Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Pertemuan sahabat lama


__ADS_3

Setelah berbincang sebentar, Mereka memutuskan untuk pulang. Deni juga ikut pulang, jadi Alea ikut ke mobil Deni dan Aril pergi dengan Keyla.


"Honey, kamu baik baik saja?" tanya Deni saat sudah berada di dalam mobilnya.


"Aku baik baik saja bee." jawab Alea.


"Tapi aku lihat, kamu sedang memikirkan sesuatu. Apa kamu tidak ingin bercerita atau bertanya kepadaku?"


"Aku memang tidak bisa menyembunyikan apapun darimu bee." Alea tersenyum manis ke suaminya.


"Aku memikirkan kejadian buruk yang hampir saja terjadi kepadaku. Aku yakin kamu sudah mencari tahu dari Aril. Jadi aku tidak perlu menceritakannya. Apakah ini ulah dari Diana bee?" tanya Alea dengan perasaan sedih.


"Aku tidak tahu honey, tapi akan segera aku cari tahu. Kamu jangan terlalu memikirkan itu ya, ingat kamu tidak boleh stress nanti bisa berdampak buruk untuk baby kita." ucap Deni lembut sambil mengusap puncak kepala Alea.


"Iya bee." jawab Aleaa kemudian tersenyum.


Sesampainya dirumah, Alea langsung disuruh istirahat oleh Deni. Alea pun menurut. Karena juga merasa dirinya cukup lelah.


Deni keluar kamar setelah memastikan Akea sudah tertidur. Deni menghubungi sekaligus papanya Alea, papanya sendiri dan opa.


"Halo papa opa." sapa Deni.


"Halo ada apa?" opa yang menjawab pertama.


"Iya Den." jawab papanya Deni.


"Ada yang darurat kah? Sampai kamu video konfrens seperti ini."


"Iya pa, keselamatan Alea terancam lagi. Tadi pagi hampir saja dia dicelakai orang. Bodyguard kita saja berhasil dibodohi, sehingga lalai menjaga Alea."


"Apa? Lalu bagaimana keadaan putriku sekarang?" tanya papa Alea khawatir.


"Dia tidak apa apa pa, hanya sedikit terkejut. Namun sekarang sudah lebih tenang, sekarang Alea sedang istirahat." jawab Deni.


"Dimana kejadiannya Den?" kini opa yang bertanya.


"Di depan kampus opa."


Sedikit lama, mereka berempat membicarakan masalah yang cukup serius ini. Diputuskan penjagaan untuk Alea akan lebih diperketat. Sebelum musuh tertangkap, Alea pun tidak boleh keluar rumah tanpa salah satu mereka berempat.


Mereka tak ingin ambil resiko keselamatan ibu hamil itu.


...


"Honey, bangun. Ayo makan siang dulu."


Alea menggeliat dan bangun.


"Ayo bee, aku juga sangat lapar." Alea dengan semangat mengikuti Deni ke ruang makan.


"Alea sayang, ayo makan cepat. Mama sudah masakin kamu ayam goreng kesukaan kamu." mamanya mendekatkan piring ayam goreng ke Alea.


"Siap ma, aku memang sangat lapar." jawab Alea dengan antusias segera memakan masakan mamanya.


"Bee, kamu harus juga makan banyak." bisik Alea yang hanya bisa didengar Deni. Alea menambah porsi makanan ke dalam piring Deni.


"Kenapa? Ini terlalu banyak honey." Deni ikut berbisik.


"Karena mulai sekarang, kamu harus berusaha lebih extra untuk menjagaku. Jadi kamu harus kuat." jawab Alea.

__ADS_1


"Issh kamu nih, kalau aku kebanyakan makan malah tidak bisa menjagamu."


"Tapi sudah terlanjur itu di piringmu, jadi habiskan ya bee." pinta Alea dengan senyum manisnya.


Deni tak kuasa untuk menolak Alea kalau sudah disuguhi senyuman Alea seperti itu.


"Honey, aku ada jadwal kuliah sore ini. Aku tinggal ke kampus nggak papa kan?"


"Iya bee, aku bisa jaga diri."


"Jangan keluar rumah. Ok."


"Iya bee."


"Baiklah aku pergi sekarang." Deni mengecup kening Alea.


"Iya, kamu juga hati hati." Deni mengangguk tak lupa dia juga mengusap sayang perut Alea.


"Ma, Deni pergi ke kampus dulu. Titip Alea ya ma."


"Iya, kamu hati hati." jawab mamanya Alea.


Deni segera berangkat ke kampus untuk menyelesaikan pekerjaannya yang harus tertunda karena ada masalah pagi tadi.


....


Di rumah Keyla.


Aril sedang menikmati makan sianhmg bersama Keyla dan orang tuanya.


"Oh iya Ril, bagaimana kabar ayah bundamu?" tanya tuan Rezwan.


"Bagaimana denganmu? Apa sudah mendapatkan pekerjaan?"


"Belum om, tapi besok ada panggilan. Doakan semoga semua lancar om."


"Tentu dong, niat baik akan menghasilkan yang baik juga. Iya kan ma."


"Iya, tante yakin kamu pasti berhasil dapat pekerjaan yang kamu inginkan."


"Terima kasih om tante."


...


Besoknya Aril mendatangi kantor yang dihubungi kemarin itu. Tak disangka jabatan yang diberikan kepadanya bukan diposisi bawah. Tentu saja Aril langsung menerimanya.


Memang sesuai dengan apa yang dikatakan Deni, kalau perusahaan itu membuka hotel baru. Dan orang yang menduduki jabatan diutus untuk mengurus hotel baru itu. Dan Aril yang menggantikannya.


Alasannya, karena Aril orang baru maka dipekerjakan dahulu di kantor untuk lebih memahami cara kerja di kantor tersebut, sebelum ditugaskan dilapangan mengurus hotel.


Aril agak curiga sebenarnya, bagaimana bisa dia menempati posisi tinggi langsung. Dia sempat berfikir pasti ada bantuan dari Deni. Dan berencana untuk menanyainya setelah pulang.


Setelah mendapat penjelasan dari pihak personalia, Aril di tunjukan ruang kerjanya. Dan mulai hari senin sudah bisa langsung bekerja.


Aril ingin berkeliling sebentar, agar tahu letak letak ruangan di gedung ini. Tak sengaja ada sosok yang dikenal Aril. Segera Aril menghampiri orang itu.


"No." panggil Aril menepuk pelan bahu Nino.


"Iya,." Nino kemudian berbalik dan terkejut melihat kawan SMAnya dulu ada disini.

__ADS_1


"Kok lo bisa ada disini?" tanya Nino.


"Besok, gue mulai kerja disini."


"Wah selamat bergabung. Gue doain semoga betah lo disini."


"Ah iya, ke kantin yuk. Makan siang kita. Banyak yang gue mau ceritain ke lo dan juga gue mau dengar cerita lo bisa sampai kerja disini."


"Ok lah. Ayo, gue yang traktir."


"Haha, lo masih aja kayak dulu, selalu royal sama temen."


"Oh iya, lo sama Susan udah lama putus ya?" tanya Nino.


"Dari mana lo tahu?"


"Cuma menduga, berarti benar yang gue dengar dulu. Susan pernah ke kantor ini, gue nggak sengaja ketemu. Pas mau gue tanya tanya eh ada cowok nyamperin terus ngajak pergi manggilnya sayang lagi."


"Bener gue udah lama putus sama dia. Dan pasti yang ngajak pergi Susan waktu itu yang namanya Deni. Sekarang mereka malah sudah menikah."


"Deni, namanya kok sama kayak nama anak big bos sih. Gue juga beberapa kali pernah lihat dia berkeliaran di kantor ini sih. Tapi nggak mungkin itu anak big bos, anak big bos juga udah nikah, gue juga datang. Dan pengantin ceweknya kayaknya bukan Susan deh."


"Yang bener lo."


"Iya gue yakin, walaupun gue nggak lihat dari dekat karena nggak ada kesempatan gue buat nyalamin. Kalau nggak salah ingat nih gue, namanya itu Alea gitu lengkapnya nggak inget gue. Dia dari keluarga Wijaya yang notabene perusahaan keluarga Wijaya lumayan besar di kota ini."


"Ah, ternyata." Aril mendesah kasar. Pantas saja dia bekerja langsung mendapat posisi tinggi, pasti karena bantuan dari Deni.


"Gue nggak bakal bisa mundur, udah terlanjur tanda tangan kontrak kerja."


"Kenapa lo pengen mundur?" tanya Nino nggak mengerti.


"Alea itu ya Susan bro. Jadi pasti gue bisa diterima di perusahaan ini karena campur tangan Deni. Karena gue dapat kartu nama seorang pengusaha dari Deni, Dan gue disuruh buat hubungi kantor ini buat cari kerjaan."


"Gue bingung, gimana ceritanya Alea itu Susan."


"Panjang ceritanya. Mending lo main ke rumah gue. Nanti gue ceritain lengkap."


"Ok deh, ntar malem gue ke rumah lo."


"Masih jomblo lo, malem minggu mau ngapelin gue. Ogah gue, lo apelin. Gue mau ngapelin pacar gue."


"Wah songong lo mentang mentang ada gandengan."


"Makanya cari pacar, biar ada gandengan. Besok siang aja kalau lo mau ke rumah gue."


"Ok deh, besok gue kabarin kalau jadi."


☘️☘️☘️☘️


hai jumpa lagi..


jangan bosan bosan nungguin up aku ya..


terus dukung karya aku, dengan cara kasih like komen vote juga boleh..


Buat yang sudah membaca karyaky, aku ucapkan banyak terima kasih..


lanjut ke episode selanjutnya..

__ADS_1


love you readers setiaku😊😊😊😊🤗🤗🤗


__ADS_2