Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Bersalah berujung bahagia


__ADS_3

"Biasanya setelah bangun dari tidurnya, akan mengalami sedikit pusing. Jadi saya sarankan untuk Nyonya Alea tetap istirahat stu hari ini. Ini saya resepkan obat juga beberapa vitamin agar Nyonya segera pulih seperti sebelumnya." jelas dokter itu lagi.


"Baiklah dokter, terima kasih. Saya pergi." Sahut Bimo lalu meninggalkan ruangan dokter itu.


Bimo sedikit lega, setelah penjelasan dokter. Dirinya tak khawatir lagi dengan kondisi Alea. Dia berniat untuk tidak membicarakan hal ini pada Alea. Bimo tak ingin Alea mengetahui tingkahnya yang agresif akibat obat itu.


Bimo menghubungi Revan, karena hanya tinggal dialah yang bisa dipercaya untuk melakukan tugas untuk menyelidiki kejadian ini. Sebenarnya mencurigai seseorang, namun apakah benar dia. Bagaimana keamanan bisa lalai hingga bisa orang yang berniat jahat bisa masuk kawasannya kemarin saat pesta pernikahan.


Bimo melajukan kendaraannya menuju hotel Sanjaya, tempat pernikahannya kemarin. Bimo menjadi bersalah karena telah mengabaikan Alea tadi pagi. Dan saat ini sudah waktunya makan siang dengan istri tercintanya.


...


Waktu berlalu, Alea hanya berbaring saja di kamar hotel. Tanpa bisa keluar, ternyata di luar ada penjaga yang melarangnya keluar dari kamar itu. Alea tak habis fikir, bagaimana bisa dia diperlakukan seperti itu oleh suaminya.


Setelah sekian lama menunggu waktu untuk kembali bersama, tapi di hari pertama dia sudah diabaikan. Dan dikurung di kamar hotel ini. Alea hanya bisa berbaring sambil menonton tv.


Alea melongok pada jam dinding.


"Huh, aku bosan sekali. Kemana suamiku dari pagi keluar sampai sekarang belum kembali juga. Lalu ponselku juga ada dimana. Aku tak bisa keluar." Alea mengesah kasar.


Ceklek..


Terdengar pintu di buka, Alea tak beranjak dari pembaringannya. Hanya matanya yang mengamati siapa yang akan masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu dulu. Alea memicingkan matanya saat Bimo lah yang masuk.


Alea langsung memasang wajah kesal dan langsung meringkuk membelakangi Bimo. Alea mulai merajuk. Dan Bimo tahu itu, karena Bimo jelas tadi melihat Alea yang melihatnya masuk ke dalam.


"Apa aku sudah keterlaluan tadi pagi." Gumam Bimo pelan.


"Sayang." Panggil Bimo saat sudah berada di samping ranjang. Namun Alea tak juga merespon. Bimo melangkah ke sisi lainnya agar bisa melihat wajah Alea. Namun saat sudah akan melihatnya, Alea membalikan tubuhnya hingga kembali membelakangi Bimo.


Bimo lalu duduk di tepi ranjang,


"Sayang." Panggil Bimo lagi, meraih bahu Alea agar bisa melihat ke arahnya. Namun tangan Alea menepis tangan Bimo.


"Dia benar benar marah." ucap Bimo dalam hati.


Bimo naik ke ranjang, ikut berbaring di samping Alea. Alea ingin menggesr tubuhnya untuk menjauh, tapi Bimo menahan tubuh Alea dengan dekapannya.


"Maafkan aku. Apa yang membuatmu marah?" Bisik Bimo di dekat telinga Alea. Alea meremang merasakan hembusan nafas Bimo yang menerpa telinganya.


"Sayang, bicaralah." ucap Bimo lagi karena Alea masih diam saja.

__ADS_1


"Baiklah jika kamu tak ingin bicara denganku, aku akan pergi lagi. Padahal tadi aku berniat untuk mengajakmu makan siang di luar." Bimo akan beranjak namun lengannya di tahan oleh Alea.


"Jadi sudah tidak marah lagi?" Tanya Bimo sebelum dia kembali berbaring. Alea mngangguk, lalu Bimo tersenyum dan kembali berbaring ke samping Alea.


"Kemana saja kamu sejak pagi? Dan kenapa tadi pagi kamu mengabaikan aku?" suara Alea akhirnya terdengar setelah membalikan badan berhadapan dengan Bimo.


"Maafkan aku sayang, aku sedang ada pekerjaan, ada masalah serius di perusahaan. Terpaksa aku harus pergi untuk membantu papa. Maafkan aku ya. Dan untuk pagi ini, pikiranku sedang kalut jadi tak sengaja aku malah mengabaikanmu." Bimo membelai pipi Alea.


"Lain kali, ceritakan semua masalahmu padaku. Jangan mengabaikan aku lagi. Kau tahu seharian ini aku sedih karena dari kamu bangun kamu sama sekali tak bicara padaku. Aku ingin menghubungimu, tapi aku juga tidak tahu dimana ponselku."


Bimo mengernyit heran, ponsel Alea tak berada di kamar ini. Tapi juga tidak ada di kamar tempat semalam.


"Dimana kapan kamu terakhir meletakannya?" Tanya Bimo kemudian.


"Aku ingat semalam, aku meletakannya di laci nakas ini. Tapi saat aku mencarinya sudah tidak ada, aku cari di tempat pun tidak aku temukan."


"Sayang, semalam siapa yang membantumu kembali ke kamar?" Bimo memancing sampai dimana Alea mengingat kejadian semalam.


"Aku tidak tahu mas, tapi aku samar samar melihat seorang wanita berpakaian pelayan. Dan aku memintanya untuk mengantarku ke kamar ini. Setelah itu aku tak mengingat apa apa lagi." jelas Alea.


"Mas kenapa kamu semalam tidur disofa?" tanya Alea penasaran.


Bimo tak langsung menjawabnya. Tapi dia malah merapatkan tubuhnya dengan tubuh Alea. Alea merasakan ada pergerakan di bawah perutnya.


Kamu ingin tahu kan alasan kenapa aku tidur di sofa. Ya karena yang bergerak di bawah itu. Dia akan langsung menegang jika berdekatan denganmu. Dan semalam aku tak ingin menganggu tidur nyenyakmu." Jelas Bimo lembut.


"Mas, Aku ingin..." Tangan Alea bergerak ke bawah tubuh Bimo.


Bimo tersenyum.


"Dengan senang hati sayang." Bimo ingin memulai pergerakannya namun dihentikan oleh Alea.


"Kenapa?" Bimo tak mengerti.


"Ijinkan aku memberikan kepuasan terlebih dulu untukmu mas." Alea mngecup sekilas bibir Bimo lalu memulai aksinya yang akan lebih dominan.


Bimo menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Alea, berbeda dengan saat pertama kali penyatuannya dengan Alea di rumah waktu itu. Saat itu Bimo yabg lebih dominan, dan sekarang Alea bergerak lebih aktif untuk memanjakan Bimo.


Perasaan bersalahnya sedari tadi sudah menguap berganti dengan kebahagiaannya. Bisa bersatu dengan Alea, orang yang sejak pertama dilihatnya sudah membuatnya nyaman. Bimo sangat bersyukur akan hal itu.


Akhirnya Alea sendiri yang lebih dulu tumbang karena terlalu bersemangat. Bimo memahami itu, sekarang bergantian dia yang mengambil alih kendali pergumulan mereka di siang hari yang terik ini, semakin terasa panas saja di dalam kamar mereka.

__ADS_1


Tak lama kemudian Bimo mencapai klimaks, dan menjatuhkan tubuhnya di samping Alea.


"Mas kita tunda ya makan diluar, rasanya aku lelah sekali. Aku ingin berbaring saja." ucap Alea masih dengan menutup matanya merasakan kemikmatan yang tersisa.


"Baiklah, istirahatlah. Aku akan pesan makanan. Kamu ingin makan apa sayang?"


"Terserah kamu saja mas. Aku akan makan apapun itu."


Bimo tersenyum melihat istrinya terus bicara sambil menutup mata, pasti ujungnya nanti dia akan tertidur pulas.


...☘️☘️☘️☘️☘️☘️...


hai hai...lanjuut baca terus iya karyaku...


maafkan author yang gk bisa sering sering up..😊😊😊


✌️✌️✌️✌️tinggal beberapa episode lagi.. ingin dilanjutkan apa stop aja..episodenya udh kpnjangan nih menurut aq..


kasih komennya ya


Like like like like like like like like like like


Like like like like like like like like like like


Like like like like like like like like like like


Like like like like like like like like like like


Komen komen komen komen komen komen


Komen komen komen komen komen komen


Komen komen komen komen komen komen


Komen komen komen komen komen komen


Vote vote vote vote vote vote vote vote vote


Vote vote vote vote vote vote vote vote vote


Vote vote vote vote vote vote vote vote vote

__ADS_1


Vote vote vote vote vote vote vote vote vote


Hadiah bunga hadiah kopi hadiah bunga hadiah kopi Hadiah bunga hadiah kopi hadiah bunga hadiah kopi Hadiah bunga hadiah kopi hadiah bunga hadiah kopi Hadiah bunga hadiah kopi hadiah bunga hadiah kopi hadiah bunga


__ADS_2