
Deni bangun lebih dulu, dirinya segera membersihkan diri. Setelah berganti baju dia membangunkan Alea.
"Honey, bangun." ucap Deni lembut sambil membelai pipi Alea. Namun tak ada reaksi dari Alea. Deni mencoba lagi dengan menggoyangkan bahu Alea. Dan berhasil, Alea mulai membuka matanya.
"Bee, kamu kok udah rapi aja sih." keluh Alea masih dengan mata setengah terpejam.
"Ayo bangun honey, mandi gih biar seger badan kamu."
"Iya, aku akan mandi. Eh mau ngapain??" tanya Alea yang melihat Deni mendekat ke tubuhnya.
"Mau gendong kamu, emang udah kuat jalan sendiri?" tanya Deni balik.
"Udah bee. Sana ah, aku mau jalan sendiri."
Alea segera membersihkan badannya. Berendam sebentar dengan air hangat cukup membuat tubuhnya kini rileks.
☘️☘️☘️
Deni dan Alea sedang berada di dalam mobil. Menuju rumah besar keluarga Wijaya.
"Bee, mampir dulu yuk. Aku pengen makan martabak yang di depan itu."
"Ok."
Deni memberhentikan mobilnya tepat di depan gerobak martabak.
"Kamu disini aja hon, biar aku yang beli. Mau martabak manis apa telur?"
"Dua duanya bee. Papa suka martabak telur yang spesial. Kalau martabak manisnya toping coklat keju aja."
Deni kemudian segera turun dari mobil dan memesan sesuai keinginannya. Setelahnya ia kembali ke dalam mobil.
"Kok balik lagi bee?"
"Nunggu di mobil aja, bisa ngobrol sama kamu." kata Deni dengan senyum manisnya.
__ADS_1
"Ihh kamu nih."
Sekitar hampir satu jam berlalu. Si pedagang martabak tampak mendekat ke mobil. Deni segera turun dari mobil. Setelah menerima martabaknya dan membayar, Deni membuka pintu mobil belakang dan meletakkan martabaknya di kursi belakang. Setelahnya dia kembali ke kursi pengemudi.
"Banyak banget bee kamu belinya.?" tanya Alea yang melihat sekitar ada 10 dus.
"Iya nanti bagikan ke pembantu sama penjaga rumah kamu juga." ucap Deni setelah kembali menjalankan mobilnya.
"Aduh duh ternyata suami aku dermawan banget sih." ceplos Alea dengan senyum yang menggoda.
"Dari dulu kali hon." ucap Deni sedikit kesal. Alea hanya terkikik saja tak berani tertawa lebar.
Akhirnya mereka sampai juga di rumah Alea. Satpam rumah segera membukakan gerbangnya setelah mengetahui kalau pengantin baru yang datang. Deni menghentikan mobilnya tepat di samping pos jaga. Deni mengambil sekitar 4 dus martabak.
"Pak, bagikan ke yang lain ya." ucapnya sembari menyerahkan martabaknya.
"Terima kasih tuan." menerima makanan dari majikan barunya itu.
Deni kembali melajukan mobilnya sampai garasi. Kemudian keluar dan mengambil martabak yang tersisa.
"Iya, nanti di dalam. Ayo masuk. Mama sama papa pasti udah nungguin."
Mereka langsung masuk karena pintu depan terbuka.
"Assalamu alaikum..." ucap keduanya bersama.
"Waalaikum salam..Eh kalian udah sampai. Ayo langsung makan malam aja yuk." ajak mama Alea.
"Iya ma, papa mana ma?" tanya Deni mengikuti mama mertuanya menuju ruang makan.
"Udah nunggu di ruang makan Den." jawab sang mertua.
Alea yang melihat bi Minah langsung menghampirinya dan menyerahkan martabaknya tadi. Sedangkan Deni meletakkan martabaknya di meja.
"Itu apa Den?" tanya papa Alea.
__ADS_1
"Martabak pa. Kata Alea papa suka martabak telur. Tadi mampir beli."
"Wah cocok tuh buat nanti nyemil setelah makan. Ayolah kita makan sekarang, papa udah nggak sabar pengen makan martabak." ucap papa Alea dengan tersenyum girang.
"Ihh papa, ketemu martabak aja anaknya dilupain." ucap Alea dengan memanyunkan bibirnya.
"Kamu nih jangan manja malu sama suami kamu."
"Mengalihkan pembicaraan."
Papa Alea tertawa mendengar ocehan anaknya itu.
"Sudah sudah. ayo makan."
Alea melayani Deni, mengambilkan makanan yang diinginkan suaminya itu. Sedang mamanya juga melayani papanya.
☘️☘️☘️
Setelah acara makan, mereka berbincang di ruang keluarga.
"Rencana kalian bagaimana?"
"Kita mau tinggal disini dulu pa. Setidaknya sampai lulus kuliah." jawab Deni.
"Kalau punya anak bagaimana?" sekarang mama Alea yang bertanya.
Melihat Alea yang diam, Deni memutuskan untuk menjawab.
"Kita ingin fokus kuliah dulu ma."
"Tapi jangan lama nundanya. Mama sama papa sudah gak sabar pengen nimang cucu."
Alea dan Deni hanya tersenyum saja menanggapi perkataan mamanya.
Setelah mengobrol cukup lama, mereka pergi ke kamar masing masing untuk beristirahat.
__ADS_1