Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Jalan jalan


__ADS_3

Pagi pagi Alea sudah pergi jogging bersama papanya. Karena ini hari minggu jadi semua bisa santai dirumah.


"Sayang, gimana persiapan pernikahanmu?" tanya papa Alea.


"Sudah tujuh puluh lima persen siap sih pah. Undangan katanya sih sudah jadi, besok atau lusa akan dikirim ke rumah. Sedangkan untuk gaunku masih dalam proses pa." jawab Alea masih sambil berjogging.


"Berhenti dulu, papa capek."


"Papa, baru juga mutar sekali." ledek Alea kemudian duduk di pinggir jalan. Sedang papanya langsung selonjoran disampingnya.


"Papa jarang olahraga sayang. Nafas papa udah setengah setengah nih.. Hahh..hahh" jawab papanya masih ngos ngosan.


"Papa nafasnya kayak abis marathon aja. Papa harus lebih rajin olahraga lagi. Mulai besok dua hari sekali ikut aku jogging." perintah Alea.


"Iya iya, asal ditemani princess papa."


Setelah hampir dua jam berolahraga, mereka pulang. Mama Alea sudah menyiapkan sarapan untuk mereka.


"Kalian mandi dulu, baru sarapan." ucap mama Alea.


"Baik boss." jawab keduanya serempak lalu pergi ke kamar masing masing untuk membersihkan diri.


Sekitar tiga puluh menit ketiga tuan rumah itu sudah duduk di ruang makan untuk sarapan. Ketiganya makan dengan hening tak ada yang bicara selama makan. Setelah ketiganya selesai, mereka beranjak ke ruang keluarga.


"Alea sayang, kemarin gimana gaun kamu?" tanya mama Alea.


"Dapat mah dua, dan yang satu baru buat dengan designku sendiri. Nanti akan dihubungi lagi jika waktunya fitting." jawab Alea yang tidur di pangkuan mamanya.


"Em begitu, rencananya nanti temanmu yang diundang berapa Al?"


"Belum tahu juga ma, nanti terserah Deni saja. Teman aku kan temannya juga, banyakan teman dia malah." bicara menyangkut Deni, Alea jadi ingat kejadian kemarin saat di kampus itu. Alea bangun dari pangkuan mamanya.


"Pa, aku mau cerita kejadian kemarin di kampus." ucap Alea menatap papanya yang duduk disampingnya.


"Ada apa sayang?" tanya papanya penasaran.

__ADS_1


"Kemarin ada yang iseng kasih bunga mawar dimejaku pa. Seram juga soalnya ada cap jari gitu pakai warna merah lagi." ucap Alea serius.


"Terus kamu tahu nak siapa yang mengirimnya?" tanya mama Alea.


"Nggak tahu ma. Tapi kata Deni dia akan menyelidikinya, dan akan bicara dengan opa. Kan kampus milik opa, jadi soal keamanan pasti akan diurusnya." jawab Alea. Alea lupa kalau mamanya masih takut kalau terjadi yang membahayakan pada dirinya. Traumanya masih belum hilang. Jadi sebelum mamanya semakin merasa khawatir. Alea menyudahi pembicaraan itu.


"Pa, kita jalan jalan yuk, mumpung papa libur." ucap Alea mencoba mengalihkan topik pembicaraan. Papa Alea mengerti maksud putrinya itu.


"Ah iya ma, ayo kita jalan jalan ke tempat yang dulu sering kita kunjungi bersama." ajak papa Alea.


"Boleh pa. Kita belum pernah jalan jalan srtelah kita kumpul lagi." jawab mama Alea dengan senang hati.


"Kalau begitu ayo siap siap." ucap mama Alea beranjak dari duduknya. Begitupun juga dengan papa dan Alea.


...


Kini mereka telah berada di dalam mobil. Rencananya mereka akan ke satu tempat wisata yang lumayan terkenal di kota ini. Setelah satu jam perjalanan, sopir sudah memarkirkan mobilnya di halaman parkir tempat wisata tujuan mereka.


"Wah indah sekali pa danaunya." ucap Alea yang sudah berdiri tak jauh dari danau alami itu.


"Iya pa, dan sekarang mari kita buat kenangan indah yang baru." ajak Alea. Mama Alea tersenyum mndengar jawaban putrinya itu.


Orang tua Alea mengerti apa maksudnya ketika melihat Alea mengeluarkan ponselnya. Dan dia mulai berfoto selfi dengan kedua orang tuanya ataupun sendiri. Salah satu fotonya dia unggah ke medsos. Tak lama ada komentar untuk postingannya tadi.


"Have fun honey.." begitulah tanggapannya yang ternyata dari Deni. Alea kemudian melakukan video call pada Deni. Setelah tersambung Alea langsung berteriak senang.


"Kamu kenapa sih honey teriak teriak gitu? bikin kuping aku sakit aja." ucap Deni.


"Saking senengnya aku hehe.. Kamu nyusul kesini aja sayang, biar seru. Lihat tuh mereka. Aku cuma jadi nyamuk aja." ucap Alea sambil mengarahkan kameranya ke orang tuanya yang sedang bermesraan.


"Hahaha kasian banget sih sayangku. Tapi maaf ya aku nggak bisa nyusul. Ada pekerjaan dari opa yang harus aku selesaiin hari ini juga." ucap Deni.


"Oh gitu gak pa pa deh. Kamu lanjutin kerjanya." ucap Alea tetap tersenyum."Tapi jangan matiin video callnya. Aku masih pengen lihat kamu." lanjut Alea.


"Ok, aku tinggal kerja ya." Deni meletakan ponselnya di meja dengan kameranya tetap mengarah ke dirinya.

__ADS_1


Alea masih melihati wajah Deni yang terlihat serius sekali dalam bekerja. Tak lama Alea merasa haus, dia memutuskan untuk pergi mencari minuman tanpa mematikan video callnya.


"Pa ma, aku mau cari minum dulu ya, haus nih. Papa mama sekaliyan nggak?" ijin Alea pada orangtuanya.


"Iya deh sayang. Air mineral aja ya." ucap mamanya.


Alea kemudian pergi mencari penjual minuman. Cukup jauh juga ternyata tempatnya. Setelah dapat minuman, Alea segera kembali ke tempat orang tuanya tadi.


Untuk mengusir kebosanannya di jalan. Alea kembali melihat Deni diponselnya. Walau Deni tak melihatnya, Alea membuat mimik muka yang lucu berganti ganti.


Sesaat Deni melirik sekilas ponselnya, dia melihat muka lucu tunangannya itu langsung tertawa. Dan itu membuat Alea jadi kaget, karena setahu dia tadi Deni sedang tidak melihatnya.


"Kamu ngapain sih sayang, muka kamu tekuk tekuk gitu, bikin aku gak bisa tahan nggak ketawa." ucap Deni.


Alea tersenyum saja, malu karena kekonyolannya tadi disaksikan oleh tunangannya.


Deni yang masih melihat Alea, terlihat olehnya ada sebuah mobil yang melaju di belakang Alea.


"Al awas di belakangmu ada mobil." teriak Deni.


Seketika Alea langsung menengok ke belakang. Dilihatnya benar ada mobil mengarah padanya. Alea melihat pengemudinya itu kalau melihatnya. Namun setelah Alea ke tepi jalan, mobil itu ikut menepi tapi kecepatan mobilnya malah ditambah. Refleks Alea langsung melompat ke rerumputan di pinggir jalan sebelum mobil itu menabraknya.


"Akhh.." teriak Alea saat terjatuh.


Deni terlihat khawatir dengan Alea. Karena diponselnya hanya terdengar teriakan Alea, sedang gambarnya hanya gelap saja.


☘️☘️☘️☘️


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya,,,


like komen vote pun juga boleh sekali. dengan senag hati aku terima.


terima kasih yang sudah mau mampir dan baca novel aku.. tambahkan ke rak buku favorit kalian ya..


love you readers setiaku..😊😊😊🤗🤗🤗

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️


__ADS_2