
Sial..
"ehm.. Ricky, ini udah jam setengah sebelas. Om antar Ricky ke sekolah lagi ya, sebelum nanti supir Opanya Ricky jemput" aku langsung saja mengalihkan pembicaraan dan menggandeng Ricky menuju kasir untuk membayar makanan kami.
Lalu setelah selesai aku kembali mengantarkan Ricky kembali kesekolah sebelum supir keluarga Dian menjemputnya.
Sepanjang kami berjalan, Ricky berceloteh ria menceritakan apa saja. Ya, aku hanya mengajaknya ke kedai es krim yang tak jauh dari sekolah Ricky. Setelah sampai disekolah, aku kembali memberikan Ricky pada gurunya.
"bapak coba baikan sama bu Dian, biar gak ngumpet-ngumpet seperti ini lagi kalau mau ketemu Ricky"
Aku menggaruk tengkukku gugup karena
ucapan Guru Ricky
"iya bu.. Maaf ya merepotkan. Saya akan membujuk istri saya supaya memaafkan saya karena melupakan tanggal pernikahan kami" cengirku pura-pura bersalah.
"baik kalau begitu pak, biar Ricky nya saya ajak masuk kelas"
"silahkan Bu Damai."
"dadah om.. Matacih ya.." Ricky masuk kembali ke dalam kelas sambil berlari kecil.
Sementara Guru Ricky menatapku curiga karena Ricky memanggilku om, bukan papa.
"eh.. Bu.. Mamanya kalo ngambek ngajak-ngajak. Jadi mamanya pasti maksa Ricky buat panggil saya Om. Maklumlah bu.. Kami kan sering pisah karena pekerjaan saya di luar negeri, jadi pasti Ricky lebih nurut sama mamanya. " ucapku beralasan.
Kulihat Guru Ricky yang kutebak berusia sekitar tiga puluhan keatas menghela napas lelah.
"pasangan muda jaman sekarang.. Seharusnya mamanya gak boleh ajak-ajak anak buat memusuhi papanya. Tapi ya saya juga kalau jadi istri pak Tomy pasti akan marah kalau pak Tomy melupakan hari bersejarah kalian. Sudah jarang ketemu eh malah lupa hal bersejarah pula. Kalau begitu saya permisi pak" Guru Ricky tersenyum maklum kearahku kemudian berbalik menjauh memasuki kelas Ricky meninggalkan aku yang terbengong seperti kambing ompong.
* Dian POV *
Huft... Lelahnya!!!
Mata kuliah membosankan!!
Kalau tidak ingat ingin membahagiakan Ayah, sebenarnya aku sudah malas belajar dan memilih berdiam diri dirumah saja sambil menjalankan bisnis online ku yang semakin maju. Karena rasa bersalah dimasa lalu yang menggerogotiku, aku memilih untuk menebusnya dengan belajar lebih giat untuk menjadi sarjana agar Ayah bangga.
Walaupun Ayah tidak pernah menuntut lagi setelah aku melahirkan Ricky, tapi setidaknya aku harus memberi kebahagiaan untuk mengurangi rasa bersalahku. Setelah melahirkan Ricky aku memang mengikuti ujian paket C dan beruntungnya aku berhasil karena usaha kerasku belajar siang dan malam.
Aku mengenal bisnis online juga dari salah satu kenalanku yang mengikuti ujian paket C juga, dia memang tidak banyak mengajariku, tapi dia memberi tahu cara-caranya dan aku mengikuti dan mencari tahu sendiri di internet.
Aku menyusuri jalan setapak melewati taman kampus menuju parkiran mobil.
Sepanjang jalan aku bersenandung riang karena sebentar lagi akan pulang dan melihat wajah tampan anakku.
My Son.. Mommy's coming..
Deg..
Aku memberhentikan langkah karena melihat pemandangan di depanku .
Tomy,,??
Apa yang dia lakukan disini? Di parkiran kampusku dengan bersandar di mobil range rover berwarna grey sambil bersedekap dan memainkan ponselnya.
Badannya yang atletis serta gaya
berpakaiannya yang modis sepertinya mengundang banyak pasang mata wanita untuk memperhatikan Pria yang selalu terlihat tampan itu.
__ADS_1
Si ketua OSIS yang menjadi idola di sekolah kami dulu.
Setelah pertemuan dua minggu yang lalu, aku
tidak pernah melihatnya lagi sampai hari ini.
Apa mungkin dia mencariku?
Tidak mungkin kan??
Tapi ingatan tentang ucapannya yang akan mencari tahu sendiri tentang Ricky terus terngiang di kepalaku.
Tidak!! Tidak!! Tidak mungkin dia mencariku!
Tidak mungkin juga kan dia baru muncul lagi sekarang setelah dua minggu lamanya ?
Jadi Dian, harap tenang tarik nafas dan hembuskan.
Tomy bukan mencariku!!
Tomy bukan mencariku!!
Aku hendak membalikkan tubuh untuk pergi dari parkiran, namun sebelum berbalik, aku melihat seorang wanita menghampirinya.
Siska Raharjo..
Deg..
Oh..
Jadi dia kekampus ini untuk menemui kekasihnya itu?
Mengapa rasanya sakit melihat mereka berbincang-bincang seru?
Apa yang sedang mereka bicarakan?
Jadi mereka masih menjalin hubungan sampai sekarang?
Bodoh sekali aku mengira jika Tomy kekampus ini untuk menemui ku.
Tomy tidak pernah mencintai diriku,
seharusnya aku sadar itu.
But, wait..
Apa mereka berselingkuh di belakang suami Siska?
Apakah Tomy tidak tahu kalau Siska sudah
memiliki suami?
Arrgghh!!!
Apa peduliku!!
Biarkan saja mereka bermesraan!!
Bukan urusanku.
__ADS_1
Akupun langsung membalikkan tubuh untuk pergi dari parkiran mobil itu agar tak melihat lagi pemandangan menyakitkan di depanku itu. Lebih baik aku pulang menggunakan taksi saja. Biar saja mobilku kuambil besok, toh besok aku juga ada kuliah daripada aku harus melewati pasangan selingkuh itu yang mana malah membuat hatiku panas tak terkira.
"Eh.. Si Seksi.. Lo gak jadi pulang?"
Baru saja aku membalikkan tubuh untuk pergi, aku tersentak karena di depanku sudah ada senior satu tingkat diatasku- Surya - menyapa sambil tersenyum manis.
Aku pun balas tersenyum demi kesopanan.
"ada yang ketinggalan di kelas kak. Kalau gitu Dian duluan ya" Belum sempat aku berjalan, lenganku sudah di tahan oleh Surya.
"eits.. Tunggu.. Kamu malam ini ada acara gak?" tanyanya gugup dengan pandangan menuju kearah gundukan payudaraku yang ukurannya memang agak besar apalagi setelah aku melahirkan dan menyusui Ricky.
Aku membiarkan saja pandangannya kesana karena itu sudah biasa terjadi padaku. Pandangan pria-pria mesum selalu mengarah ke payudara serta ke pahaku yang seringkali sengaja ku perlihatkan.
See..
Semua lelaki sama saja!
Otak mereka selalu mesum.
"emm.. Kenapa emangnya kak?" tanyaku memancing.
"ya.. Ya.. Kalo gak ada acara.. Aku mau ngajak kamu jalan"
Aku tersenyum sinis dalam hati.
Ngajak jalan? Ngajak jalan ke hotel maksudnya?
Aku sudah hapal dengan beberapa pria di kampus ini yang beberapa kali mengajakku dengan ajakan 'jalan' yang aku yakin 'jalan' menuju surga dunia.
Mereka beranggapan kalau aku adalah wanita murahan karena penampilanku.
Bahkan beberapa ada yang mengatakan aku simpanan pejabatlah, sampai ada yang mengatakan aku istri siri Pengusaha tua lah.
Aku tak peduli.
Malah semakin mereka menganggapku rendah, semakin lebih baik.
"gimana ya.. Maaf kak, Dian gak bisa" balasku pura-pura dengan wajah penuh penyesalan.
"oh.. Udah ada janji ya? trus bisanya kapan?" tanya Surya masih belum menyerah.
"Kay.."
"kamu sudah selesai kuliahnya , Hon?"
Deg..
Tiba-tiba ada yang menarik pinggangku dari arah samping.
Dan aromanya seperti..
Aku menolehkan wajahku dan..
Aku membolakan mata terkejut..
Tomy Rafael..
Apa yang dia lakukan di sampingku???
__ADS_1
What..!!
* Dian POV end *