
Tak lama kemudian terdengar suara mobil, yang artinya ayah sudah pulang kantor. Seketika wajah Dian makin suram.
"loh sedang ada tamu ya,,?" ayah menoleh kearah Tomy sedikit kaget melihat cucu nya sedang dipangku oleh pria asing tapi wajah nya mirip dengan cucu nya.
"iya ini yah, kata Dian temen, tapi kata mas nya ini kekasih. ibu jadi bingung deh yah,,?" ibu masih saja ngebahas masalah itu
"sudah biarkan saja Bu, daripada ibu pusing mikirin Dian yang gak jelas gitu, mending ibu siapkan ayah air hangat ayah mau mandi,,!" jawab ayah
Wah,,
ayah parah anaknya sendiri dibilang gak jelas.
"Ricky sayang, main sama aunty gih Nak,!" Dian berusaha menjauhkan Ricky dari Tomy
"ndak mau mah, Liki mau dicini aja tama om danteng,,!" Ricky menjawab sembari terus bergelendot di leher Tomy
"Yul,, Yuli,, bawa Ricky main Yul..!!" Dian teriak memanggil Yuli
Ricky spontan mengeratkan tangan nya di leher Tomy.
"ayo sayang, main sama aunty yuk..!" Yuli membujuk Ricky
"ndak mau nty, Liki mau dicini, eman tenapa cih." Ricky kekeh tak ingin pergi dari Tomy
"Ricky tampan, Ricky kan anak baik, Ricky harus nurut sama mama ya, om mau ngobrol dengan mama kamu,,!" Tomy berusaha membujuk
"yuk,, kita main robot sambil nonton kartun,,!" ajak aunty Yuli
__ADS_1
Dengan berat hati akhirnya Ricky mau ikut dengan Yuli.
"kak Tomy ngapain sih kesini,,?! mau bikin Dian ribet ya..?" Dian kesal Tomy datang tanpa memberitahu lebih dulu
"aku mau melamar kamu,,!" Tomy menjawab dengan sangat santainya
Dian kaget sekaligus syok hingga mulut nya melongo.
"woii itu mulut ditutup napa,,! nanti dimasukin nyamuk baru tau kamu,,!" ledek Tomy
"jangan bercanda dong kak, atas dasar apa kakak tiba-tiba datang tanpa ngomong dulu, eh sekarang malah mau ngelamar aku, udah lah kak jangan buat aku makin repot.!" Dian heran menjawab sekaligus memohon
"aku serius, siapa yang bilang aku bercanda, aku ingin kamu menikah dengan ku, aku tau kalau Ricky itu anak ku kan. kamu jangan lagi membohongi aku dan keadaan Dian, kamu membutuhkan aku, begitu juga Tomy, yang mendambakan figur seorang papa. mau sampai kapan kamu bilang kalau aku sedang dilaut menangkap Hiu..!" Tomy menjelaskan sambil meledek
Dian membulatkan matanya, dari mana Tomy tau cerita ikan hiu.
"buat apa kakak ingin menikah dengan ku, kalau kakak gak pernah cinta sama aku,?!" Dian mencoba memancing
"soal itu maafkan aku kak, aku hanya memenuhi kata-kata ku untuk tidak menjerat kakak kedepannya, dan itu ku buktikan sampai detik ini, aku tidak meminta pertanggung jawaban dari kakak.!" Dian tegas
"jadi benar kan Ricky itu darah daging ku, dan benar kan sampai detik ini tidak ada seorang laki-laki yang berhasil mendekati mu, karena kamu terlalu mencintaiku kan.!" Tomy kembali membuat Dian berada di posisi bingung
"tapi kak, orang tua Dian akan marah jika tau kalau kakak laki-laki yang pernah membuat Dian melepaskan kehormatan Dian dulu,!" Dian sedih
Mereka masih saja berdebat pembicaraan, tanpa menemukan titik terang walau sebenarnya dihati kecil Dian, begitu bahagia jika benar Tomy menikahinya, tapi yang Dian tau Tomy tidak pernah mencintainya, itu yang masih membuat Dian ragu.
Sementara dikamar atas,, ayah sudah mulai berendam didalam bathtub dengan mata terpejam kembali memikirkan nasib putri-putri nya,
__ADS_1
Sudah lama sekali sejak Dian diketahui hamil, ayah mulai mencari tahu siapa laki-laki yang sudah merenggut kehormatan anaknya.
Sampai akhirnya ayah tahu jika laki-laki itu adalah kakak kelas Dian dulu saat masih sekolah, tapi masalah nya laki-laki itu sudah pindah ke luar negeri bertahun-tahun lamanya. Jadi semenjak itu ayah pun mengehentikan pencarian tentang laki-laki kurang ajar itu.
"yah, baju ayah sudah ibu siapkan diatas kasur ya, ibu tinggal ya,,!" ibu berbicara dari balik pintu kamar mandi.
Tak ada jawaban karena ayah masih merenung merasa heran baru kali ini ada laki-laki yang mengaku teman Dian dan berani datang kerumah, belum lagi wajahnya mirip sekali dengan Ricky.
"apakah aku harus menyelidiki tentang laki-laki itu,,!" gumam ayah disela sela kegiatan mandi nya.
Begitu ayah selesai mandi, dan siap berpakaian Hp nya berbunyi tanda pesan masuk. Ayah menghentikan kegiatannya dan beralih ke Hp, karena bunyi itu cukup sering yang artinya pesan masuk pun lumayan banyak.
Pesan masuk ke email dari orang suruhan yang ayah perintahkan untuk mencari laki-laki masa lalu Dian.
"Ternyata ada info terbaru, dan info ini sudah pernah dikirim beberapa hari yang lalu, tapi karena sibuk aku mengabaikan nya,,!" ucap ayah sudah sibuk membuka pesan demi pesan
Pesan 1 : Siang pak, saya ada info terbaru tentang pria yang dulu pernah bapak tugaskan ke saya, secara tidak sengaja saya bertemu dengan pria itu saat mba Dian dan Ricky sedang di Mall.
awalnya saya tidak yakin itu adalah pria yang dulu, tapi saya penasaran saya lanjutkan.
Pesan 2 : setelah saya mengikuti jejak pria itu, saya lihat dia sedang membawa Ricky makan es krim yang tak jauh dari sekolah nya. pria itu sepertinya cukup pandai memanipulasi guru, mungkin dia bilang kalau dia adalah papa nya Ricky, karena kemiripan wajah pria itu dengan Ricky sehingga guru pun percaya.
Pesan 3 : saya terus mengikuti sampai ke kampus mba Dian, disana saya melihat pria itu ngobrol dengan wanita yang sudah menikah dan ternyata wanita itu mantan pacar pria itu semasa sekolah, mungkin mba Dian juga tau namanya Siska. kemudian saya liat pria itu membawa mba Dian pergi dari kampus nya setelah mba Dian sedang dirayu oleh kakak kelas kampus nya. saya ikutin mereka sampai di cafe, dan tak lama mereka pun pulang.
Pesan 4 : Pria itu saya sudah cari info lengkapnya bernama persis seperti laki-laki yang dulu bapak suruh. Dia Tomy Rafael anak tunggal dari pasangan Johan Rafael dan Tiwi Kurniawati. Mereka keluarga bisnis yang sukses, sampai sekarang orang tua nya masih aktif di dunia bisnis, begitu juga dengan Tomy melanjutkan bisnis papa nya sampai berkembang pesat hingga saat ini.
Pesan 5 : Berikut saya kirimkan foto terbaru Tomy Rafael pak.
__ADS_1
"Astaga,,, jadi laki-laki yang ada dibawah dirumah ku itu, gak bisa dibiarkan, aku harus menemui nya..!!" ayah langsung keluar kamar menuju ruang tamu.