
Sejak tadi Alea selalu mencuri pandang ke arah Bimo. Begitupun juga sebaliknya, keduanya sama sama tidak fokus pada acara hiburan di atas panggung.
"Mom,." panggil Myli.
"Ada apa sayang? Hemm." Alea menatap putrinya.
"Ili pengen ikut bunda Ika, boleh?" bisik Myli.
"Boleh donk sayang." Alea kemudian menurunkan Myli dari pangkuannya. Myli langsung berlari menuju meja Ika dan Bimo.
"Bunda.." ucap Myli sambil merangkak naik ke atas pangkuan Bimo.
"Eh manggilnya bunda kok naik ke pangkuan om Bimo sih.?" keluh Ika dengan wajah pura pura sedih.
Myli hanya menyengir saja.
"Kamu kalau ngambek kayak anak kecil dek. Nggak pantes!! Iya kan Myli."ucap Bimo.
"Myli kangen ya sama om?" Bimo menciumi pipi cubby Myli.
"Heem." jawab Myli mengangguk kemudian memeluk erat Bimo. Bimo membalas pelukan Myli.
Entah kenapa hatinya merasa tenang dan nyaman ketika memeluk anak kecil ini. Dalam pikirannya, mungkin karena menyukai ibunya jadi hanya dengan memeluk anaknya saja sudah membuat Bimo bahagia.
Memang ya, ikatan bathin orang yang saling mencintai dan orang tua dengan anak selalu dapat mengalahkan segalanya. Nyatanya walau Bimo tidak mengetahui jati dirinya, namun bertemu dengan Alea dan Myli sekali saja bisa menumbuhkan kembali perasaan cintanya.
"Ma, Pa, lihatlah itu." Alea menunjuk dengan pandangan matanya yang tertuju pada Bimo dan Myli.
Tuan Malik dan istrinya, juga orang tua Alea melihat ke arah yang sama dengan yang Alea lihat. Mereka berempat mengembangkan senyumnya.
"Walau ingatan terlupa, namun ikatan bathin merekalah yang mendekatkan mereka." lanjut Alea.
"Bagaimana kamu mendekatinya sayang?" Mama mertuanya mulai kepo dengan usaha Alea untuk mendekati Bimo.
"Susah ma, anak mama itu selalu saja menjaga perasaan orang lain. Dia mencoba selalu menjaga jaraknya denganku. Dia berfikiran kalau aku begitu mencintai suamiku. Makanya dia tidak mau dekat dekat denganku. Makanya tadi aku sampai memamerkan foto foto lama kami dulu ma, kali saja ada keajaiban. Ingatannya kembali. Tapi sepertinya usahaku gagal." Alea menghela nafasnya pelan.
__ADS_1
"Sabar sayang, hati Deni hanya satu dan itu hanya untuk kamu." Mama mertuanya mencoba menyemangatinya.
"Iya ma, aku akan berjuang lebih keras lagi.Tapi sepertinya aku butuh bantuan papa." Alea menatap papa mertuanya.
"Apa sayang? Papa akan lakukan apapun untuk kalian." jawab Tuan Malik.
"Aku dengar dari Ika, kalau setelah kaki Bimo benar benar sembuh. Dia akan ditugaskan papanya untuk mengurus perusahaan. Dan saat itu tiba, aku ingin bekerja pa, di perusahaan papa. Agar saat bekerja sama dengan perusahaan tuan Zian, aku jadi punya alasan untuk sering bertemu dengan Bimo. Kalau sering bertemu kemungkinan untuk segera kembali bersama akan lebih besar kan pa." terang Alea. Tuan Malik nampak berfikir.
"Bagaimana Ar?" Tuan Malik meminta pendapat besannya.
"Entahlah aku bingung juga." tuan Aran menhendikan bahunya.
"Tapi sebenarnya papa punya satu cara lain, dan pastinya ini bisa lebih cepat untuk kalian bisa lebih dekat." ucap tuan Aran menatap putrinya.
"Benarkah? Apa itu pa?" tanya Alea bersemangat.
"Papa sebenarnya punya rencana untuk bekerja sama dengan tuan Zian. Dan nanti kalau kerja sama sudah berjalan, papa akan mengajak tuan Zian untuk menjodohkan kalian saja. Bagaimana??" tuan Aran meminta pendapat semuanya.
"Papa dukung rencana papa kamu Al, itu lebih baik dari pada membiarkanmu bekerja di kantor." ucap tuan Malik.
"Ihh papa, memang kenapa kalau aku bekerja. Aku kan juga ingin seperti papa dan mama yang punya kesibukan diluar rumah. Aku ingin bekerja di kantor bantuin papa mengurus perusahaan." Alea cemberut karena dilarang bekerja.
"Iya, iya, aku nurut deh sama semuanya. Apapun caranya yang penting aku bisa segera dekat dengan Bimo." jawab Alea pasrah.
"Ada apa sebut sebut nama aku Al?" tiba tiba saja Bimo sudah berdiri di samping Alea dengan Myli yang berada di gendongannya.
"Eh,.Bimo." Alea terkejut melihat Bimo. Alasan apa yang akan diberikan biar Bimo percaya.
"Em tadi papa nyariin Myli. Terus aku bilang lagi sama kamu." Alea langsung berdiri dan meraih tubuh Myli namun Myli tak mau melepaskan pegangan tangannya pada baju Bimo.
"Kenapa sayang? Kasihan om Bimonya, nanti capek gendong kamu terus." bujuk Alea.
"Sudah tidak apa," Bimo tersenyum lalu membelai kepala Myli.
"Tapi Bim, kaki kamu belum sembuh benar kan. Ini kenapa dipakai jalan tanpa tongkat lagi." keluh Alea karena khawatir.
__ADS_1
"Tidak apa apa. Kamu tidak lihat tadi kalau akupun datang tadi sudah tidak pakai tongkat lagi."
"Ah iya ya. Aku tidak begitu memperhatikan itu. Tapi sini cepat duduk, aku nggak mau kakimu sakit lagi karena terlalu lama berdiri sambil gendong Myli." Alea menyodorkan tempat duduknya.
"Lalu kamu?" Bimo belum juga duduk.
"Sudah duduk dulu." Alea memaksa mendudukan Bimo di kursinya kemudian menarik kursi lain yang kosong ke samping Bimo. Bimo hanya memperhatikan Alea.
"Bagaimana hatiku tidak bertambah jatuh cinta sama kamu. Karena setiap kali bertemu setiap langkah, tingkah, perhatian, dan ucapanmu membuatku jatuh cinta padamu berkali kali. Aku mencintaimu Alea." ucap Bimo dalam hati yang menatap nanar ke arah Alea.
"Hei, kenapa?" Alea mengibaskan tangannya di depan wajah Bimo yang terlihat melamun sambil memandangnya.
"Tidak apa apa." jawab Bimo kemudian mengalihkan pandangannya. Alea nampak tersenyum tipis, tak ada yang menyadarinya.
"Aril mana Al? Dari tadi aku tak melihatnya." tanya Bimo sambil melihat ke sembarang arah.
"Papa mertuaku memberikan tanggung jawab acara ini padanya. Mungkin sekarang masih sibuk mengatur dan mengarahkan anak buahnya agar acara berjalan lancar dan aman terkendali." jawab Alea.
"Bimo, bagaimana perkembangan hubungan Aril dan Ika?" tanya tuan Malik.
"Emm sepertinya tambah dekat om. Sekarang mereka sering jalan berdua. Papa sangat menyukai Aril om, makanya setiap Ika ijin pergi bersama Aril selalu diijinkan." terang Bimo.
"Lalu sampai kapan identitas kalian tetap disembunyikan? Tidak mungkin selamanyakan?" kini giliran tuan Aran yang bertanya.
"Ika masih sibuk dengan pekerjaannya om. Katanya di bagian keuangan ada yang tidak beres. Nanti setelah masalahnya selesai, rencananya Ika dan aku akan mengungkap identitas kami. Kami akan muncul sebagai pemimpin perusahaan." jelas Bimo.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️
🙏🙏🙏🙏🙏terima kasih yang sudah tetap setia pada karyaku, selalu menunggu up aku.. maaf iya, lagi sibuk sama pekerjaan hingga kemarin tidak sempat up.
Apalagi sebagai Ibu, kalau sudah mengurus anak, jadi lupa ponsel..😄😄😄
jangan bosan bosan ya... nungguin up aku..
jangan lupa tinggalkan jejak kalian like komen vote tips juga boleh banget...kalau berkenan kasih hadiah bunga ya buat aku.. biar jadi tambahan semangat aku
__ADS_1
Aku sayang kalian para readers setiaku...😘😘😘
always love you..🤗🤗🤗🤗