Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Jalan jalan di taman


__ADS_3

"Myli tambah pintar ya. Myli mau hari ini kita jalan jalan?" Aril telah menggendong Myli dan berjalan ke teras rumah.


"Mau,, mau,," jawab Myli dengan semangat.


"Ok, mari kita minta ijin sama mama juga kakek nenek iya."


Aril menurunkan Myli dan menggandeng tangan mungilnya masuk bersama ke dalam rumah.


"Selamat pagi tuan nyonya." sapa Aril saat menjumpai tuan Aran dan istrinya sedang bersantai di ruang keluarga.


"Pagi Ril." balas keduanya bersamaan.


"Tuan, nyonya. Kalau diijinkan, saya ingin mengajak Myli pergi jalan jalan." Aril meminta ijin pada kakek nenek Myli terlebih dulu.


"Bolehlah..Myli mau jalan jalan sama ayah?" tanya tuan Aran menatap cucunya.


Myli mengangguk dan terus tersenyum dengan semangatnya.


"Kalian mau kemana?" tanya tuan Aran ingin tahu.


"Mungkin hanya jalan jalan di taman kota saja tuan." jawab Aril.


"Ril, kalau bisa ajaklah Alea juga. Setelah mengetahui hasil DNA itu, dia terlihat sering murung dan suka menyendiri di kamar. Dia hanya ceria jika Myli bersamanya." pinta tuan Aran.


"Baiklah, akan saya bujuk." kata Aril kemudian menggendong Myli.


"Ayo sayang, kita ajak mommy kamu buat jalan jalan bareng kita." ucap Aril sambil menaiki tangga menuju kamar Alea.


"Ye ye ye, jalan jalan." Myli terus bersemangat tidak sabar untuk pergi bersama ayah dan mamanya.


Pintu kamar Alea tertutup rapat. Aril kemudian mengetuk pintunya.


Tokk..tokk..


"Mommy..!!" teriak Myli dari luar kamar.


Ceklek..bunyi pintu dibuka dari dalam.


"Myli,.ada a.." belum selesai Alea berucap, karena tadi belum melihat siapa yang ada diluar pintu.


"Ril, ada apa?" tanya Alea saat sudah melihat ada Aril.


"Ayo ikutlah kami jalan jalan. Kita akan bersenang senang nanti." ajak Aril.


"Aku malas." jawab Alea tidak bersemangat sama sekali.


"Ayolah. Jangan murung terus. Kita pasti akan segera menemukan keberadaannya. Dimanapun dia, dia pasti tidak akan senang jika kamu terus saja berada di kamar." bujuk Aril.


"Mom, ayo ikut.?!" rengek Myli dengan wajah memelasnya.


"Baiklah, tunggu sebentar. Mommy mau ganti baju dulu ya." Alea kembali menutup pintunya dan akan bersiap siap.


"Ayo kita toss, kita berhasil mengajak mommymu. Sekarang ayo kita tunggu dibawah saja." Aril mengangkat tangannya dan bertoss dengan Myli. Myli sangat gembira.


Aril kembali turun ke bawah dengan Myli yang masih berada digendongannya.


Alea tak lama sudah turun dengan menggunakan baju santai. Dia menunjukan sedikit senyumnya pada seluruh keluarga yang duduk bersama di ruang keluarga.


"Ayo kita berangkat, sebelum hari semakin siang." kata Aril membuat Myli yang tadinya sudah diam kembali bersemangat. Myli berlari ke arah Alea, Alea langsung mengangkat tubuh gembul Myli.

__ADS_1


"Mom, ayo berangkat!!"


"Iya, semangat sekali sih anak mom." Alea mencubit gemas pipi Myli yang cubby.


Aril, Alea dan Myli berpamitan kepada tuan Aran juga istrinya. Setelahnya mereka pergi menggunakan mobil Aril, langsung menuju ke taman.


Di dalam mobil, Aril tak hentinya mengajak Myli untuk bernyanyi lagu anak anak. Sesekali Alea juga ikut menyahut. Hingga tak terasa mobil sudah sampai di taman kota.


Semuanya turun dari mobil. Myli langsung merengek pada Aril ketika melihat penjual es krim.


"Ayah, mau es klim??" pinta Myli dengan menunjukan puppy eyesnya.


"Boleh, mau rasa apa? Akan ayah belikan."


"Emm, setlobelli yah." jawab Myli.


"Al??" Aril menatap Alea.


"Tidak usah."


"Yakin??"


Alea mengangguk saja memastikan jawabannya.


"Baiklah tunggu di kursi taman itu ya, tempatnya teduh. Ayah akan beli es krimnya." Aril menunjuk salah satu bangku taman yang berada di bawah pohon rindang.


Alea mengangguk dan menuju bangku yang tadi ditunjuk oleh Aril. Sedang Aril menuju penjual es krim yang diinginkan Myli.


Alea duduk, Myli bermain dengan mainannya yang dibawanya dari rumah. Aril datang membawa tiga es krim.


"Myli sayang. Sini makan es krimnya dulu." pinta Aril kemudian duduk disamping Alea.


"Makan es krim bisa lebih menenangkan pikiran kamu. Jangan terlalu hanyut dalam kesedihanmu. Makanlah ini dulu." lanjut Aril karena Alea hanya menatapnya.


Berangsur tangan Alea bergerak untuk menerima es krim dari Aril. Alea memulai memakan es krimnya. Tenggelam dalam pikirannya sendiri.


"Bee, kamu dimana? Kenapa sama sekali tidak ada jejak keberadaanmu? Aku sangat merindukanmu bee. Tanpa dirimu aku sangat kesepian, dua bulan ini serasa dua tahun. Aku merindukan pelukan hangatmu bee." ucap Alea dalam hati.


Setelah Aril menghabiskan es krimnya juga dengan Myli, keduanya bermain lempar bola plastik. Tak sengaja bola menggelinding jauh sehingga Myli tak dapat menangkapnya.


Bola itu mengenai seseorang, Aril terkejut melihat seseorang itu.


"Ika.." ucap Aril lirih, terkejut bila ada Ika disana juga.


"Mas Aril." Ika pun juga terkejut, kemudian segera mengalihkan keterkejutannya pada bola yang mengenai kakinya.


"Ka, sendirian?" tanya Aril saat sudah di dekat Ika.


"Tidak, tadi aku bersama kakak. Itu dia." tunjuk Ika pada seseorang yang sedang duduk di kursi roda.


"Aku pergi sebentar untuk cari minuman."


Aril terkejut dengan kondisi Bimo, pasalnya kemarin dia masih baik baik saja dan sekarang memakai kursi roda.


"Mas Bimo kenapa?" tanya Aril.


"Kemarin jatuh, karena cidera kakinya belum sembuh benar dan terluka lagi maka dokter menyarankan untuk memakai kursi roda dulu." jelas Ika.


"Oh begitu, ayo bergabung dengan kami. Pasti akan lebih menyenangkan." ajak Aril.

__ADS_1


"Apa ini Myli?"


"Iya, Myli ayo salim sama tante. Ini namanya tante Ika." ucap Aril, dan dituruti langsung oleh Myli.


"Halo Myli. Anak cantik, mau nggak tante gendong.?" Ika mengarahkan kedua tangannya ke Myli. Myli tersenyum dan Ika merengkuh Myli dalam dekapannya.


"Mas, mbak Aleanya mana?"


Aril menunjuk tempat duduk Alea. Alea terlihat masih termenung.


"Kesanalah, biar aku yang menghampiri mas Bimo." kata Aril kemudian.


Ika segera menghampiri Alea.


"Mbak Alea.." panggil Ika saat sudah berdiri di samping Alea. Alea menoleh.


"Myli, sini sayang sama mommy. Kok digendong tante sih. Ayah Myli mana?" Alea ingin meraih tubuh Myli.


"Tidak apa apa mbak. Mas Aril itu dia dengan kakak saya." tunjuk Ika pada Aril yang sedang mengobrol dengan Bimo.


"Perkenalkan nama saya Ika." Ika mengulurkan tangannya pada Alea. Mendengar nama Ika langsung membuat Alea tersenyum. Dan segera menerima uluran tangan Ika.


"Alea, jadi kamu yang namanya Ika." balas Alea dengan tersenyum penuh arti.


"Eh memang mas Aril pernah cerita tentang saya?" Ika terkejut kalau Alea sudah pernah mendengar dirinya.


"Jangan terlalu formal ngobrolnya. Pakai aku kamu saja. Iya, Aril pernah cerita sedikit tentang kamu."


"Ayo duduk sini, kok kita berdiri terus."


"Eh iya mbak." Ika mengikuti Alea duduk di bangku.


"Emm kamu sudah tahu alasan Myli memanggil Aril sebagai ayah?" tanya Alea berhati hati.


"Sudah mbak, mas Aril sudah pernah cerita." jawab Ika dengan tersenyum.


"Syukurlah." Alea merasa lega.


Alea merasa degup jantungnya tidak beraturan. Alea sampai memegang dadanya.


"Itu kakakku sudah kesini sama mas Aril."


"Kakak kamu kenapa?" melihat Bimo yang di kursi roda.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


terima kasih sudah membaca


maaf ya kemarin nggak bisa up.. lagi banyak kesibukan di dunia nyata.. sehingga membuat otakku tak mampu menghalu..Semoga hri ini bisa terbalaskan..hehehe


***Tinggalkan jejak kalian..oke..


aku tunggu


like. komen.. dan. votenya


kasih bunga juga donk..🙏🙏🙏🙏***


love you readers setiaku..😘😘😘🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2