Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Tambah manja


__ADS_3

Sudah lewat jam enam, Deni sudah merasa lelah untuk tidur lagi.


"Honey, ayo bangun. Aku sudah lelah. Hon..??" kata kata Deni tidak direspon oleh Alea. Kemudian Deni mencoba untuk melepaskan diri dari pelukan Alea secara perlahan. Dan setelah berhasil Deni segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Bee,,Bee. Kamu dimana Bee??" teriak Alea. Deni masih berada dikamar mandi dan sedang berada dibawah shower.


"Aku lagi mandi Hon.." jawab Deni. Kemudian melanjutkan mandinya.


Alangkah terkejutnya Deni saat tiba tiba pintu kamar mandi terbuka. Dan ternyata Alea yang masuk ke kamar mandi. Alea segera melepaskan bajunya dan ikut mandi bersama suaminya. Dan ingat hanya mandi. Karena Deni berusaha sekuatnya untuk menahan hasratnya karena teringat istrinya sedang tidak sehat.


Lima belas menit kemudian keduanya keluar kamar mandi dengan memakai bathrobe saja. Alea langsung menjatuhkan dirinya di ranjang kembali. Sedang Deni langsung mencari pakaiannya juga pakaian untuk Alea.


"Honey, ayo celat ganti baju. Setelah itu kita makan." ucap Deni sambil mengenakan pakaian.


"Aku malas Bee, aku mau tidur lagi." jawab Alea dengan mata yang sudah terpejam.


"Hon, kamu bilang kamu tidak sakit kan.!"


"Iya."jawab Alea singkat.


"Kalau begitu kamu harus makan agar tidak jadi sakit. Apa kamu mau aku merasa khawatir terus padamu karena kamu tidak mau makan dan jatuh sakit.?" tanya Deni.


"Iya, aku makan." jawab Alea sedikit kesal. Dengan malas Alea bangun dari tempat tidurnya dan segera mengganti bajunya dengan pakaian yang sudah disiapkan Deni tadi.


Mereka berdua segera turun yang ternyata sudah ditunggu oleh orang tua Alea di meja makan.


"Alea sayang, sudah baikan?" tanya papanya.


"Sudah pa." jawab Alea sembari duduk.


"Ayolah kita makan." ajak papa.


Semianya makan malam dengan lahap kecuali Alea. Alea tidak berselera sama sekali padahal yang dihidangkan termasuk makanan kesukaan Alea semua.


"Kenapa tidak makan Honey?" tanya Deni saat melihat piring istrinya yang masih kosong.


"Tidak selera Bee."


"Mau makan apa? Akan aku belikan." tanya Deni.


"Bee, ceplokan telur saja untukku."


"Baiklah." Deni segera berdiri namun ditegur oleh mama mertuanya.


"Alea, biar mama saja ya. Masa kamu nyuuh suami kamu masak sih." ucap mamanya.


"Tidak apa apa ma." Deni yang menjawab.

__ADS_1


"Aku sudah susah payah membujuknya agar mau makan. Kalau hanya dengan masakanku saja dia mau makan aku sangat tidak keberatan." lanjut Deni, segera menuju dapur untuk memenuhi permintaan istrinya.


Deni membuat tiga telur ceplok. Sejak tadi masuk ke dapur Alea selalu memperhatikan gerak gerik Deni namun yang diperhatikan tidak tahu.


Setelah matang Deni segera kembali ke meja makan.


"Ini makan ya." Alea berbimar matanya menerima telur ceplok buatan suaminya.


"Bee..??" panggil Alea. Deni pun menghentikan makannya sejenak dan menatap Alea.


"Ada apa?" tanya Deni lembut.


"Suapin.." kata Alea dan itu membuat semuanya tersedak berjamaah. Deni menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Suapin?" tanya Deni memastikan. Alea mengangguk dengan senyum manisnya.


"Bee, cepet suapin. Kalau kamu nggak mau suapin aku nggak mau makan." kata Alea dengan wajah yang cemberut. Deni bukannya tidak mau namun dirinya malu masak menyuapi istrinya itu didepan kedua mertuanya.


Papa dan mama Alea yang menyadari kalau Deni malu pada mereka. Segera menghabiskan makan malamnya dan bergegas meninggalkan meja makan.


Saat mertuanya sudah pergi, Deni mulai menyuapi Alea. Tiga telur ceplok tandas tanpa sisa.


"Kamu tambah manja sih Honey, nggak biasanya minta disuapin." ucap Deni disela dia menyuapi Alea.


"Emang lagi pengen maja Bee sama kamu. Kamu nggak suka aku manja manja sama kamu?" mendadak Alea jadi sewot.


Keduanya kembali ke kamar setelah makan.


"Bee,." panggil Alea yang sudah dalam dekapan Deni.


"Hemm." jawab Deni.


"Aku sayang kamu Bee."


"Aku lebih sayang kamu Honey."


"Kamu nggak akan ninggalin aku kan Bee."


"Kok kamu tanyanya gitu."


"Udah deh Bee, jawab aja kenapa sih."


"Aku nggak akan ninggalin kamu. Selama aku masih bernafas maka selama itu pula aku ada disamping kamu. Kamu juga kan?" tanya Deni balik.


"Hidup dan mati aku cuma sam kamu Bee." jawab Alea cepat.


"Sttt. jangan bicarakan kematian Hon. Kematian itu rahasia Allah. Kita tidak tahu kapan kita akan dipanggil ke sisiNya. Jadi jangan bicarakan kematian."

__ADS_1


"Baiklah. Tapi aku ingin bertanya lagi."


"Apa?"


"Jika aku meninggal lebih dulu. Apa yang akan kamu lakukan."


"Aku akan hidup bahagia." Alea sedikit kesal mendengar jawaban suaminya namun itu belum selesai.


"Aku akan tetap hidup bersama kenangan indah kita bersama sampai ajal juga menjemputku. Akupun juga berharap kamu akan mellakukan hal yang sama jika aku lebih dulu tiada."


"Aku nggak bisa Bee. Kalau kamu peegi aku juga akan ikut pergi." tegas Alea.


"Sudah jangan bicarakan yang belum terjadi. Yang terpenting sekarang kita hidup bersama dan bahagia." kata Deni sambil mengecupi puncak kepala Alea.


"Bee, boleh aku bertanya lagi.?"


"Apa?"


"Tapi kamu janji tidak akan berfikir macam macam."


" Iya janji."


"Apa kamu pernah mendengar kabar tentang orang itu?" tanpa menyebut nama orang itu pun Deni sidah tahu siapa yang dimaksud Alea.


"Kenapa tidak menyebutkan nama. Kamu pikir aku cenayang yang bisa tahu siapa yang kamu tanyakan tanpa tahu namanya. Aww sakit..honey." Alea mencubit perut Deni.


"Tanpa perlu aku bilang kamu juga sudah mengertikan siapa yang aku tanyakan." jawab Alea.


"Ya iya aku tahu. Kalau aku lihat dari media sosialnya sepertinya dia mulai menata hatinya.Dan kamu ingat foto wanita yang pernah kamu lihat di media sosialnya dulu?" Alea mengangguk.


"Wanita itu sekarang fotonya selalu menghiasi media sosialnya setiap hari. Dan setiap kali berfoto bersama juga Dia terlihat bahagia." jelas Deni.


"Benarkah? Syukurlah kalau memang dia sudah bahagia. Aku jadi lega mendengarnya, setidaknya perasaan bersalahku sedikit berkurang."


"Mengala kamu merasa bersalah Honey. Apa kamu menyesali keputusanmu tidak memberikan kesempatan kedua untuknya..??"


"Kamu ngomong apa sih Bee. Bukan seperti itu. Apa kamu mengingat pertemuan terakhir kita dengannya. Aku tidak memaafkannya dengam baik. Aku takut kalau dia masih merasa bersalah karena telah menyakitiku. Tapi kalau memang dia sudah bahagia itu artinya dia sudah melupakan aku bukan. Dan itu sangat bagus."


"Ya baiklah mari kita tidur."


"Aku belum ngantuk Bee."


Kemudian Deni mengambil ponselnya yang berada diatas nakas samping ranjang beserta headsetnya. Di setel musik yang melow roman, lalu Deni memasangkan salah satu kepala headset ke telinga Alea, dan satunya di telinganya sendiri.


"Dengarkan dengan memejamkan matamu Honey." perintah Deni. Tanpa menjawab Alea langsung melakukan seperti yang disuruh suaminya.


Bahkan belum selesai dua lagu keduanya nampak telah tertidur lelap.

__ADS_1


__ADS_2