Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Mawar merah.


__ADS_3

Hari demi hari dilalui Deni dan Alea dengan sibuk, selain masih harus kuliah. Mereka harus meluangkan waktu untuk mengurus kebutuhan pernikahan mereka. Walaupun sudah ada WO yang menangani tetap saja ada beberapa hal yang harus mereka siapkan sendiri.


"Beb, hari ini pulang kuliah kita nyari butik ya buat bikin baju pernikahan kita.." ajak Alea.


"Ok, tapi kita ke butik rekomendasi dari mamaku dulu ya, kali aja nanti disana ada design yang kamu suka." jawab Deni.


"Hm, semoga sih ada yang aku suka biar tidak perlu mutar mutar cari butik lain." Alea kembali fokus ke buku yang dibacanya. Mereka berdua kini tengah berada di perpustakaan kampus.


Sejak tadi ada seseorang yang memperhatikan mereka berdua dengan tatapan tajamnya. Entah siapa dia, raut mukanya terlihat merah padam menahan amarah.


"Sayang makan yuk. Aku sudah lapar." kata Deni sembari membereskan buku bukunya.


"Hayuk lah, aku juga." Alea pun menyimpan bukunya.


Mereka berjalan beriringan keluar dari perpus menuju kantin. Kemudian sampainya di katin mereka makan dengan lahap dan cepat karena mata kuliah selanjutnya akan segera dimulai.


Segera setelah makan mereka menuju ruang kelasnya. Di meja yang biasa Alea tempati terdapat sekuntum bunga mawar merah. Dan ada note kecil yang menempel. Disitu hanya tertulis nama Alea yang sedikit tertutup karena ada cap jempol dari darah sepertinya.


"Den,, perasaanku kok jadi tidak enak ya??" ucap Alea sedikit bergidik ngeri kalau perasaannya benar.


"Sudah, tidak akan ada apa apa." kata Deni mencoba menenangkan.


"Sini biar aku buang saja kalau itu malah membuatmu takut seperti itu." Deni membawa bunga mawar itu keluar kelas dan membuangnya ke tempat sampah. Dan kembali ke dalam kelas.


Di dalam benak Deni pun terbersit perasaan cemas, takut terjadi sesuatu pada Alea. Namun dia berusaha tetap tenang agar Alea tidak jadi khawatir. Deni berfikir akan membicarakan kejadian ini dengan kakeknya, untuk berjaga jaga saja.


"Sudah, jangan cemas lagi. Aku akan selalu disampingmu untuk menjagamu. Tidak akan ada yang berani menyakitimu." ucap Deni sambil mengusap bahu Alea. Alea tersenyum, mencoba untuk menenangkan pikirannya.


"Selamat siang semuanya.." suara dosen yang baru masuk ke kelas.


"Siang pak,." jawab serempak mahasiswa dan mahasiswinya.


Pelajaran dimulai dan akan selesai dalam satu jam.


...


Di Jepang, di sebuah cafe.


"Ko, gue bakal mulai lagi dari awal. Gue mau jujur sama Key, kalau dulu terpaksa berhubungan sama dia. Gimana menurut lo?" tanya Aril.


"Menurut gue sih, bagus juga tuh. Kalau emang dia tulus cinta sama lo, dia pasti mau mulai dari awal lagi." jawab Fiko.

__ADS_1


"Ok deh, gue jadi tambah yakin dengan keputusan gue. Lo pulang gih." usir Aril.


"Tega lo ngusir gue, baru juga nyampe. Belum abis juga minuman gue." ucap Fiko dengan wajah cemberut.


"Biasa aja tuh muka, ya cepetan habisin ntar keburu Key dateng. Mau lo jadi orang ketiga?" kata Aril sedikit menahan tawa karna melihat temannya cemberut ketika dia usir.


"Siapa yang jadi orang ketiga?" tanya Key tiba tiba sudah berdiri disamping Aril.


"Eh kamu udah sampai, duduk disini." ucap Aril menepuk bangku disebelahnya.


Keyla segera duduk di bangku itu. Dan kembali bertanya. " Siapa orang ketiganya?"


Fiko mendengar pertanyaan Kayla jadi tersedak karena sedang minum.


"Tuh si Fiko, dia kalau dia gak pulang jadi orang ketiga dia diantara kita." jawab Aril.


"Hahaha, gak papa lagi jadi orang ketiga, ketimbang jadi yang ketiganya." ujar Keyla.


"Huh,, apa bedanya Key." Fiko menanggapi dengan mengerucutkan bibirnya.


"Ya bedalah, kalau orang ketiga itu masih manusia, tapi kalau yang ketiganya itu..." Keyla menggantung kalimatnya. Sedang Fiko menunggu lanjutannya dengan serius.


"Kurang ajar lo berdua ngatain gue setan. Gue doain lo pada langgeng seumur hidup cuma maut yang bisa misahin lo berdua." kata Fiko dengan nada kesal.


"Amin.." jawab keduanya.


"Heran gue, lo kesel tapi doanya baik baik gitu. Biasanya kalau orang lagi kesel itu doain yang jelek jelek." kata Keyla.


"Kalau gue doain yang jelek terus kejadian, kalian pasti menghujat gue kayak netijen yang nyinyir itu." jawab Fiko.


"Ya udah gue balik. Key, lo ati ati sama dia." lanjut Fiko, kemudian dia pergi. Sedang Kayla mengkerutkan dahi tak mengerti.


"Emang gue mau ngapain dia? Ngasal lo." gerutu Aril sedikit teriak karena Fiko sudah menjauh.


"Makan dulu ya." pinta Aril pada Keyla.


"Ok, pesenin aku ramen ya." ucap Keyla.


Aril menuju meja kasir untuk memesan makanan untuk Keyla juga untuk dirinya sendiri.


Setelah menunggu beberapa saat, pelayan mengantar makanan ke meja mereka.

__ADS_1


"Sayang, habis ini temenin cari buku ya?" tanya Keyla sambil menyuapi mulutnya.


"Boleh, hari ini kan aku libur. Jadi bisa nemenin kamu kemanapun kamu mau." jawab Aril, yang membuat Keyla jadi senang sekali mendengarnya.


"Yeay, akhir akhir ini kamu sibuk jarang nemenin aku. Hari ini kamu harus buat aku senang sepuasnya." kata Keyla dengan riang.


"Iya, iya..sampai kamu puas. Sekarang cepat kamu habiskan makanmu." titah Aril.


Setelah makan, Aril mengajak Keyla ke pusat perbelanjaan. Menuruti semua kemauan Keyla. Sampai malam mereka jalan jalan.


Di perjalanan pulang, Aril mengantarkan Keyla dulu. Di dekat rumah Keyla, Aril menghentikan langkahnya. Keyla yang melihatnya pun ikut berhenti.


"Sebentar Key, ada yang mau aku ceritain sama kamu." ucap Aril dengan serius.


"Ada apa mukanya kok serius gitu. Kamu lagi ada masalah?" tanya Keyla khawatir.


"Ini tentang hubungan kita Key. Aku minta maaf sama kamu." ucapan Aril berhenti, dia mengatur nafasnya untuk mengungkapkan kejujurannya.


"Kenapa?" tanya Keyla tidak mengerti arah bicara Aril. Karena menurutnya hubungannya tidak ada masalah selama ini.


"Aku mengawali hubungan ini dengan kebohongan Key. Dan sekarang aku ingin jujur sama kamu. Dari awal aku tidak pernah mencintaimu Key, aku mau pacaran sama kamu karena paksaan orang tua aku." Aril kembali menghela nafasnya. Keyla hanya diam, syok mengetahui kebenaran tentang selama ini bahwa Aril tidak pernah mencintainya.


"Aku sejak SMA sudah punya pacar, namanya Susan. Aku mencintainya. Namun ayah aku tidak menyukainya karena dia dari keluarga miskin. Padahal aku merasa kekuarga ku juga tidak kaya. Tapi aku tetap menjalani hubunganku dengannya. Karena bundaku juga tak masalah aku berhubungan dengan siapa pun."


"Namun setelah aku bekerja disini, hubunganku menjadi renggang. Ayah berniat menjodohkan aku dengan kamu, kalau aku tolak maka ayah akan menghancurkan keluarga Susan. Dan setelah aku menerima kamu, ayah terus menjelek jelekan Susan. Karena ayah tahu aku masih menghubungi Susan terus." lanjut Aril.


"Lalu apa sekarang?'' Keyla bersuara lirih.


"Maaf tidak memberi tahumu. Dua minggu lalu aku kembali ke Indonesia. Aku mencarinya karena sudah tiga bulan terakhir ini dia tidak mengabariku. Ternyata dia sudah tahu tentang hubungan kita. Dia kecewa dan menjalin hubungan dengan sahabatnya yang juga sangat mencintainya sejak SMA. Ya aku terlambat. Dia sudah bahagia."


"Tapi aku sadar, biarpun aku tidak terlambat. Aku tetap takkan bisa menjalin hubungan lagi dengannya. Karena sudah ada kamu Key. Dan sekarang aku ingin memulai hubungan ini dari awal lagi. Tanpa ada kebohongan lagi di antara kita. Aku mohon kasih aku kesempatan." kata Aril dengan tatapan memohon.


"Aku butuh waktu Ril. Aku pulang dulu." ucap Keyla sambil berlalu meninggalkan Aril sendiri.


☘️☘️☘️☘️


tinggalkan jejak kalian ya...like komen vote juga ya


terima kasih yang sudah baca.. dukung terus aku ya..


love you readers setiaku...😊😊😊🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2