Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Malam Mingguan


__ADS_3

"sudah yuk kita masuk calon istri ku, mulai sekarang biasakan dirimu jangan memanggilku dengan sebutan kakak lagi, okey,,!"


"lalu Dian harus memanggil apa,,?"


Tanpa menjawab Tomy sudah berlalu masuk kedalam rumah. Sekarang giliran Dian yang bingung dengan situasi yang sangat cepat.


Akhirnya keluarga Tomy pun beranjak pulang.


"yah, ayah yakin apa ini gak terlalu cepat,,?!"


"apa lagi sih yang kamu takutkan Dian, coba kamu bilang sama ayah dari dulu siapa laki-laki itu, sudah dari dulu ayah nikahkan kamu dengan dia.!"


"ayah, gak se simpel itu kali, ayah tau gak kak Tomy itu udah punya pacar tau,!"


"kata siapa,,? gak usah ngarang kamu, Tomy sendiri bilang dia cinta sama kamu, dan tidak sedang menjalin hubungan dengan wanita manapun,,!"


"ya udah terserah ayah sama ibu aja deh,, tapi kalau Dian gak bahagia Dian pulang kerumah ayah yah,,!"


"ibu doakan anak ibu akan bahagia,!"


"ya amin, ayah juga mendoakan kamu dan Ricky bahagia dengan Tomy,!"


****


Sabtu malam atau lebih tepatnya dibilang malam Minggu, Tomy yang sudah rapi, wangi, dengan setelan kaos berkerah dengan tulisan Polo didada serta celana Levis membuat penampilan nya kali ini sunggu berbeda, lebih santai, lebih fresh, dan semakin terlihat lebih muda.


"Tomy, kamu mau kemana wangi bener,,?" mama penasaran


"mau ngapel mah, ini kan malam Minggu anak muda,,"


"udah mau nikah masih aja pakai acara ngapel segala,!" gurau mama


"biarin aja sih mah, kaya mama dulu gak pernah diapelin sama papah aja,,!"


"Tomy pamit ya,,!"


"hati-hati,,!"


****


Dian yang setiap malam Minggu selalu bergulang guling diatas kasur, atau bermain dengan anak serta adik nya diruang keluarga. kali ini Dian asik menonton tv bersama adiknya, karena kakak perempuan nya sedang bersiap dikamar karena sebentar lagi akan pergi.


Tok tok tok


"siapa tuh dek, bentar ya aku buka dulu,,!" Dian berjalan menuju pintu

__ADS_1


Dibuka pintu dan terlihat oleh nya, pria tinggi dengan penampilan santai menghadap kearah jalanan.


"maaf mas cari siapa ya,,?'


Tomy pun menoleh, diam tak bisa berkata-kata setelah melihat Dian dengan tank top pink sebatas pusar dengan celana pendek diatas paha, pemandangan itu mampu membuat Tomy menelan saliva nya berkali-kali,


'anjrittt ni cewek gak bisa ya kalau mau buka pintu pakai jaket dulu kek, untung gue yang datang, coba kalau Abang tukang somay yang nongol, apa gak keenakan tuh si Abang, liat aja setelah jadi istri gue, beneran gue bakar tuh baju kurang bahan,,!" batin Tomy


"Kak Tomy Haloooo,, ko bengong, ada apa,,? bukannya tadi siang udah kesini,,!"


"aku mau ajak kamu makan diluar,,!"


"maksudnya malam Minggu an gitu,,?"


"iya deh iya kita malam Minggu an, cepat ganti baju kamu, dengan baju yang bener ya,,!"


"maksudnya kak Tomy apaan, aku selalu pakai baju dengan benar ko,,?"


"oke,, ganti baju kamu dengan baju yang utuh dan jangan pakai baju kurang bahan lagi,,! aku tunggu disini.!"


"ishh,,!!" Dian menggerutu masuk kedalam


Tak lama kemudian ayah muncul dari dalam.


"eh ada nak Tomy, tumben ada apa nih,,?"


"iya silahkan jangan terlalu malam ya pulangnya,!"


Tak lama Dian sudah kembali, sebenarnya penampilan Dian biasa aja sih dengan atasan kemeja lengan pendek sebatas pinggang juga rok Levis mini diatas lutut sedikit serta Hells dengan hak rendah.


"kenapa sih, apapun yang dipakai Dian selalu bisa bikin junior gue gelisah,!" batin Tomy


"ayah, Dian keluar dulu ya,!"


"oke, jangan terlalu malam pulang nya,! dan hati-hati,!"


Mereka masuk kedalam mobil, keluar halaman, berjalan dengan kecepatan sedang membelah ramainya suasana malam Minggu.


"kak, kita mau kemana,,?"


"itu dia, aku jadi lupa kita mau kemana, soalnya dari tadi kamu manggil nya kak, kak mulu sih,,!!"


"terserah kak Tomy aja lah,,!"


"bener nih, terserah aku, mau bawa kamu kemana aja, bener gak pa pa nih,,!" Tomy menjawab dengan tatapan meledek

__ADS_1


"gak usah bercanda kak, tadi kak Tomy bilang mau ajak aku makan kan, aku tau tempat makan yang enak,!"


"oiya untung kamu ingetin, aku kan mau ajak kamu makan ya, kamu mau makan apa,,? kalau aku pas liat kamu dirumah tadi jadi pengen makan kamu deh,,!"


Dian melotot sambil memonyongkan bibirnya 2cm.


"Ha-ha-ha,,!! Dian Dian kamu berani pakai baju seksi sampau diluar rumah, tapi baru aku bilang mau makan kamu, eh udah melotot gitu, kenapa kamu takut,,?!"


"takut apa, siapa yang takut, lagian gak mungkin kak Tomy berani, kak Tomy kan gak punya perasaan apa-apa sama aku,!"


Tiba-tiba chitttttt,,,,!!!!!


Tomy mengerem mobil nya mendadak.


"kak Tomy, udah bosan hidup ya, ngapain sih ngerem mendadak gitu,, bikin kaget aja, untung aku gak punya penyakit jantung,,!" Dian sudah sewot


Sementara Tomy hanya diam, sampai tiba-tiba tanpa aba-aba dan persiapan, Tomy sudah mencium bibir Dian, terlihat gerakan tangan Dian berusaha mendorong tubuh Tomy agar menjauh, tapi lidah Tomy sudah masuk dan bermain dengan lidah Dian, yang ternyata Dian tak menolak ciuman itu, Dian pun entah kenapa malah membalas. Meski tangan menolak tapi hati nya tak ingin menolak.


Setelah sesaat itu, Tomy melepaskan ciuman nya, dan juga mengacak-acak rambut Dian dengan lembut.


"astaga, kenapa gue malah menikmati ciuman tadi sih,, aduh sekarang dia pasti mikirnya gue cewek gampangan deh, ya ampun kenapa gue gak bisa nahan diri sih,,!" batin Dian


"kamu suka,,!" Tomy meledek


"suka apa,, gak ko,!"


"masa sih, tapi tadi kita bersatu loh,,!"


Dengan rona wajah merah di pipi, Dian hanya menundukkan kepalanya. Sementara Tomy yang memandang hanya senyam-senyum.


"Dian Dian aku tau kalau kamu itu masih Dian yang dulu masih Dian yang sama, Dian yang berpura-pura sok kuat padahal mah butuh juga belaian laki-laki,,!"


Tomy menyalakan mobilnya, menuju sebuah Cafe yang ramai dengan anak muda zaman now, setelah memarkirkan mobil mereka turun dan memilih tempat dibagian luar karena kebetulan Cafe itu menyediakan outdoor karena Tomy juga merokok.


"kamu mau makan apa,,?"


"spaghetti dan lemon tea aja kak,,!"


"mba, pesan spaghetti 1, mie goreng 1, dan lemon tea 2,,!"


Setelah pelayan itu pergi...


"Dian, bisa kan gak manggil aku dengan sebutan kak lagi, atau aku akan mencium kamu setiap kamu memanggil aku kak,!"


"ya jangan dong, aku akan berusaha deh, tapi pelan-pelan ya,,!"

__ADS_1


"kan dari dulu juga aku selalu pelan-pelan kan sayang,,!"


"hueeeekkkk" Dian berasa ingin muntah dengar kata sayang.


__ADS_2