Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Honeymoon 2


__ADS_3

"Bee, aku sudah nggak papa kok. Kita keluar yuk." rengek Alea.


"Nggak ya honey, diluar tuh cuaca lagi dingin banget. Kaau kamu keluar dengan keadaan yang kurang sehat. Nanti jadi malah lebih parah akibatnya." jelas Deni.


"Aku sudah baikan bee. Lihatlah." Alea berolahraga ringan untuk membuktikan bahwa dirinya sudah membaik.


"Nanti ke apotik deh, aku akan beli vitamin, biar aku tambah sehat ya.. ya bee?? Aku bosan dari pagi di kamar terus." bujuk Alea agar Deni mau mengajaknya keluar.


"Baiklah, nanti setelah kita makan siang. Oke." akhirnya Deni luluh dengan bujukan sang istri.


Dan benar, selesai makan siang di resto hotel Deni langsung mengajak Alea jalan jalan dengan mobil sewaan dari hotel. Deni sendiri yang menyetir.


Sebelum ke tempat wisata, Deni menghentikan dahulu mobilnya di depan sebuah apotik untuk membeli vitamin. Alea dan Deni memasuki apotik itu bersama. Alea berbicara pada apotekernya bertanya tentang vitamin. Dan ketika Deni tak memperhatikannya. Alea berbisik pada apotekernya. Si apoteker hanya senyum senyum saja ketika sudah melayani semua permintaan Alea.


Setelah membayar apa yang dibeli oleh Alea, Deni segera mengajak Alea kembali ke mobil. Dengan cepat Alea menyimpan yang dibelinya ke dalam tasnya.


"Honey, bagaimana kalau kita pergi ke pemandian air panas saja?" tanya Deni sambil menjalankan mobilnya.


"Emm, boleh juga bee. Sebentar aku cari di maps tempat pemandian yang bagus dan terdekat disini." Alea segera mengutak atik ponselnya mencari sesuai keinginannya. Tentu yang dipilih adalah tempat yang fasilitasnya bagus, dan ulasannya juga yang bagus bagus.


"Sudah dapat bee. Dekat juga, perjalanan ke tempat ini paling hanya sekitar lima belas menit.." Alea menyerahkan ponselnya ke Deni untuk melihat arah jalannya. Deni mengikuti sesuai dengan arahan GPS dan sampailah mereka ditempat tujuan. Deni segera memarkirkan mobilnya.


"Ulasan yang aku baca ternyata benar kan bee. Lihatlah tempatnya, bagus kan?" ucap Alea sembari menyusuri jalan masuk.


Di meja resepsionis Deni mengutarakan keinginannya menyewa tempat privat. Karena dirinya tak ingin ada yang menganggu kebersamaannya dengan sang istri.


Untungnya di tempat itu menyediakan tempat privat. Karena kebanyakan tempat pemansian hanya menyediakan tempat untuk umum dan hanya dibedakan jenis kelamin saja.


Deni segera membayar sewanya, setelah itu ada seorang pegawai mengantar mereka berdua ke tempat yang dipesannya.


Deni dan Alea segera berganti pakaian, dan membenamkan diri di dalam kolam air. Di dalam air tak hentinya tangan Deni mengelus perut rata Alea.


"Bee kenapa sih?? Dari tadi perut aku kamu elus terus." Alea heran dengan tingkah suaminya.

__ADS_1


"Aku berharap benih aku segera tumbuh menjadi makhluk mungil di dalam sana honey." jawab Deni dengan semangat.


"Kamu sabar ya bee. Cepat atau lambat pasti kita akan punya anak. Aku kan sudah tidak mengkonsumsi pil KB lagi. Jika Allah mengijinkan dalam waktu dekat aku pasti bisa hamil." ucap Alea sambil menatap Deni dengan serius. Deni tersenyum lalu mengecupi seluruh bagian wajah Alea.


"Bee, sebentar aku akan ke toilet." ijin Alea.


"Pergilah, hati hati." jawab Deni kemudian menyandarkan tubuhnya ke pinggiran kolam. Alea keluar dari kolam, kemudian memakai jubah handuk dan segera ke arah kamar mandi. Sebelum benar masuk ke kamar mandi, Alea mengambil sesuatu dari dalam tasnya tanpa sepengetahuan Deni.


Di dalam kamar mandi, Alea sudah tidak sabar menunggu hasilnya. Segera setelah menampung air seninya, Alea mencelupkan alat tes kehamilan yang tadinya dia beli secara sembunyi sembunyi di apotik tadi.


Sungguh Alea tak mampu melukiskan kebahagiaannya saat ini. Setelah mendapati bahwa alat itu menunjukan kalau dirinya positif hamil. Usaha membuat kejutan untuk sang suami berhasil.


Sebenarnya Alea sudah lama tidak KB, bahkan sebelum sidang skripsinya yang terakhir itu. Alea segera menyimpan kembali alat tes itu ke tasnya. Dan berusaha bersikap biasa saja di depan Deni agar tidak curiga.


"Lama kamu hon." ujar Deni saat melihat sang istri kembali ikut berendam bersamanya.


"Maaf bee, tadi aku mulas makanya lama. Oh iya bee, setelah ini kita kemana?" tanya Alea antusias.


"Kita pergi ke Marunouchi. kita habiskan malam kita disana. Nanti malam akan ada pertunjukan cahaya musim dingin." jawab Deni.


Selang beberapa menit, Deni mengajak Alea untuk menyudahi acara berendamnya. Setelah berganti pakaian, Deni dan Alea segera meninggalkan tempat pemandian dan pergi ke tujuan selanjutnya.


Saat sampai di Marunouchi, hari masih terang. Mereka berinisiatif untuk berburu kuliner terlebih dahulu, di gang yang penuh dengan penjaja makanan khas jepang. Tempat itu tak jauh dari tempat pertunjukan cahaya nanti malam.


Setelah memarkirkan mobil, Deni mengenggam tangan Alea menyusuri gang tersebut. Deni dan Alea harus pandai memilih makanan yang halal tentunya.


Setelah puas mencoba banyak makanan, Deni mengajak Alea ke sebuah restoran yang akan digunakannya untuk menonton pertunjukan cahaya malam nanti. Restoran itu dengan lantai bertingkat menjadi pilihan tepat bagi Deni dan Alea menikmati pertunjukan.


Deni memesan tempat di lantai dua. Tentu karena ada acara seperti ini, memilih tempat yang tepat akan dihargai mahal. Tapi itu tak masalah bagi Deni, yang penting adalah senyum dari Alea.


Semakin malam, restoran itu semakin penuh, kursi yang disediakan hampir sudah semua ada yang menduduki.


Sembari menunggu pesanan makan malamnya, Deni dan Alea berswafoto untuk dikirim ke orang tua mereka. Agar kebahagian yang mereka rasakan juga dirasakan oleh keluarga yang lain dirumah.

__ADS_1


Saat tengah asik mengobrol, Alea menangkap suara seseorang yang tidak asing rasanya di telinganya. Apalagi mendengar percakapan seorang itu dengan lawan bicaranya yang menggunakan bahasa Indonesia.


Alea menoleh ke sumber suara, namun yang terlihat hanya punggungnya saja, kalau lawan bicara orang itu terlihat jelas.


"Kenapa honey?" tanya Deni melihat Alea yang menoleh ke belakang cukup lama.


"Bee kamu lihat tidak wanita itu. Yang duduk didepannya suaranya nggak asing bagiku. Tapi ya aku lupa itu suara siapa." tunjuk Alea ke arah seorang itu.


"Honey, sepertinya aku pernah lihat. Sebentar aku cek dulu." Deni kemudian membuka sosmednya. Terus menscroll layar ponselnya. Mencoba mencari gambar wanita yang Alea maksud.


"Honey, itu sepertinya kekasihnya Aril. Coba kamu lihat." Deni menunjukan ponselnya.


"Ah iya kamu benar Bee. Berarti laki laki itu Aril Bee." ucap Alea.


"Bee, kalau kamu mengijinkan, aku ingin menyapa mereka. Aku ingin memulai hubungan baru yang lebih baik."


Mendengar permintaan Alea, Deni tentu senang. Tidak ada rasa cemburu sama sekali. Itu artinya Alea benar benar sudah berdamai dengan kisah masa lalunya.


"Tentu donk honey, ayo aku temani." Deni beranjak dari duduknya dan meraih tangan Alea dengan senyum yaang menawan.


Deni dan Alea menghampiri Aril dan Keyla.


"Selamat malam." ucap Deni dan Alea bersamaan.


☘️☘️☘️☘️


Bagaimana reaksi Aril ketika melihat Alea kembali setelah sekian lama...


Tunggu kelanjutannya ya..


tinggalkan jejak kalian like kome vote juga boleh banget.. biar rankingku bisa naik terus.


Terima kasih banget untuk kalian semua yang sudah mau baca novelku.

__ADS_1


love you the readers setiaku..😊😊😊🤗🤗🤗


tanpa kalian AUTHOR tidak berarti apa apa.😘😘😘


__ADS_2