Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Cinta Buta


__ADS_3

Hati-hati di jalan. Jangan ngebut okay?"


Ucapku sambil mengusap lembut rambut panjangnya lalu menutup pintu untuk Dian yang masih terkejut karena perbuatanku.


Persetan dengan rasa malu!


Salah sendiri, penampilannya membuat tubuhku meresponnya berlebihan.


Dan jangan salahkan aku kalau aku mencuri ciuman di sudut bibirnya walaupun hanya sekejap.


Shit!!!


Aku mengusap wajahku kasar untuk menghalau wangi bunga Lily yang tak sengaja masuk kedalam penciumanku ketika Dian tadi berada di sampingku.


Kulihat Dian mulai menjalankan mobilnya.


Namun sebelum mobil itu benar-benar pergi, kaca jendela tempat Ricky duduk terbuka dan menampilkan wajah ceria bocah itu.


"dadah om danteng yang dantengnya tayak atu..tapan-tapan tita tetemu ladi ya.. "


"Ricky tutup jendelanya nak.."


Dapat kudengar suara lembut Dian


Dan perlahan, wajah ceria Ricky menghilang seiring jendela mobil yang tertutup perlahan.


"kita pasti ketemu lagi, Boy..pasti!" lirihku sambil memasukkan kedua tanganku ke dalam saku celana menatap mobil Dian yang perlahan menghilang dari pandangan.


"Ricky.. " monologku dengan jantung berdebar hebat.


❤️❤️❤️


21+ ya..


Buat yang belum cukup umur harap menjauh...


😁😁😁


*


**


***


****


****

__ADS_1


Gila,,!!! Gila,,!!! Gila,,!!!


Ini benar-benar gila!


Bagaimana bisa pria itu muncul kembali?


Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan?


Ini sudah tiga hari semenjak kemunculannya kembali dan memporak-poranda kan hatiku seperti angin ****** beliung.


Memang sih sampai saat ini dia belum muncul lagi di hadapanku.


Tapi aku tidak bisa bayangkan jika nanti tiba-tiba dia datang lagi dan memberikan bukti jika anakku adalah anaknya.


Anakku adalah anaknya?


Ya ampun, kenapa ucapanku ini malah seperti sebuah judul film sih!!


Tomy Oh Tomy,,!!


Kepalaku pusing seketika melihat wajahnya lagi. Wajah yang sudah menghilang dari pandangan lima tahun yang lalu. Wajah yang selalu tersimpan rapat di sudut hatiku terdalam. Kini wajah itu kembali lagi, dengan lebih menawan dari pada dulu. Wajah yang sama persis dengan wajah anakku..


Ya


Anakku..


Ricky Olivia Rafael..


Ya..


Aku menyerahkan kesucianku padanya.


Hanya padanya dan sampai saat ini tidak ada seorang pria pun yang menyentuhku lagi setelah dirinya.


Malam itu..


Malam dimana hari terakhirku menjadi seorang perawan. Gadis kutu buku bodoh menyerahkan hati dan keperawanannya pada ketua OSIS tampan.


Flashback lima tahun lalu


"kamu yakin mau ngelakuin sama aku?" tanya seorang pemuda meyakinkan seorang remaja wanita yang memakai kacamata dengan rambut panjang dikepang itu.


"ya-ya-yakin lah kak.. Lagian ini bukan pertama kali aku lakuin ini.." bohong gadis polos itu.


"kamu beneran bukan perawan kan?? Kamu tau, aku gak bisa dan gak mau ngelakuin hal ini sama perawan. Itu merepotkan. Dan aku adalah pria yang bebas tanpa ikatan yah.. Kecuali dengan pacarku. SISKA.. kamu tau kan? "


Ucap pemuda itu serius sambil menekankan satu nama yang langsung di angguki oleh gadis polos di depannya itu.

__ADS_1


" aku tahu kak.. Kalau kakak cuma cinta sama pacar kak Tomy. Aku.. Aku cuma mau rasain gimana servis yang kak Tomy berikan sama cewek-cewek yang biasa cerita gimana hebatnya kak Tomy di ranjang" ucap Gadis itu dengan rona merah menahan malu atas ucapannya sendiri.


'aku cuma mau jadiin kakak jadi yang pertama jamah aku. Aku cinta kamu kak Gama.. Sangat..' ucap gadis itu dalam hati.


Tomy tersenyum miring mendengar ucapan gadis yang terlihat polos namun ternyata sama seperti ******-****** yang ditidurinya.


Servis??


Memang Tomy sehebat itu sih!


Ini semua gara-gara ajaran kakak kelas Tomy, kekasih pertama yang membuat Gama melepaskan keperjakaannya dan kecanduan dengan hal yang berbau sex.


"ok kalau gitu! Kita masuk sekarang, Hon.. Dan aku akan tunjukkan servis yang gak bakal bisa kamu dapati dari cowok-cowok lain" ucap Tomy percaya diri sambil menggenggam tangan gadis itu menuju hotel murah yang tidak harus menggunakan KTP untuk masuk kesana.


Tomy merasakan tangan dingin dalam genggamannya dan mengernyitkan alis curiga.


"tangan kamu dingin, beneran kan ini bukan yang pertama buat kamu?" tanya Tomy meyakinkan sebelum mereka check in.


"aku.. Aku.. Cuma gugup kak. Soalnya.. Ng.. Ng.. Biasanya yang tidur sama aku gak ada yang seganteng kakak jadi..jadi aku gugup.. " ucap gadis itu sambil tersenyum manis yang membuat Tomy terpaku sesaat melihat senyum manis yang baru di perlihatkan adik kelasnya yang terkenal polos dan cupu ini.


" oh.. Ok kalau gitu. " Tomy berusaha melegakan tenggorokannya karena sempat terpaku oleh senyum manis yang diperlihatkan adik kelasnya itu


" Kita akan melewati malam yang gak akan bisa kamu lupakan, Hon.. "bisik Tomy mesra sambil menggigit kecil cuping telinga Dian yang membuat darah Dian berdesir hebat.


Setelah beberapa saat mereka telah sampai di salah satu kamar hotel standar itu.


Dian mengedarkan pandangan ke kamar ini, kamar yang dengan pencahayaan seadanya walaupun ranjang yang tersedia lumayan besar.


" kita cuma bisa nginap disini, soalnya kalau di hotel bintang lima yang ada kita kena grebek dan aku gak suka harus repot walaupun orang tuaku bisa bantu kita. Tapi aku beneran gak mau hidupku keganggu sama hal-hal kayak gitu."


"eng.. Gak papa kok kak"ucap Dian gugup.


'ya ampun.. Apa aku siap?? Apa ini yang dinamakan cinta buta? Sampai aku segila ini mau ngelakuin hal itu sama orang yang aku cintai?' Dian bertanya-tanya dalam hati.


" Dian??"


" ha?? Eh.. Iya kak. Ada apa? "


" aku tanya sama kamu, kapan pertama kamu lakuin ini? Kamu kan baru kelas 1 SMA, apa kamu udah lakuin" itu" pas SMP? "


Pertanyaan tiba-tiba Tomy dengan tangan membentuk tanda kutip yang membuat wajah Dian pias.


' ini yg pertama kak..' lirih Dian dalam hati.


Tomy memperhatikan wajah Dian lalu berdecak cuek.


" yaudah gak usah kamu jawab. Gak penting juga pertanyaannya. Sekarang.. Hanya ada kita berdua di ruangan ini, Sayang.." ucap Tomy mesra setelah menyentak pinggang Dian menuju kearahnya.

__ADS_1


Dian menegang ketika Tomy merapatkan tubuh mereka. Tomy membuka kacamata yang selalu dikenakan Dian dan meletakkannya di meja samping ranjang. Setelah itu memeluk Dian untuk membuka kepangan rambut gadis polos itu. Setelah selesai membebaskan kepangan rambut Dian, Tomy melonggarkan pelukannya dan melihat wajah Dian.


Tomy menegang melihat wajah Dian yang sebenarnya. Wajah cantik tanpa riasan dan tanpa kacamata sialan yang menyamarkan wajah cantik itu.


__ADS_2