
"Selamat malam."
Sapaan yang cukup membuat Aril dan Keyla terkejut. Apalagi saat melihat siapa yang menyapa.
"Deni, Susan." ucap Aril tak percaya.
"Iya ini kami." jawab Alea dengan senyum manisnya.
"Boleh kami ikut bergabung?" lanjut Alea.
Aril melihat Keyla, meminta persetujuan. Dan Keyla mengangguk saja dengan tersenyum.
Deni kemudian memanggil pelayan untuk menggabungkan meja mereka. Setelahnya Deni duduk disamping Alea, sedangkan Aril disamping Keyla.
""Apa kabar Ril?" tanya Alea memecah keheningan antara mereka.
"Baik, seperti yang kamu lihat. Kalau kalian bagaimana? Dan ada acara apa datang ke Jepang?" tanya Aril mencoba untuk tidak canggung.
"Kami juga baik, kami kesini untuk bulan madu. Karena sejak menikah kami belum pernah bulan madu." jawab Deni.
"Oh iya, perkenalkan aku Alea. Kamu?" Alea mengulurkan tangan ke hadapan Keyla.
"Aku Keyla." menyambut uluran tangan Alea.
"Ril, aku mau minta maaf sama kamu, buat pertemuan terakhir kita yang tidak menyenangkan. Aku harap setelah ini kita bisa berteman." ucap Alea dengan tulus.
"Kamu tidak perlu minta maaf, perlakuan yang aku dapatkan waktu itu memang pantas buat aku." jawab Aril dengan tersenyum.
"Oke, kita lupakan masalah yang telah lalu. Ingat yang baik saja sedang yang buruk jadikan pelajaran untuk kita." ucap Deni menengahi. Alea tersenyum menanggapi saran suaminya.
"Baiklah kita mulai semuanya dari awal. Teman??" Aril menyodorkan tangan ke Deni, sedang Alea menyodorkan tangan ke Keyla, Deni dan Keyla menyambut tangan Aril dan Alea. Keempatnya tertawa bersama.
Tak lama pelayan menginterupsi obrolan mereka. Mengantar pesanan makan malam mereka. Mereka langsung menyantapnya dengan perasaan gembira. Ini menjadi awal hubungan mereka yang akan terus terjalin.
Duarr...duaarr.. Suara kembang api yang melesat dan meletus di ketinggian menjadi awal dari pertunjukan cahaya. Alea dan Keyla sangat antusias, tidak puas hanya dengan duduk saja. Keduanya kompak berdiri mendekati dinding kaca dengan membawa ponsel.
Alea dan Keyla tak menyia - nyiakan kesempatan, mengabadikan moment itu. Alea bahkan tak canggung mengajak Keyla berfoto bersama. Dengan membelakangi pertunjukan, gayanya sudah seperti teman lama. Saling merangkul dan membuat mimik muka yang lucu.
Tinglah Alea dan Keyla tak luput dari pandangan pasangan masing masing.
Alea teringat dengan suaminya. Dihampirinya Deni kemudian menariknya agar berdiri di sampingnya. Lalu Alea mengajaknya untuk berfoto bersama dengan gaya sesukanya.
__ADS_1
Aril yang melihat Keyla memandang kagum pada pasangan suami istri itu, mengerti kalau Keyla juga menginginkan hal yang sama. Aril berdiri dan memeluk Keyla dari belakang dan langsung mengecup kuping Keyla.
Keyla ikut bahagia karena perlakuan Aril padanya.
"I love you Keyla." bisik Aril ditelinganya. Keyla tersenyum kemudian membalikan badannya.
"I love you too Aril." balas Keyla. Karena suasana yang mendukung Aril tergoda untuk mencium Keyla. Wajah Aril semakin mendekat, Keyla memejamkan matanya siap untuk menerima ciuman dari Aril.
Takk taakk. Kepala Aril dipukul ponsel oleh Alea.
"Aww.. sakit San, kenapa dipukul kepaa aku?" tanya Aril sembari mengusap kepalanya. Keyla yang terkejut karena mendengar ringisan kesakitan Aril ingin ikut protes namun tidak jadi, karena sudah disela oleh Alea.
"Halalin dulu Ril. Ini tempat umum. Aku saja yang sudah sah nggak sampai ciuman juga." ucap Alea sedikit sewot. Keyla yang mendengar ocehan Alea jadi malu, bahkan mukanya sudah memerah.
"Key, kalau dian main serobot geplak saja kepalanya. Minta nikahin dulu, baru sentuh sentuh." nasehat Alea pada Keyla.
"Tapi aku masih kuliah Al, masak menikah." keluh Keyla.
"Memang kenapa? Aku juga menikah muada dan masih kuliah. Tidak ada masalah." jawab Alea yang membuat Aril dan Keyla tak mampu mengelak lagi. Padahal sebelumnya Aril dan Keyla sudah biasa kalau peluk dan cium bahkan disembarang tempat.
"Sudah honey, jangan ganggu mereka. Biarkan mereka bermesraan." ucap Deni. Kemudian membisikan lagi sebuah kalimat ke telinga Alea.
Alea yang mendengar itu jadi malu. Dengan sedikit keras dia menepuk dada Deni. Karena Alea dengan jelas sekali ingat dengan masa itu.
Deni dengan sesukanya memeluk dirinya atau mencium disembarang tempat. Bahkan saat hanya berdua, Deni sempat khilaf dan akan melakukan hal yang lebih dari sekedar peluk dan cium.
"Itu sih kamu saja bee yang selalu berfikiran mesum." gerutu Alea yang hanya bisa didengar Deni.
"Honey, kita sebagai lelaki kadang memang tidak bisa mengontrol gairah kita. Apalagi saat bersama dengan wanita yang kita cintai." jelas Deni.
Aril dan Keyla hanya bengong melihat pasangan suami istri itu berdebat. Seharusnya disaat seperti ini mereka sedang romantis menikmati malam yang indah ini.
"Makanya bee, aku saranin Aril buat menikahi Keyla dulu. Tidak salahkan aku?"
"Sudah stop, sampai kapan kalian mau berdebat. Sekarang tuh waktunya romantis. Harusnya kalian itu mesra." ucap Aril karena bosan melihat keduanya terus berdebat.
"Tuh kan honey, seharusnya kita bermesraan." Deni kemudian menarik pinggang Alea agar merapat ke tubuhnya. Kemudian mengecup bibir Alea.
"Bee jangan berlebihan. Jangan kasih tontonan yang tidak pantas untuk dilihat pasangan yang belum menikah." protes Alea.
"Tontonan yang tidak pantas." gumam Keyla tidak mengerti.
__ADS_1
"Susan, aku itu hanya belum menikah bukannya anak dibawah umur." gerutu Aril yang mengerti maksud Alea.
"Hahaha.." Deni dan Alea tertawa lepas melihat Aril kesal. Kemudian Deni mencium bibir Alea lagi sedikit lebih lama. Membuat Akea melotot tidak percaya dengan tingkah suaminya yang tidak tahu malu mempertontonkan adegan mesra di tempat umum.
Aril yang melihat adegan itu langsung melengos. Deni mencoba menahan tawanya. Alea melepas pelukan Deni, agak sedikit kesal. Kemudian mengajak Keyla duduk kembali dan mengobrol.
"Key, kamu sering pergi kesini?" tanya Alea.
"Tidak juga, aku baru tiga kali melewati musim dingin di negara ini. Dan paling aku kesini hanya sekali untuk melihat pertunjukan ini. Kalau kamu sudah ke berapa kali?" Keyla balik bertanya.
" Ini yang pertama kali bagiku. Kamu tinggal disini dengan siapa."
"Aku tinggal sendiri, orang tua aku ada di Indonesia. Hanya sesekali kesini untuk melihat usahanya. Oh iya, tukeran nomor posel yuk. Kalau kalian masih banyak waktu tinggal disini mampirlah kerumahku."
Alea dan Keyla bertukar nomor ponsel. Sementara itu Aril dan Deni juga mengobrol.
"Selamat untuk pernikahan kalian. Kalian terlihat bahagia." ucap Aril.
"Terima kasih. Kami memang bahagia. Selamat juga atas hubunganmu. Semoga kamu tidak menyia-nyiakan hati seorang wanita yang mencintaimu. Apalagi menyakiti hatinya." Deni mencoba memberi nasehat.
"Tentu, dulu aku melakukan kesalahan karena tak mampu menolak keinginan orang tua ku." jawab Aril.
"Dengan kesabarannya selama ini, aku berhasil melupakan rasa cintaku untuk Susan. Dan bahkan dia bisa dengan mudahnya mengisi kekosongan hatiku tanpa aku sadari. Dengan segala perhatiannya kepadaku, aku jadi bisa menerimanya dihatiku. Dan sekarang aku mencintainya." jelas Aril dengan mata berbinar menatap ke arah Keyla.
"Aku akan kembali ke Indonesia, segera setelah Keyla wisuda." lanjut Aril.
"Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu, bukan kah sistemnya kontrak ya?"
"Yang dulu iya, setelah masa kontrak dua tahun tidak dipeepanjang lagi. Dan sekarang aku bekerja di perusahaan orang tua Keyla. Makanya aku ingin ke Indonesia. Aku ingin berusaha sendiri mencari pekerjaan. Setelah nanti aku sukses baru aku akan meminang Keyla menjadi istriku." terang Aril akan maksudnya.
"Aku dukung niat baikmu itu." Deni menepuk pelan bahu Aril. Kemudian mengeluarkan sebuah kartun nama.
☘️☘️☘️☘️
tinggalkan jejak kalian ya ..like komen vote juga boleh banget..
terima kasih sudah membaca..tambahkan ke rak buku favorit kalian ya...
jangan bosan menunggu update author
love you readers setiaku..😊😊😊🤗🤗🤗
__ADS_1