Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Berjanji


__ADS_3

"Sayang kenapa kamu menangis disini?" tanya mama mertuanya.


"Ma, aku nggak mau kehilangan Deni ma. hiks hiks..Aku nggak kuat lihat dia lemah seperti ini." Alea menangis di pelukan mama mertuanya.


"Iya sayang yang sabar ya, Deni pasti akan segera membaik."


....


Seminggu telah berlalu dari kejadian buruk itu. Keadaan Deni membaik, Deni sudah melewati masa kritisnya. Sempat membuat semua orang khawatir karena sampai tiga hari berselang Deni tak kunjung sadar. Namun Allah masih memberi kesempatan, Deni bangun dari tidurnya.


"Bee, nggak usah banyak gerak dulu. Itu lukanya masih belum kering." keluh Alea, karena Deni selalu mengubah posisi tidurnya.


"Aku sudah bosan honey. Aku ingin tidur di kasur kita." keluh Deni.


"Nanti jika lukamu benar benar sembuh bee. Jangan manja seperti itu. Aku kan disini menemanimu, masak masih bosan."jawab Alea sambil mengusap penuh sayang puncak kepala Deni.


Alea duduk di ranjang, Deni kemudian meletakan kepalanya di pangkuan sang istri. Tangannya mengusap perut Alea.


"Hai anak daddy, kesayangan daddy. Seperti apa nanti wajahmu? Kamu harus tampan seperti daddymu atau kalau cantik harus secantik mommymu." ucap Deni masih mengelus perut Alea.


"Bee, apa kamu tak ingin mengetahui jenis kelamin anak kita?" tanya Alea.


"Tidak biarkan jadi kejutan buat kita nanti saat kamu melahirkan."


Terdengar ketukan pintu oleh seseorang. Pasti dokter pikir Alea, karena ini memang jam kontrol dokter. Dan benar saja seorang dokter dan dua perawat masuk ke ruang rawat Deni.


"Selamat sore tuan, bagaimana keadaan anda? Apa masih terasa sakit di dalam sini?" Dokter melihat bekas luka di dada Deni yang mulai mengering.


"Sudah tidak dok. Apakah saya sudah boleh pulang? Saya bosan disini." Deni menjawab terus terang.


"Haha tuan Deni, semua orang yang dirawat disini pasti akan mengeluh bosan pada saya. Anda akan boleh pulang saat lukanya sudah benar benar kering tuan." jawab doter itu diiringi gelak tawa.


Dokter kemudian kembali mengerjakan tugasnya berkeliling mengontrol pasien lainnya.


"Dengarkan bee, tunggu tubuh kamu benar benar sembuh."


"Iya honey, tapi aku benar bosan honey. Aku kangen kamu."


"Kan aku nungguin kamu terus bee. Masa kangen sih."


"Aku kangen ranjang kita." Deni menaik turunkan alisnya menatap Alea dengan senyum penuh arti.


"Bee." Alea melototkan matanya dan mencubit perut Deni. Bisa bisanya Deni berpikiran mesum di saat seperti ini.


"Aww sakit ahh." Deni memegang perut.


"Maafin aku bee. Maaf aku lupa." Alea mengelus perut Deni dengan sayang.


"Sudah tidak apa apa." Deni meraih tangan Alea kemudian memeluknya.


"Ehem...ehem.." suara seseorang berdehem mengejutkan dua sejoli yang sedang berpelukan.


"Bagaimana keadaan kamu Den?" ternyata tuan Aran yang datang beserta istrinya.

__ADS_1


"Eh papa, sudah baikan pa." jawab Deni sedikit malu karena ketahuan bermesraan dengan istrinya.


"Alea sayang, gimana kandungan kamu?"


"Baik kok ma."


Deni mengobrol dengan papa mertuanya. Dan Alea dengan mamanya.


"Oh iya ma, mama sudah besuk Aril hari ini? Seharian ini aku belum sempat besuk dia." tanya Alea.


"Belum, mungkin setelah dari sini."


"Ayo sekarang saja ma, aku ingin besuk juga. Mumpung disini juga Deni lagi mengobrol sama papa."


Mama Alea menyetujuinya.


"Bee, aku besuk Aril sebentar ya sama mama." ucap Alea.


"Iya kamu hati hati ya." jawab Deni.


Alea mengangguk dan tersenyum. Kemudian pergi keluar bersama mamanya.


...


Sampai di kamar Aril, Alea langsung mengetuk pintu. Setelah ada jawaban dari dalam, Alea kemudian masuk.


Ternyata Deni sedang ada yang menunggui.


"Eh, kamu Al. Masuk." pinta Deni.


Ternyata yang menunggu Aril adalah orang tuanya. Tentu saja orang tua Aril terkejut dengan kedatangan Alea.


"Perempuan ini. Aril, jadi selama ini kamu masih menghubungi perempuan murahan ini." ayah Aril langsung emosi ketika melihat Alea.


"Ayah, jangan buat masalah. Ini dirumah sakit." jawab Aril.


"Iya yah, jangan ribut." bunda Aril mengelus pundak suaminya.


Namun ayah Aril tak menghiraukan keduanya, dia langsung pergi begitu saja.


"Maaf ya Ril. Kedatangan aku buat ayah kamu marah." sesal Alea.


"Harusnya aku yang minta maaf karena ayah masih saja tidak menyukaimu. Aku tahu kamu tidak pernah salah. Tapi ayah selalu mencari cari kesalahan kamu." Aril merasa bersalah.


"Sudah jangan hiraukan ayahnya Aril, ayah memang suka begitu. Kamu apa kabar nak?" tanya bunda Aril.


"Baik bun," jawab Alea tersenyum.


"Wah kamu hamil ya. Sudah berapa bulan?"


"Iya bun, ini sudah 5 bulan jalan 6."


"Sebentar lagi jadi ibu. Kamu harus jaga kesehatan biar lancar sampai lahiran."

__ADS_1


"Iya bun, terima kasih perhatiannya."


"Ril, gimana keadaan kamu? Kapan boleh pulang?" Alea berganti bertanya ke Aril.


"Sudah baikan Al, mungkin lusa sudah bisa pulang." jawab Aril dengan senyum dia juga tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya lebih lama lagi.


"Aku senang kamu sudah bisa senyum Ril. Maaf, setiap kehadiran dalam hidupmu selalu menjadi kesedihan untukmu. Aku berjanji , tidak akan membawa kesedihan lagi dihidupmu." ucap Alea dalam hati.


"Kamu tenang saja, soal pekerjaan kamu. Aku sudah bilang ke papa untuk kasih cuti kamu sampai sembuh jadi kamu tidak perlu mencemaskannya." Alea seperti tahu yang ada difikiran Aril.


"Kamu tuh Al, selalu tahu apa yang aku pikirkan."


"Haha, aku tahu kamu orang yang bertanggung jawab jadi tidak mungkin kamu tidak memikirkan pekerjaan kamu." ucap Alea sambil tertawa.


"Lagi pula manfaatkan temanmu yang sudah lama tidak naik jabatan itu. Pasti sekarang dia sedang pusing mengerjakan tugasmu."


"Maksudmu Nino?"


"Iya siapa lagi kalau bukan dia."


Alea dan Aril tertawa bersama.


"Sudah ya, aku akan kembali ke ruangan suammiku lagi." ucap Alea kemudian pamit ke bunda Aril.


"Iya, tante juga permisi ya. Cepat sembuh ya."


"Terima kasih tante sudah mau jenguk Aril."


Mam Alea hanya tersenyum, kemudian menyusul Alea pamit ke bundanya Aril dan kembali ke ruangan Deni.


...


Di ruang rawat Deni ternyata sedang ramai. Opa, Papa dan mamanya Deni juga sedang datang menjenguk.


"Opa..Alea kangen." Akea langsung memeluk opa.


"Eissh cucu kesayangan opa, darimana saja kamu?"


"Em dari jenguk Aril opa, yang bantu menyelamatkan aku waktu itu."


"Gimana keadaannya?"


"Sudah membaik, katanya lusa mungkin sudah boleh pulang."


"Syukurlah kalau begitu. Mulai sekarang opa ingin kamu lebih hati hati ya sayang. Opa nggak mau terjadi hal buruk lagi sama kamu."


"Iya opa, aku akan lebih berhati hati lagi."


"Dan aku sangat menyesali kecerobohanku opa, aku harus kehilangan sahabatku. Aku tak akan mengulanginya lagi, karena aku tak ingin lagi ada yang celaka lagi karena diriku." lanjut Alea dalam hati.


☘️☘️☘️☘️


lanjuuut yuk ke episode selanjutnya...

__ADS_1


😊😊😊😘😘😘


love you readers setiaku...


__ADS_2