Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Tak bisa jauh


__ADS_3

Hari hari berlalu begitu cepat, tinggal satu minggu lagi maka Deni akan resmi menjadi pasangan suami istri.


Saat ini Alea sedang di kamarnya, dia dilarang untuk berkegiatan apapun di luar rumah alias sedang dipingit. Dia sangat merasa bosan apalagi ponselnya juga diambil oleh mamanya agar tidak bisa bicara pada calon suaminya.


Sungguh Alea merasa waktu hari ini berjalan lambat sekali. Dia benar benar merindukan sang calon suami padahal belum setengah hari berlalu sejak komunikasi terakhirnya tadi pagi sebelum ponselnya di ambil alih mamanya.


Sedang Deni yang masih boleh berkeliaran tak tahu menahu kalau ponsel Alea tidak pada pemiliknya. Sejak pesan balasan terakhir Alea tadi pagi hingga siang ini tidak ada balasan lagi. Entah sudah berapa puluh kali Deni mengirim pesan dan mencoba menelfon Alea, namun tetap saja tak mendapat respon.


Karena pikirannya yang sedang kacau, Deni tak dapat berkonsentrasi mengikuti makul hari ini. Setelah makul terakhir dia memilih untuk bergegas pulang. Namun tidak untuk pulang ke rumahnya, melainkan dia menuju rumah Alea.


Setelah sampai di depan pagar rumah Alea, Deni sedikit heran karena tidak seperti biasanya pagarnya tetap tertutup rapat ketika dia datang. Padahal sebelumnya, satpam rumah Alea akan segera membukakan pagar agar mobilnya bisa masuk.


Deni kemudian turun dari mobil dan mendekat ke pintu dekat pos satpam.


"Pak, buka pagarnya, saya mau masuk." perintah Deni saat melihat salah satu satpam keluar dari pos.


"Maaf tuan, tapi ini perintah dari tuan Aran kalau tuan muda tidak diperbolehkan masuk." jawab satpam itu dengan sopan.


"Eh kenapa? Saya kan calon menantu diru.ah ini kenapa tidak boleh masuk?" tanya Deni yang tak mengerti.


"Apakah tuan tidak tahu? Nona muda sedang dipingit untuk seminggu ke depan. Dan anda akan diperbolehkan bertemu dengan nona muda saat di hari pernikahan." ucap satpam itu.


"Hah, bagaimana ini. Aku sangat merindukan gadisku itu. Bagaimana aku bisa hidup tanpa kehadirannya selama seminggu ke depan." gumam Deni sambil mengacak rambutnya kasar. Kemudian melangkahkan kakinya memasuki mobilnya. Deni melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya.


Seharian tanpa kabar dari Alea sudah seperti berpisah setahun saja. Muncul ide gila dalam otak Deni. Malam menjelang, sudah menunjukan pukul delapan malam. Deni diam diam pergi keluar rumah dan membawa motor.

__ADS_1


Deni menjalankan motornya membelah jalanan yang sudah sedikit lengang menuju rumah sang pujaan hati. Dia memberhentikan motornya agak jauh dari rumah Alea. Agar tidak ketahuan oleh penjaga rumah Alea. Memang alam seperti mendukung rencana gila Deni. Tanah kosong disamping rumah Alea ada pohon besar, dan Deni memanjat pohon itu untuk melewati pagar rumah Alea yang cukup tinggi. Dan kebetulan sekali tidak jauh dari pohon itu juga ada pohon besar di pekarangan rumah Alea jadi memudahkan dia untuk turun. Setelah berhasil masuk ke pekarangan rumah Alea, Deni langsung mengendap endap menuju kolam renang. Karena dia ingat kalau ada tangga di dekat kolam berenang yang langsung menuju ke balkon kamar Alea.


Dengan kewaspadaan tingkat tinggi karena takut ketahuan Deni berjalan perlahan, me aiki anak tangga dengan mata yang masih fokus mengamatj keadaan sekitar. Saat telah sampai di depan pintu kamar Alea yang berada di balkon, terlihat kalau lampu kamar yang masih terang. Itu tandanya kalau Alea mungkin belum tidur.


Deni memutar gagang pintu itu, yang ternyata memang tidak terkunci. Dirinya langsung masuk ke dalam kamar dan mendapati si pemilik kamar tengah berdiri tertegun melihat kedatangannya. Denk segera mengunci pintunya kemudian menghampiri pujaan hatinya yang masih belum bergeming dari tempatnya.


"Honey, aku merindukanmu." bisik Deni di telinga Alea sembari memeluknya erat.


Alea sadar dari keterkejutannya, mendorong tubuh Deni pelan kemudian melepas pelukannya. Alea bergegas ke pintu kamarnya untuk menguncinya. Setelahnya dia kembali menghambur ke pelukan calon suaminya itu.


"Aku juga merindukanmu. Aku sangat bosan diam dirumah seharian tanpamu." ucap Alea.


"Kalau merindukanku kenapa tidak mengabariku. Kamu bahkan mengabaikan pesan dan telfonku seharian ini." keluh Deni.


"Maaf ya, ponselku disita mama sejak pagi tadi." jawab Alea setelahnya menampilkan senyum manisnya.


"Hihh dasar lebay, aku juga cuma senyum gini." Alea berdecak kesal juga kemudian memanyunkan bibirnya.


"Kalau bibir kamu seperti itu aku jadi tambah gemas honey, aku jadi ingin benar benar menciummu." Alea yang mendengarnya spontan langsung menutupi bibirnya dengan kedua tangannya.


"Ayolah honey, sekilas saja."Deni memohon dengan puppy eyes yang menjadikan dia terlihat imut. Namun tak membuat Alea membuka bekapan tangannya ke bibirnya itu.


"Pulang kamu, kalau kamu kesini cuma mau mesum. Aku tidak mau. Sana pergi." kata Alea setelah berhasil memghindari Deni.


Deni menghela nafasnya kemudian duduk di sofa kamar Alea. Deni menepuk tempat disampingnya, mengisyaratkan untuk Alea mau duduk disampingnya.

__ADS_1


Alea menurut untuk duduk disamping Deni. Deni berbaring, meletakkan kepalanya di pangkuan Alea. Alea tersenyum kecil melihat tingkah calon suaminya itu. Kemudian membelai rambut hitamnya.


"Honey, besok minta mamamu memberikan ponselmu ya, aku tak bisa jauh darimu. Maka dari itu, paling tidak aku bisa menelfonmu dan bisa mendengar suaramu."


"Iya akan aku usahakan."


"Besok malam aku akan kesini lagi jika seharian aku tak mendengar suaramu."


"Jangan nanti kalau ketahuan gimana." ucap Alea sedikit cemas.


"Makanya sebisa mungkin kamu besok harus bisa menelfonku."


"Iya calon suamiku." Deni tersenyum dan mengambil tangan Alea kemudian diciumi punggung tangannya.


tok...tok...tok...


Keduanya terlonjak kaget ketika terdengar ada yang mengetuk pintu kamar Alea. Deni segera berlari ke arah pintu balkon mengamati keadaan diluar sebentar kemudian membuka pintunya. Sebelum menghilang di balik pintu Deni memberi ciuman jauh untuk Alea. Alea juga membalasnya.


Setelah memastikan Deni sudah turun ke bawah, Alea segera membuka pintu kamarnya. Alea bernafas lega ternyata bi Minah yang mengantar susu hangat untuknya. Alea segera menghabiskan susunya.


Alea yakin malam ini dia akan bermimpi indah karena pangerannya yang dirindukan seharian ini tadi muncul mendadak dan telah berhasil membuat moodnya membaik.


Deni juga bersenandung pelan saat sudah memasuki rumahnya. Langsung menuju kamarnya dan berbaring diranjangnya. Dirinya sangat bahagia karena tadi dia berhasil menemui calon istrinya itu.


🤗🤗🤗

__ADS_1


Maafkan beberapa hari tidak update, karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggallkan. Aku usahakan setelah ini akan rajin up **y**a...🤗😊😊😊😊


__ADS_2