
***Maaf ya sebelumnya, kemarin aku tambahin sedikit di episode sebelumnya, jadi baca ulang ya, biar nyambung dengan episode ini.
Selamat membaca***!!
Dalam perjalanan menuju jalan Xx, Deni selalu berdoa dalam hati untuk keselamatan Alea dan calon bayinya.
Bi Minah mencoba menghubungi para bodyguard yang mengikuti Alea, namun tak ada satupun yang menjawab. Kemudian mencoba unuk menghubungi sopir Alea, terhubung agak lama menunggu sebelum akhirnya dijawab oleh sopir Alea.
"Halo kang. Nona Alea baik baik saja kan?" bi Minah langsung to the point.
"Min, nona di culik saya sudah tak mampu melawan preman itu." jawab sopir Alea dengan terbata karena merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
"Kemana mereka membawa nona kang?"
"Saya samar samar mendengar mereka menyebut gudang...Akkhh.." suara teriakan terakhir sopir Alea menutup perbincangan itu.
Bi Minah segera menghubungi tuannya.
Ternyata sopir Alea kembali dihajar oleh salah satu preman karena melihat sopir Alea sedang bicara dengan seseorang di telfon. Sopir Alea dihajar hingga tak bergerak lagi.
Deni terkejut saat ponsel yang dibawanya berdering. Ternyata telefon dari rumah. Deni sungguh berharap ada kabar baik.
"Halo bi, bagaimana?"
"Halo tuan, nona Alea diculik tuan. Tapi belum juga mengatakan tempat tujuan nona Alea akan dibawa, sopir nona sudah dihajar kembali oleh penculik nona."
"Arrghh.. sial." Deni menggeram frustasi, dilemparnya ponsel ke jok sampingnya.
Deni melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju jalan Xx.
Sebelum sampai di jalan Xx, terdapat banyak kerumunan orang yang membuat jalanan yang mulanya sepi jadi macet. Deni mencoba mencari tahu apa yang terjadi.
Deni melihat kondisi mobil yang hancur kacanya. Dan terkejutnya dia lihat iu adalah mobil Alea.
Deni bertanya pada seseorang yang ada disana.
"Permisi pak. Apa bapak melihat kejadiannya? Dan juga penumpang mobilnya kemana?"
"Saya tidak lihat mas, tahu tahu bapak itu sudah terkapar di tengah jalan dengan kondisi babak belur. Dia sudah dibawa ambulan ke rumah sakit terdekat. Mas kenal sama bapak itu?"
"Dia pasti sopir istri saya. Apa bapak tidak melihat istri saya?"
"Tidak mas."
"Al, kamu dimana??" gumam Deni kemudian kembali ke mobilnya.
Baru juga masuk, ponselnya langsung berdering kembali. Ternyata telfon dari Aril
"Aril, ada apa?" tanya Deni langsung tak ingin berbasa basi.
"Deni, kamu kemana saja! Aku telfon saat penting seperti ini, malah ngilang."
"Ini siapa bukannya ini nomor Aril?"
__ADS_1
"Ini aku Keyla. Cepat kesini, Alea dalam bahaya. Aku share loc tempatnya."
"Terima kasih Key. Aku akan segera kesana."
Deni segera melajukan mobilnya dengan kecepataan tinggi setelah menerima pesan share loc dari Keyla.
"Terima kasih ya Allah, Engkau membukakan jalan bagiku untuk menyelamatkan istri dan calon anakku. Selalu lindungi mereka ya Allah." doa Deni sembari menyetir mobilnya.
Di tempat penculik, dimana Alea dibawa para preman itu. Keyla duduk bersembunyi di depan gedung tua itu. Mengawasi kalau ada kompotan lainnya yang datang. Sebenarnya Keyla sudah menghubungi polisi, namun sampai detik ini polisi belum juga menampakan batang hidungnya.
Sedangkan Aril masuk ke dalam gedung untuk mencari keberadaan Alea. Aril tadinya sungguh tak percaya saat di telfon kekasihnya kalau Alea di culik.
flashback
Keyla tak sengaja melihat Alea yang pingsan berada di dalam mobil bersama preman saat berhenti di lampu merah. Karena khawatir Keyla membuntuti mobil yang membawa Alea, sambil menghubungi nomor Alea namun terus tak ada jawaban.
Keyla menyesal tak punya nomor ponsel Deni. Keyla bingung harus meminta bantuan pada siapa. Ah dia ingat pada kekasihnya. Keyla langsung menelfon Aril.
" Halo Ril,"
"Ada apa sayang?"
"Ril Alea diculik, kamu lacak gps ponsel aku. Aku sedang mengikuti mobil yang menculiknya."
"Serius kamu Key?"
"Serius Ril cepat.!!"
Aril tanpa ijin langsung keluar dari kantornya. Melacak posisi kekasihnya melalui gps.
Aril mengetuk pintu mobil Keyla, Keyla segera keluar dari mobilnya.
"Ril cepat selamatkan Alea, aku khawatir dengan keadaannya. Apalagi dia sedang hamil."
"Iya kamu tenang aku akan masuk. Ini ponsel aku, cepat hubungi siapa saja yang bisa bantu. Telfon Deni juga. Aku akan masuk ke dalam." pinta Aril.
"Kamu hati hati."
"Iya. Kamu tetaplah di dalam mobil. Atau pergi sembunyi, takut ada penjahat lain datang."
"Hm."
flashback end
Perlahan Aril menyusuri setiap tempat di gedung itu.
Aril menemukan ada seorang preman tengah berjaga di depan pintu. Aril yakin pasti ruangan itu ada Alea di dalamnya.
Aril mencari benda yang bisa dia gunakan sebagai alat untuk menyerang preman itu. Dan Aril menemukan sebatang besi.
Aril mengendap endap dari belakang preman itu dan langsung memukul kepala preman iu dengan sekuat tenaga. Hingga preman itu langsung tersungkur tanpa perlawanan.
Aril merusak gembok yang mengunci pintu itu dengan besi yang dibawanya. Setelah berhasil terbuka, Aril segera masuk ke ruangan itu.
__ADS_1
Tampaklah Alea yang lemas tengah terikat pada sebuah kursi.
"Al, kamu nggak papa?"
"Aril." ucap Alea dengan lemah.
Aril segera mendekat dan mencoba untuk melepaskan ikatan pada Alea. Belum selesai membuka ikatannya ada seorang preman datang dan langsung menendang tubuh Aril.
Aril kemudian berkelahi dengan preman itu. Karena merasa akan kalah, Aril segera meraih besi yang tadi dia gunakan sebagai senjata. Aril memukuli preman itu dengan menggunakan besi itu. Dan akhirnya preman itu tersungkur.
Dengan sedikit tertatih, Aril melanjutkan melepas ikatan tali pada Alea.
"Terima kasih Ril, dari mana kamu tahu aku ada disini?"
"Ceritanya panjang lebih baik kita pergi dari sini dulu."
"Ril awas dibelakangmu." peringatan Alea terlambat, karena saat Aril berbalik preman itu sudah siap dengan sebilah pisau ditangannya dan akan ditusukan ke Aril.
Namun tak jadi mengenai Aril, Keyla dengan cepat menghadang di depan Aril dan menjadi tamengnya.
"Keyla." teriak Alea bersamaan dengan Aril. Keyla langsung terhuyung ke belakang Aril menangkapnya dan membaringkan Keyla di lantai. Karena dia tidak akan bisa menyelamatkan Keyla kalau belum menghabisi preman itu.
Aril agak kuwalahan melawan preman itu, namun dia terus berjuang demi orang yang dicintai. Hingga akhirnya dia menang.
Aril dengan sempoyongan menghampiri Keyla.
Alea sudah menangis melihat kondisi teman baiknya itu. Walau baru beberapa bulan saling kenal, namun jalinan persahabatan mereka seperti sudah terjalin sangat lama.
"Keyla sayang, bertahanlah. Aku akan membawamu pergi dari sini."
"Aril, aku mencintaimu." ucap Keyla dengan terbata hingga Keyla tak saarkan diri.
"Key, bangun Key. Al, kamu kuat berjalan sendiri kan."
Alea mengangguk saja.
"Honey, kamu tidak apa apa?" teriak Deni saat memasuki ruangan itu dan langsung memeluk tubuh istrinya.
"Bee, aku takut. Keyla terluka."
"Ayo kita harus cepat pergi dari sini."
Belum juga semua beranjak dari posisi, suara tepukan tangan terdengar dari pojok ruangan.
Prok prok prok.. Dan suara tawa wanita jelas terdengar. Namun sosoknya tak terlihat karena pojok ruangan itu gelap.
☘️☘️☘️☘️
Penasaran siapa wanita itu..?
Apa si Diana.?
Lanjut yuk ke episode selanjutnya..
__ADS_1
love you readers setiaku..😊😊😊😘😘😘