Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Pernikahan


__ADS_3

Acara yang dinantikan pun tiba, Alea dengan segala persiapan yang mendadak kini teah tampil cantik. Dirias oleh seorang MUA, di salah satu kamar hotel. Hotel yang akan menjadi saksi pernikahan keduanya. Ya dimata orang lain memang ini pernikahan keduanya setelah menjadi janda. Menikah dengan anak pengusaha yang terkenal Zian Prayoga, Satria Bimo Prayoga.


Alea nampak cantik dengan balutan gaun putih sederhana yang dibelikan oleh mamanya. Bahkan fitting baju hanya dilakukan sekaliyan dengan beli bajunya dua hari yaang lalu, dan baju baru diantar ke rumah semalam. Setelah siap, Alea digandeng oleh mamanya sendiri juga mama Deni untuk menuju ke tempat pernikahan. Pernikahan akan dilaksanakan di Aula hotel, tempat itu sudah disulap WO dalam waktu singkat menjadi tempat yang indah, penuh dengan bunga segar.


Alea pov.


Sungguh aku merasa sangat bahagia, sebwntar lagi aku akan kembali menjadi seorang istri. Aku melihat dari kejauha. seluruh keluargaku berkumpul menyambutku. Pelaminan telah tertata rapi dan indah dengan segala pernak pernik dan bunga di ujung Aula. Mengingatkanku pada pesta pernikahan ku dulu, tempat yang sama, orang orang yang sama. Namun mempelai prianya yang berbeda wajah.


"Mommy..." suara anak kecil menyentaku dari lamunan.


Myli berlari ke arah ku yang masih berdiri mematung mengamati tempat indah ini. Bola mataku terasa memanas, saat Myli sudah berada dalam dekapanku.


"Mom, nenek bilang aku akan punya daddy? tanya Myli.


"Iya sayang, Myli akan punya daddy." jawabku sembari tersenyum manis dan mengusap air mataku yang hampir saja menetes.


"Siapa? Kalau bukan om Bimo yang menjadi daddy aku, aku tidak mau mom.." Myli bersedekap seperti akan marah jika keinginannya tidak terwujud. Jangan lupakan bibirnya yang mengerucut, membuatku malah gemas. Aku merasa lucu dengan tingkah anak manis satu ini. Aku beeniat untuk menggodanya.


"Kenapa? Mommy menyukai calon daddynya Myli yang ini." aku pura pura berwajah sedih dan merajuk.


"No mom. Aku tidak mau dad yang lain. Aku hanya mau om Bimo." ucap Myli dengan tegas, membuatku terkekeh pelan.


Ikatan ayah dan anak ini memang memang kuat pikirku. Pasalnya dari pertama kali mereka bertemu, mereka sudah bisa langsung akrab.


"Baiklah, Itu calon daddynya Myli sudah datang. Lihatlah sendiri, apakah Myli menyukainya atau tidak." Aku menunjuk rombongan keluarga Tuan Zian yang memasuki aula hotel. Myli mengikuti arah tanganku menunjuk. Myli sontak menutup mulutnya. Aku heran juga dengan anakku, ekspresinya sudah seperti orang dewasa yang terkejut. Pasti karena kebanyakan bergaul dengan neneknya yang suka nonton drama di televisi.


"Mom, itu om Bimo. Apa om Bimo yang akan menjadi daddy ku?" tanya Myli dengan sorak gembiranya.

__ADS_1


"Iya sayang. Om Bimo yang akan menjadi daddymu. Myli senang?"


Myli mengangguk dengan yakin, lalu segera berlari ke arah Bimo. Bimo yang tadinya memperhatikan diriku jadi melihat Myli yang sudah berada di depannya.


Ku lihat interaksi keduanya yang sudah semakin dekat. Aku bersyukur, walau Bimo tak mengingat dirinya sebagai Deni suamiku. Namun dia bisa sedekat itu dekat Myli. Myli juga bisa menerimanya dengan baik.


Setelah mengobrol sebentar, Myli sudah tuun dari gendongan Bimo. Myli bergerak mendekati kakeknya Malik dan ikut duduk di sana. Aku kembali meneruskan langkahku yang sempat terhenti, ku lihat juga Bimo mulai melangkah kembali. Mendekati kursi yang akan kami gunakan untuk ijab qabul. Aku mengutas senyum semanis mungkin menutupi kegugupanku. Walau sudah pernah mengalami ijab qabul namun tetap saja membuat jantungku berdetak tak beraturan.


Kami saling menatap satu sama lain, saat sudah duduk. Di depan kami juga sudah duduk, seorang penghulu. Dan aku ingat sekali, dia juga orang yang sama 4 tahun lalu di pernikahanku.


Author pov..


Semua berjalan dengan khidmat. Status Alea kini telah menjadi menantu keluarga Prayoga. Alea nampak begitu bahagia, bersanding bersama di pelaminan.


Satu per satu tamu undangan naik ke pelaminan untuk mengucap selamat. Pesta usai jamuan makan. Acara akan dilanjutkan malamnya. Resepsi yang diadakan akan lebih mewah dari pernikahan sebelumnya. Karena di tambah keluarga Prayoga yang andil.


Ika datang ditemani Aril, sebagai tamu undangan juga sebagai pasangan Aril. Yang mengatur keamanan pernikahan ini adalah Aril dan Revan. Mereka tak ingin ada gangguan selama acara, apalagi seorang Diana sedang bebas berkeliaran di luar sana.


"Bee, aku lelah. Bisa tidak kita istirahat lebih dulu. Nanti malam kan juga masih ada acara lagi." rengek Alea, yang mulai nampak manjanya ketika berhadapan dengan suaminya.


Bimo mengulas senyumnya, heran dengan Alea yang bisa juga manja.


"Duduklah dulu, aku akan pamit pada orang tua kita dulu." Bimo lalu menghampiri keluarganya.


Setelah mendapat ijin, Bimo lalu mengantar Alea kembali ke kamar hotel yang tadi digunakan untuk make up.


"Istirahatlah dulu. Tadi Papa Zian ingin aku kembali, ada beberapa klien yang ingin dikenalkan papa padaku." ucap Bimo lalu meninggalkan Alea sendiri di kamar.

__ADS_1


Alea lalu mengunci kamar itu, tanpa berganti pakaian dulu, Alea langsung berbaring di kasur. Karena faktor lelah, Alea malah langsung terlelap.


Di aula hotel, Bimo menemui Papa Zian.


"Bim, kenalkan ini klien papa dari Surabaya, Tuan Gio Danutirta. Kebetulan beliau sedang mengurus perusahaan yang ada disini, jadi bisa datang ke pernikahan kamu." ucap Tuan Zian saat Bimo sudah ada di sampingnya.


"Selamat nak Bimo, semoga menjadi keluarga yang bahagia." ucap Tuan Gio sambil berjabat tangan dengan Bimo.


"Terima kasih tuan." jawab Bimo.


"Sayang sekali, kita ketemunya telat ya tuan Zian. Kalau saja lebih cepat, saya ingin menjodohkan Bimo dengan putri saya."


"Tuan bisa saja, putri anda pasti kelak akan mendapat pasangan yang lebih baik dari putra saya ini." ucap Tuan Zian merendah.


"Lagi pula, pernikahan ini tidak berdasarkan perjodohan. Walau terkesan mendadak, tapi keduanya sudah saling menyukai. Di keluarga kami tak menginginkan berpacaran yang terlalu lama. Makanya kami segera melakukan pernikahan ini. Apalagi keduanya sudah sama sama yakin." lanjut Tuan Zian.


"Oh begitu kah? Saya tadinya memang berfikir kalau ini benar perjodohan. Tapi ya, setelah melihat kebahagian mereka berdua tadi sata di pelaminan memang saya jadi agak ragu dengan itu."


Obrolan yang Bimo tak berminat sekali untuk ikut bicara, alhasil Bimo peegi begitu saja. Bimo menghampiri Aril juga Ika yang sedang asik ngobrol berdua.


"Ehem ehem.." Bimo berdehem keras mengagetkan dua sejoli yang lagi kasmaran itu.


...☘️☘️☘️☘️☘️☘️...


jumpa lagi...jangan bosan nunggu up aku ya..pantengin terus..bentar lagi cerita ini akan tamat..


love you all,, readers setiaku...😄😄😄😊😊😘😘😘🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2