
Happy reading!!!!
Hal terindah hidupku bisa mencintaimu
Engkaulah sempurnanya dalam jiwaku
Sinarnya sang rembulan bertabur bintang-bintang
Yang menghiasi anggun pesonamu
Engkaulah nafas dalam hidupku
Hanya ada namamu terukir di hatiku
Takkan pernah hilang sampai akhir waktu
Senyum canda tawamu menghias dalam mimpi
Dan selalu hadir setiap malamku
Engkaulah nafas dalam hidupku
Hamparan debu dan ombak di samudra
Takkan bisa melukiskan besarnya cinta
Rasa ini 'kan kujaga sampai nanti
Indah sampai terhenti detak jantungku,
Hamparan debu dan ombak di samudra
Takkan bisa melukiskan besarnya cinta
Rasa ini 'kan kujaga sampai nanti
Indah sampai terhenti detak jantungku,
Begitulah lagu yang disenandungkan oleh Alea di atas panggung. Mewakili perasaannya untuk sang suami. Alea menghadiri pembukaan hotel baru yang dibangun oleh suaminya dulu. Namun setelah kejadian itu, pembangunannya dilanjut oleh mertuanya.
Alea begitu menghayati lagu yang dibawakannya. Hingga tak terasa air matanya meleleh, apalagi saat berbalik badan melihat foto foto kenangannya bersama Deni dulu. Memang sudah direncanakan sendiri oleh Alea, tapi tetap saja Alea selalu sedih jika mengingat kebersamaannya dulu.
Di acara ini seluruh keluarga juga klien datang. Keluarga tuan Zian datang. Namun karena jati diri Ika dan Bimo masih belum diungkap oleh Ika, maka Ika dan Bimo datang sebagai tamu dari bagian teman Alea.
__ADS_1
Bimo melihat Alea bersedih, hatinya ikut bersedih. Bimo menyadari, sejak pertama kali melihat Alea, dirinya sudah jatuh cinta pada sosok wanita cantik yang beranak satu itu. Bimo juga sadar dirinya tak sepantasnya mencintai seseorang yang sudah bersuami. Namun hatinya tak mampu untuk menolak itu. Cinta memilih jalannya sendiri.
Mendengar lagu yang dinyanyikan oleh Alea, semua tamu menjadi terharu. Melihat begitu besar cinta Alea untuk Deni. Saat Alea menuruni panggung, banyak terdengar pujian dari para tamu. Entah itu kecantikan, kebaikan juga kesetiaannya pada sang suami yang sudah lama meninggal. Memang perihal jenazah yang dikuburkan atas nama Deni itu tidak dipublikasikan. Jadi mereka semua menganggap Deni memang benar meninggal.
Alea tak sedikitpun menghiraukan ucapan ataupun pandangan orang lain. Saat ini yang ada dalam fikirannya adalah Bimo. Alea masih menunjukan wajah sendunya, berjalan menuju ke tempat duduk keluarganya yang berada bersebelahan dengan tempat Ika dan Bimo. Sesaat tatapan Alea bertemu dengan Bimo, terlihat jelas sekali kalau dimata Bimo juga terdapat kesedihan.
Alea memutus tatapan itu saat sudah dekat dengan tempat duduknya.
"Dulu kamu yang berjuang dengan cintamu, kamu menunggu bertahun tahun untuk bisa bahagia bersamaku. Sekarang giliranku, Bee. Terima kasih dirimu telah kembali." ucap Alea dalam hati. Dan wajahnya kembali terlukis senyuman indah yang membuat siapa saja akan terpesona dengan kecantikkan Alea.
Flashback
Rencana Alea dengan mengambil rambut Ika adalah untuk mencocokan dengan jenazah yang dikuburkan atas nama Deni. Alea akan melakukan tes DNA.
Tuan Malik juga bertindak sendiri. Karena tuan Zian adalah rekan bisnisnya. Dia beralasan bisnis untuk bisa berkunjung ke rumahnya. Tuan Malik datang dengan salah satu orang kepercayaannya.
Karena dirumah, tentu saja tuan Zian kemudian mengenalkan anggota keluarganya kepada tuan Malik.
"Tuan Malik, ini istri saya dan ini anak saya Bimo." ucap tuan Zian.
"Salam kenal nyonya Zian," tuan Malik menjabat tangan istri tuan Zian. Kemudian beralih ke Bimo.
"Bimo om." kata Bimo saat berjabat tangan dengan tuan Malik.
Mereka kemudian bersama menuju ruang tamu. Ketika Bimo ingin melajukan kursi rodanya sendiri, tuan Malik memberi isyarat pada orangnya untuk membantu Bimo.
Dan itulah kesempatannya, orang kepercayaan tuan Malik secara diam diam mengambil sehelai rambut Bimo dan segera menyimpannya.
Tuan Malik juga berenana untuk melakukan tes DNA pada Bimo. Tuan Malik sama dengan Alea, kemungkinan kemungkinan yang ada dalam fikiran Alea ingin dibuktikan. Agar tak ada keraguan dan penasaran lagi. Itulah usaha mereka. Dan mereka berharap usahanya tak berujung sia sia.
Setelah menunggu beberapa hari, Alea dan tuan Malik sendiri datang ke rumah sakit untuk mengetahui hasil dari tes DNA itu. Karena hal ini memang dirahsiakan keduanya dari keluarga besar karena jika hasilnya tak sesuai dengan yang diharapkan maka tidak akan mengecewakan mereka.
Menunggu di ruangan khusus, Alea dan tuan Malik diliputi kegelisahan.
"Permisi tuan Malik, nona Alea." ucap dokter ketika masuk ke ruangan itu.
"Ya silakan duduk dokter." ucap tuan Malik.
"Bagaimana hasilnya dok?" tanya Alea tidak sabar.
Dokter membawa dua amplop putih, kemudian menyerahkan amplop pertama pada Alea.
"Nona, ini hasil tes sample yang dibawa oleh nona."
__ADS_1
Kemudian dokter memberikan amplop kedua pada tuan Malik.
"Dan ini tuan, hasil tes sample yang anada bawa."
Alea dan tuan Malik saling tatap. Tuan Malik menganggukkan kepalanya, meminta Alea memulai membuka ampopnya. Keduanya bersamaan menghella nafas dalam dalam. Dan mulai membuka amplop yang berada dalam tangan masing masing.
Tangan keduanya sama bergetar, saat mulai membuka lipatan kertas itu. Perlahan mata keduanya mulai membaca isi surat tersebut. Keduanya membelalakan matanya ketika membaca tulisan bercetak tebal.
99% COCOK
Alea dan tuan Malik bertukar kertas yang dipegangnya. Alea menitikan air matanya. Dugaannya benar. Bimo adalah suaminya. Tidak perduli kini walau wajahnya berubah tapi hati Bimo akan selalu untuknya pikir Alea.
"Pa, suamiku." ucap Alea dalam tangisnya, bukan lagi tangis sedih namun tangisan kebahagiaan. Kini dia tahu benar keberadaan suaminya yang sangat dia cintai.
"Iya sayang. Anak papa masih hidup. Sekarang juga kita ke rumah tuan Zian. Papa ingin sekali memeluk Deni." seru tuan Malik.
Dengan segera Alea mencegah papa mertuanya.
"Pa, jangan sekarang. Keadaan mas Deni sedang tidak baik." Alea mencegah papa mertuanya itu.
"Sedang tidak baik? Ada apa?" tanya tuan Malik tidak mengerti.
"Dari cerita Ika, karena pengaruh obat berbahaya. Obat itu menyebabkan kesehatan otak mas Deni jadi tidak stabil. Jika sekali saja kita memberinya kabar yang membuatnya syok entah apa yang akan terjadi."terang Alea dengan wajah sendu.
"Malang sekali nasib kita nak. Sudah menemukannya, namun kita tak bisa segera memeluknya." tuan Malik meratapinya.
"Yang sabar pa, sebentar lagi kita akan kembali pada kebahagiaan. Dulu mas Deni menetapkan hatinya untukku selama bertahun tahun, hingga berhasil mendapatkanku. Sekarang giliran aku pa, aku akan berjuang mendapatkan hatinya kembali." jawab Alea yakin.
"Tunggu aku mas, aku akan segera mendapatkan hatimu kembali. Dan kita akan kembali bersama. Dengan Myli kita. Myli pasti akan senang jika daddynya kembali. Dengan wajah Bimo pun kamu sudah berhasil mencuri hati Myli. Kalau dia tahu kamu daddynya pasti dia akan sangat bahagia." gumam Alea dalam hati.
flashback end.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
🌸🌸🌸🌸🌸kembali bertebaran di hati Alea..
tinggalkan like kalian,,juga komennya ya.
jika berbaik hati taburkan juga bunganya😁😁😄😄 biar karyaku juga penuh bertaburan bunga seperti hati Alea..
terima kasih yang sidah membaca karayaku..
love you readers setiaku..luv U pul pokoknya.. 😘😘😘😘🤗🤗🤗🤗
__ADS_1