Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Nggak sabar


__ADS_3

Sesampainya dirumah, mereka disambut oleh orang tua Alea.


"Assalamu alaikum." ucap keduanya bersama.


"Waalaikum salam." terdengar jawaban dari orang tua Alea.


"Selamat ya sayang, akhirnya kamu lulus juga. Papa sudah nggak sabar nih." ucap papa Alea.


"Papa kok sudah tahu kalau aku lulus? Terus nggak sabar buat apa?" tanya Alea tak mengerti.


"Tadi suami kamu yang ngabarin kita Al. Papa sama mama tentu saja sudah nggak sabar untuk nimang cucu." sekarang mama Alea yang menyela.


"Mama ihh.." Alea mengerucutkan bibirnya.


"Selamat ya sayang. Ya sudah yuk makan siang. Mama sudah masak spesial untuk kalian."


Mereka berempat segera menuju ruang makan. Dan benar saja mama Alea memasak makanan yang menjadi kesukaan masing masing. Berbagai olahan dari ayam yang menjadi favorit satu keluarga Wijaya. Dan tak lupa ikan peda yang jadi kesukaan Deni. Ingat kan waktu pertama kali Deni berkunjung ke rumah Alea. Dia bilang kalau ikan peda itu spesial. Padahal kalau Alea itu sudah makanan sehari hari.


Mereka makan dengan lahap dan tenang.


Setelah makan, Alea dan Deni pamit ke kamar untuk membersihkan diri dulu.


"Kamu nggak ada acara lagi kan bee?" tanya Alea setelah kelar mandi.


"Nggak ada, kenapa memang?" Deni balik tanya.


"Ke rumah opa yuk. Karena sibuk sudah lama nggak mampir."

__ADS_1


"Ok, bersiaplah. Aku mau mandi juga." Deni melenggang masuk ke kamar mandi.


Sekitar satu jam kemudian keduanya sudah tampak rapi dengan pakaian simple yang menambah kadar cantik dan ganteng.


"Kalian mau kemana?" tanya papa Alea yang telah duduk di ruang keluarga bersantai sambil menonton tv.


"Kami mau ke rumah opa pa." jawab Deni.


"Iya pa, sudah lama nggak kesana karena sibuk. Kita pergi sekarang ya pa." ucap Alea sambil menyalami papanya. Disusul juga dengan Deni.


Dalam perjalanan. Deni menghentikan mobilnya dekat penjual kue. Deni segera turun dari mobil setelah sebelumnya ijin pada Alea untuk membeli kue.


Tak lama, Deni kembali dengan menenteng beberapa kantong plastik.


"Beli apa aja bee?" tanya Alea.


"Banyak honey. Aku borong, nanti dibagiin di rumah opa."


"Kamu nggak akan kehilangan aku honey. Kita akan selalu bersama." jawab Deni dengan mengelus lembut pipi Alea. Keduanya pun mengulas senyum di bibir masing masing.


Deni kembali menjalankan mobilnya menuju ke rumah opa Sanjaya.



Deni Angga Sanjaya


__ADS_1


Alea Putri Wijaya yang sekarang sudah menyandang status nyonya Alea Putri Sanjaya.


☘️☘️☘️


Setelah berkunjung ke rumah opa Sanjaya, Deni memutuskan untuk menginap semalam. Karena opanya sangat merindukan cucu mantu kesayangannya.


Pagi harinya, mereka sarapan bersama.


"Pagi opa." sapa Alea.


"Pagi nak. Ayo makan." jawab opa kemudian memulai makan menu sarapan yang sudah dimasak oleh pembantu opa.


"Apa kalian sudah punya rencana untuk memiliki anak?"


Pertanyaan yang terlontar dari mulut opa membuat Deni menghentikan makannya dan memandang lekat wajah Alea. Deni tak mau memaksa Alea jika memang Alea belum siap memiliki anak. Apapun akan dilakukan Deni termasuk untuk menunda kehamilan Alea jika memang itu untuk kebahagiaan dan kenyamanan Alea.


Alea mendongakkan wajahnya, memberi seulas senyum pada suaminya. Yang seolah takut dirinya tak nyaman dengan pertanyaan opa.


"Iya opa, secepatnya aku akan ikut program hamil." jawab Alea dengan semangat. Membuat Deni terkejut tak percaya, dan Opa girang karena senang.


"Syukurlah, opa sudah nggak sabar pengen cepet nimang cicit." ucap opa dengan senyum lebarnya.


"Sebaiknya kalian pergi berbulan madu. Bukankah sejak menikah kalian belum pernah bulan madu." lanjut opa.


"Aku sih terserah Deni saja opa. Aku kan sekarang sudah nggak ada kegiatan hanya tinggal tunggu wisuda saja."


"Iya sayang." ucap Deni memegang tangan Alea.

__ADS_1


"Akan aku siapkan opa dalam waktu dekat."


Mereka menyelesaikan sarapan dengan perasaan bahagianya masing masing. Opa yang bahagia karena cucunya akan memulai program hamilnya. Deni yang juga bahagia karena Alea siap untuk memiliki anak. Dan juga Alea yang bisa membuat semuanya bahagia dengan keputusannya.


__ADS_2