Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Kembali ke Indonesia


__ADS_3

"Terima kasih Key, selama disini kamu temani kita ke tempat tempat wisata yang bagus." ucap Alea saat sudah berada di bandara untuk pulang ke Indonesia.


"Iya sama sama. Nanti kalau aku kembali ke Indonesia kita ketemu ya." jawab Keyla.


"Harus dong, nanti kalau mau ke Indonesia kabarin." ucap Alea.


"Iya, kalian hati hati. Nanti kalau sudah sampai, jangan lupa kabarin aku." kata Keyla.


"Iya pasti. Sampaikan salamku untuk Aril."


"Salam apa hon?" Deni menyela dengan cepat.


"Bee, masih saja cemburu kamu. Ya sudah Key, nggak jadi titip salam. Katakan padanya kalau dia berani nyakitin kamu, akan aku hajar dia." Alea menunjukan kepalan tangannya ke depan Keyla.


"Haha honey. Bisa remuk dia di hajar kamu." gelak Deni.


Keyla tersenyum saja menanggapi ucapan Alea. Tidak menyangka wanita yang selama ini ada di dalam hati Aril memang wanita yang baik. Pantas saja Aril butuh waktu lama untuk melupakannya.


Hanya dalam waktu singkat perkenalannya saja, Alea bisa sepeduli itu pada Keyla. Apalagi kalau sudah mengenal lama. Keyla sungguh senang bisa mengenal Alea.


Keyla menatap kepergian teman barunya itu sampai menghilang.


...


Setibanya di Indonesia, Alea dan Deni langsung di sambut oleh keluarga besar mereka.


Suka cita menyelimuti keluarga ini. Berita kehamilan yang disampaikan Deni sebelum kepulangan mereka ke Indonesia, sudah membuat kedua keluarga heboh.


"Alea sayang, mama kangen banget sama kamu." mama Alea langsung memeluk Alea.


"Iya ma, Alea juga kangen."


"Mama juga kangen sama kamu Alea." gantian mamanya Deni yang memeluk Alea.


"Iya mama."


"Honey, istirahat dulu yuk. Kamu nggak boleh kecapaian." sela Deni.


"Bee, aku masih kangen juga sama mama." rengek Alea.


"Sudah, turuti saja kemauan suami kamu. Besok kita masih bisa mengobrol." ucap mama Alea.


"Ya sudah ma, Alea istirahat dulu." Alea akhirnya mau menuruti suaminya untuk istirahat.


Deni segera mengajak Alea ke kamar mereka di lantai atas.


"Al, kamu mandi dulu, aku siapin air hangat." Deni masuk ke kamar mandi dan menyiapkan air untuk Alea.


Alea bertambah bahagia, karena kehamilannya Deni menjadi semakin perhatian kepadanya.


...


Hari hari Alea habiskan dirumah saja. Deni selalu memanjakannya. Apapun yang diinginkan akan sebisa mungkin Deni penuhi.


Seperti malam kemarin, sudah waktunya semua orang terbang dalam mimpinya. Alea malah merengek untuk dicarikan bubur ayam. Akhirnya dengan penuh perjuangan Deni memilih untuk membuatnya sendiri, karena dapat dipastikan kalau nekad mencari akan pulang dengan tangan kosong.

__ADS_1


Alea puas dengan bubur hasil buatan sang suami. Rasanya sudah pas dilidah Alea. Setelah makan dengan lahap, Alea bisa tidur juga. Deni juga ikut tidur di samping Alea.


Dan hari ini, Deni berencana untuk pergi keluar kota. Ada hotel papanya yang bermasalah. Dan papanya Deni menyerahkan tugas itu ke Deni.


"Honey, dengarkan aku baik baik. Aku nggak mau kalau sampai kamu pergi keluar rumah sendiri. Dan juga kalau tidak penting mending tidak usah pergi." petuah Deni sebelum berangkat.


"Jangan sampai kamu kelelahan, makan yang banyak biar si baby makin sehat di dalam sini. Aku akan mengusahakan untuk secepatnya membereskan masalah ini. Agar bisa cepat pulang. Karena seandainya bisa aku nggak mau jauh jauh sama kamu honey." lanjut Deni.


"Iya bee, aku akan selalu ingat pesan kamu. Kamu hati hati ya disana."


Deni mengusap perut Alea yang sudah keliahatan agak membuncit di usianya yang baru menginjak tiga bulan.


"Hai anak daddy, kamu harus jagain mommy kamu. Jangan buat mommy susah dengan keinginan aneh. Tunggu daddy pulang saja oke. Cup.." Deni mengecup perut Alea dengan penuh sayang.


Deni berangkat keluar kota, walau sedikit tidak rela harus pergi tanpa Alea. Alea mengantar Deni sampai teras rumah. Terus memandang mobil Deni yang terus melaju hingga menghilang dari pandangannya.


"Aku ngapain ya biar nggak bosan. Aku telfon saja Keyla. Semoga dia lagk nggak sibuk."


Alea bergegas kembali ke kamarnya unuk mengambil ponselnya. Dan langsung menelfon Keyla.


Tuut..tutt..suara panggilan yang terhubung.


"Halo Alea." suara terdengar cukup riang dari sebrang sana.


"Halo Key, kangen nih aku. Kamu lagi sibuk tidak?"


"Tidak kok Al."


"Aku lagi sendirian nih dirumah. Suami aku pergi keluar kota. Kamu lagi ngapain?"


"Kamu kapan wisudanya?"


"Satu bulan lagi Al, memang kenapa?"


"Aku sudah nggak sabar menunggu kamu kembali ke Indonesia. Temanku hanya kamu. Pasti asik kalau kamu sudah ada disini."


"Oh begitu, aku juga kangen kamu Al. Kangen bawelnya kamu kalau lagi ceramahin Aril. Hahaha."


" Huh, kenapa yang diingat bawelku sih."


"Sayang." terdengar samar samar namun Alea tahu kalau itu pasti suara Aril.


"Ril, nggak usah bisik bisik. Aku tahu kalau kamu ada disitu."


"Kamu tahu aja sih Al."


"Aku selalu tahu. Bahkan aku tahu pasti sekarang kamu lagi peluk Keyla kan."


"Hiss, bumil menyebalkan." keluh Aril.


"Sayang mau kemana?" ucap Keyla agak keras sepertinya Aril pergi.


"Al, orangnya ngambek."


"Biarin aja, ntar juga balik."

__ADS_1


"Kamu tuh Al, setiap ada Aril pasti bawel."


"Jadi hobi baru aku sekarang Key. Haha,..Kalau nggak gitu nggak asik."


"Bumil, gimana si babynya? Sehat kan?"


"Selalu sehat dong Key."


"Ingat jaga makanan kamu, jangan sering..."


"Stop Key. Petuah dari suamiku aja tadi udah panjang banget. Nggak usah tambahin iya. Paling isinya sama."


"Kamu tuh Al, dinasehatin juga."


"Iya siap aunty cantik." jawab Alea menirukan suara anak kecil.


Alea dan Keyla terus mengobrol, Aril entah pergi kemana. Karena Aril hafal sekali tabiat kedua wanita itu kalau sudah mengobrol nggak akan berhenti sampai kuping mereka panas.


Persahabatan Alea dan Keyla semakin terjalin erat. Hampir setiap hari berkirim kabar. Begitupun dengan Deni dan Aril.


Setelah lelah untuk bicara, akhirnya Alea menyudahi telfonnya. Alea kemudian turun ke lantai bawah, perutnya terasa sangat lapar.


"Alea sayang, mau cari apa?" ucap mama Alea.


"Lapar ma, masih ada makanan?"


"Ada kok, mama hangatin dulu ya."


"Nggak usah ma, dingin nggak pa pa kok. Aku sudah lapar banget."


Alea langsung duduk di kursi dekat meja dapur, dan memakan makanan yang ada disana.


Setelahnya, Alea ikut bersantai mamanya di ruang keluarga sambil menonton tv.


"Ma, dulu mama melahirkan aku sakit nggak ma?" tanya Alea.


"Ya sakit lah sayang, apalagi mama melahirkannya normal. Tapi saat dengar suara tangisan kamu setelah lahir, rasa sakit itu langsung hilang."


"Tapi kalau kamu takut melahirkan normal, kamu bisa kok melahirkan secara sesar. Semua terserah kamu. Pikirkan baik baik. Jangan memaksakan diri kamu jika kamu takut melahirkan normal."


"Nggak takut kok ma, memang kata dokter lebih baik kalau melahirkan normal. Proses penyembuhan pasca melahirkan juga lebih cepat katanya."


"Iya memang benar kata dokter."


"Aku ingin bisa melahirkan normal ma. Aku ingin merasakan sepenuhnya jadi seorang ibu."


☘️☘️☘️☘️


hai semuanya,, terima kasih atas dukungan kalian semua.


tinggalkan jejak kalian ya like komen vote..terserah kalian...


terima kasih yang sudah mau membaca novel aku..


tunggu part selanjutnya ya...

__ADS_1


love you readers setiaku...😊😊😊😊🤗🤗🤗


__ADS_2