintu kamar mandi.


Alea membuka sedikit pintunya dengan dirinya bersembunyi di balik pintu. Bimo terkekeh melihat Alea yang masih malu malu. Diserahkannya handuk juga pakaian di tangannya.


"Pakailah ini dulu."


"Bajuku saja mas. Aku akan ganti di rumah nanti." tolak Alea.


"Kamu tidak akan pulang malam ini. Sudah pakailah dulu." Bimo langsung menutup pintu kamar mandi.


Dengan terpaksa Alea memakai pakaian yang diberikan suaminya itu. Alea bercermin di kamar mandi. Pahanya terbuka, baju yang diberikan Bimo hanya sebatas di bawah pinggul sedikit. Dan kalau dipakai duduk pasti ********** langsung kelihatan.


"Sayang kenapa lama sekali?" teriak Bimo dari luar.


"Iya sebentar.." jawab Alea juga berteriak dari dalam.


Alea menguatkan diri. Lalu keluar dari kamar mandi.


Ceklek.


Alea berdiri di depan pintu kamar mandi, menahan ujung baju yang dipakainya agar ********** tidak terlihat saat dia berjalan.


Bimo tersenyum menyeringai saat Alea sudah mulai berjalan mendekati ranjang.


...☘️☘️☘️☘️☘️☘️...


Maaf ya semuanya..up aku lama..Maklumi sj..Aku ibu rumah tangga yang juga bekerja. Jadi selalu mencuri curi waktu juga untuk update..

__ADS_1


Tunggu up aku selanjutnya iya..🙏🙏🙏


Love you readers setiaku..😍😍🤗🤗🤗😘😘😘😘


__ADS_2