
"sini lihat, pipi mu,!" Dian membalikan pipi yang dipukul ayah menghadap kearah nya.
"pelan-pelan ya, agak perih soalnya,!" Tomy yang tidak bisa melihat keadaan pipi nya hanya merasakan perih dibagian pipi
"ujung bibir kamu kena cincin akik ayah,, he-he-he makanya agak robek dikit deh, maaf in ayah ya kak,,!" Dian terkekeh tapi juga lesu
"sudah gak pa pa, itu wajar dilakukan ayah kepada pria yang telah membuat putrinya susah, terlebih lagi mungkin saat ayah membayangkan kamu berjuang diusia muda yang sedang hamil sampai melahirkan sendiri, wajar kalau ayah sangat marah padaku.!" Tomy menjawab dengan bijak
"tapi aku heran dari mana ayah mu tahu, aku pria yang dulu telat mengambil kehormatan mu,,?" tanya Tomy bingung
"kamu gimana sih, kan kamu sendiri yang ngaku tadi ke ayah, kalau kamu gak ngaku ayah juga mungkin gak akan tau.!" jawab Dian gemas
"Dian sayang, masalah kalau aku gak ngaku ke ayah kamu, ayah kamu akan semakin murka. maksud ku dari mana ayah mu tau kalau nama ku Tomy Rafael, aku kan belum berkenalan dengan ayahmu eh dapat kenalan bogem mentah ayah mu.!" Tomy heran
"ooooohhh,, kalau itu gak usah heran, ayah ku itu termasuk salah satu orang penting di dunia bisnis bahkan dunia politik, jadi mudah bagi ayah untuk tahu siapa kamu.!" Dian menjawab asal padahal dia pun heran dari mana ayah nya tau nama kak Tomy, bahkan memanggil nya dengan teriak marah, hiiii Dian bergidik membayangkan adegan ayah marah tadi
"kamu kenapa,?"
"aku takut lihat ayah marah kaya tadi, persis saat ayah tau aku hamil, ayah hampir mengusir ku, tapi untung ibu berhasil membuat ayah tenang.!"
"jadi benar kata ibu, kamu suka nulis nulis nama ku di buku mu,,?!"
"gak ada itu, ibu hanya ngarang aja, gak usah kepedean..!"
"aku gak kepedean, hanya kesenangan karena ternyata kamu cinta aku dari dulu sampai sekarang.." Tomy terus meledek Dian sambil memegang dagu Dian membuka pipi Dian merona
"apa kamu serius ingin menikahi ku, apa kamu bisa membahagiakan aku,?"
__ADS_1
"apa kamu ragu dengan sumpah ku pada ayah mu, aku tidak pernah main-main dengan sumpah ku Di, apa yang ku ucapkan akan aku buktikan.!"
"aku mencintaimu Di, seminggu setelah kamu pergi aku pun pindah keluar negeri, untuk menenangkan diri juga membantu bisnis keluarga ku, meski diluar negeri rasa rinduku padamu, bayangan dirimu selalu menghantuiku, hingga aku memutuskan untuk kembali ke Indonesia. ternyata Tuhan baik padaku, mempertemukan kembali dengan mu.!" Tomy menjelaskan isi hatinya
"sudah selesai, perut mu bagaimana apa masih terasa sakit,,?"
"sedikit, jadi apakah kamu mau menikah dengan ku, menjadi istri ku, kita bangun keluarga kecil dengan bahagia, seperti ayah dan ibu mu yang saling melengkapi dan menenangkan..?"
Dian pun mengangguk kan kepala, karena tak ada alasan baginya untuk menolak Tomy kali ini, melihat perjuangan nya didepan ayah, terlebih lagi karena memang hanya Tony yang dia cintai dari dulu hingga sekarang.
"ya sudah kalau begitu aku pamit pulang, aku ingin menyampaikan pesan ayahmu, sampaikan salam ku untuk ayah dan ibu mu..!" Tomy berpamitan dan mengecup kening Dian.
Dian yang sudah lama tak pernah mendapat perlakuan lembut seorang pria, merasakan hawa panas seketika menjalar turun ke hati nya.
baru dicium di kening aja udah panas gini, gimana kalau dicium ditempat lain, bisa hareudang,, hareudang,, he-he-he,, batin Dian senyam-senyum
Dirumah Tomy sudah sampai memarkirkan mobilnya di garasi rumah orang tua nya. Yes Tomy masih tinggal dengan kedua orangtuanya, karena selain Tomy anak tunggal sang mama yang tak ingin anak nya tinggal sendiri di apartemen. Khawatir Tomy makan nya kurang lah, belum lagi khawatir sifat buruk Tomy kembali dengan membawa wanita penghibur, jadi mama tidak mengijinkan Tomy tinggal sendiri.
Begitu Tomy masuk kedalam rumah terlihat mama dan papanya sedang duduk sambil menonton tv.
"sayang Tomy, sini nak,,!" mama memanggil
Tomy mendekat dan menjatuhkan bokong nya di sofa sebelah mama, otomatis mama menatap wajah putranya dan kaget.
"ya ampun Tomy, kenapa bibi mu, ko memar biru gini,, kamu berkelahi dengan siapa, siapa yang berani memukul mu, bilang mama nak,,!" mama mulai histeris dan menjadikan Tomy seperti anak kecil
"mah, Tomy ini udah besar, mama nih masih aja anggap Tomy kalau habis berkelahi pulang nangis kan, nih sekarang Tomy pulang dengan bibir biru gak nangis kan, jadi Tomy udah bukan anak kecil lagi mah."
__ADS_1
"terserah kamu lah, siapa yang bikin kamu kaya gini,,?"
Papa yang menyaksikan keributan ibu dan anak ini hanya geleng-geleng kepala aja, dari dulu mama memang memanjakan Tomy, meski Tomy sudah dewasa sekalipun.
"pah, mah, Tomy ingin menikahi seorang wanita,,?"
"jangan bercanda Tomy, menikah itu bukan main-main, seperti kamu memainkan wanita-wanita diluar sana,!" papa berucap
"pah, Tomy sudah lama tidak mendekati wanita-wanita diluar sana pah, hidup Tomy belakangan ini lempeng pah kaya jalan tol, sampai akhirnya Tomy bertemu dengan seorang wanita dan Tomy ingin menikahi nya,!"
"siapa sayang wanita yang ingin kamu nikahi!" mama terlihat senang anaknya sudah memikirkan pernikahan
"wanita itu bernama Dian pah, mah, satu-satunya wanita yang pernah Tomy ambil kehormatan nya saat kami masih sekolah, bahkan Dian sampai hamil dan melahirkan anak Tomy mah, pah,!"
"kamu serius Tomy, anak wanita itu adalah anak mu, siapa tau itu anak laki-laki lain,,?" mama masih meragukan cerita Tomy
"bibir Tomy, jadi gini karena dipukul ayah nya Dian mah, karena Tomy mengaku perbuatan Tomy dimasa lalu kepada putrinya,!"
"ya ampun nak, maafin mama ya, menurut mama itu hal yang wajar nah, ayah mana yang akan diam aja saat tau laki-laki yang datang kerumahnya adalah laki-laki yang telah merenggut kehormatan putrinya, kalau soal itu mama setuju nak,,!"
"terus mau kamu bagaimana,,!" papa kembali menanyakan keseriusan Tomy
"keluarga Dian, mengundang kita besok siang datang kerumah nya. mama dan papa akan bertemu dengan Ricky anak Dian yang juga anak Tomy nanti.!"
"ya sudahlah, kalau memang ini sudah jadi keputusan mu, papa dan mama hanya mengantar mu, tapi ingat urusan ini menikah menyatukan dua keluarga, jangan pernah bermain-main dengan pernikahan, dan ingat Tomy sudah cukup waktu mu bermain-main dengan wanita diluar sana, sekarang niat mu menikah jadi fokuslah terhadap keluarga mu nanti, apa kamu mengerti,,! papa menasehati
"iya pah, Tomy sangat mencintai Dian pah, dan juga Ricky, Tomy akan membahagiakan mereka,,!"
__ADS_1