Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Honeymoon 4


__ADS_3

"Ini ada kartu nama seorang pengusaha. Dia di bidang perhotelan. Aku dengar dia akan membuka hotel baru. Hubungilah kantornya, siapa tahu ada pekerjaan yang mungkin akan cocok denganmu." ucap Deni menyerahkan kartu nama papanya ke Aril.


"Terima kasih. Akan aku coba. Sekarang apa kesibukanmu?" Aril menerima kartu nama itu dan menyimpannya.


"Aku masih kuliah, sambil mengurus kampus yang dimiliki keluargaku." jawab Deni.


"Kalau Susan?"


"Dia sudah lulus kuliah, tinggal wisuda saja. Aku belum menanyakan juga keinginannya. Apa dia ingin bekerja atau diam dirumah. Tapi aku rasa dia pasti akan disuruh papanya untuk masuk ke perusahaan papanya, mengingat dirinya adalah anak tunggal."


"Oh begitu, berapa lama kalian akan disini?"


"Mungkin seminggu, Ini baru hari kedua kami disini."


"Ya nikmatilah bulan madu kalian. Disini banyak tempat romantis yang bisa kalian kunjungi. Ah iya, terima kasih atas semuanya. Berkat dirimu Susan menemukan kebahagiannya." ucap Aril dengan senyum tulus menatap Deni.


"Untuk apa berterima kasih. Kebahagiaan Alea dari dulu selalu jadi prioritasku. Kau ingat kan, bahkan aku mencintainya lebih dulu dari pada dirimu. Aku dulu merelakan dia bersamamu, karena melihatnya bahagia. Tapi takdir ternyata berkata lain. Cintaku akhirnya berhasil memilikinya." jawab Deni sambil menatap intens istrinya yang masih asik berbincang dengan teman barunya.


"Dulu aku sempat putus asa. Dan tak ingin berdekatan dengannya karena walau aku ikut bahagia melihatnya bahagia, namun dihati kecilku tetap saja merasakan sakit. Tapi pada akhirnya juga hubungan kalian berakhir, dan aku tak menyia nyiakan kesempatan itu. Dan lihatlah sekarang aku sudah berhasil memilikinya seutuhnya." Deni menyombongkan keberhasilannya meraih hati Alea.


"Ya aku bisa melihat itu. Akupun juga beruntung sekarang memiliki Keyla di sampingku. Dia sangat bersabar selama ini. Dia bahkan tidak pernah marah walau aku tahu pasti dia kecewa. Saat mengetahui keterpaksaanku menjalani hubungan dengannya dulu. Dia tetap mendukung apapun keputusanku. Saat diriku terluka karena kehilangan Susan, dia menguatkan hatiku. Terus memberiku semangat. Dia terus berjuang untuk hubungan kami." terang Aril.


"Selalu mencoba untuk mengisi kekosongan hatiku. Tanpa ku sadari cintanya telah memenuhi hatiku. Cintanya mampu membuatku lebih kuat dan membuat aku juga mencintainya. Bahkan sangat mencintainya." lanjut Aril sambil menatap bahagia ke arah Keyla.


"Hey, aku baru sadar. Kenapa disaat romantis ini malah kita mengobrol disini. Harusnya kita bermesraan dengan pasangan masing masing." keluh Deni.


"Kau benar. Aku bahkan tudak bisa mencium pacarku gara gara Alea. Ironis. Ayo pergi ke tempat lain, bawa istrimu. Aku akan bawa Keyla ke tempat lain juga." ajak Aril.


Aril dan Deni kemudian mendekati pasangan masing masing.


"Honey, ayo kita ke bawah. Suasananya sudah agak sepi jadi kita bisa melihatnya dari dekat." ajak Deni.


"Baiklah. Ayo Key, Ril." ajak Alea juga pada pasangan didepannya.


Aril dan Keyla setuju. Kemudian mereka bersama keluar dari restoran tersebut.


Saat sudah di depan pertunjukan cahaya Keyla ditari Aril untuk menjauh dari pasangan suami istri itu. Aril juga ingin bermesraan dengan pacarnya.

__ADS_1


"Sayang, kenapa kita tinggalin mereka?" tanya Keyla tidak mengerti.


"Aduh key, kalau bersama mereka, aku tidak akan ada kesempatan untuk menciummu." jawab Aril sambil terus melangkah pergi. Keyla hanya pasrah saja, dia mengikuti kemanapun Arill akan membawanya.


"Lihatlah, disini indah kan?" tanya Aril sambil menunjuk layar led besar, yang menampilkan gambar fantasi yang indah.


"Iya." ucap Keyla mengagumi pertunjukan didepannya.


Dengan semangat Aril memeluk Keyla dari belakang, ikut menikmati juga. Sesekali dia juga mencium telinga dan pipi Keyla. Keduanya bahagia, menikmati waktu malam ini berdua.


Sedangkan Alea yang tak melihat Keyla dan juga Aril ingin mencarinya.


"Bee, kemana mereka? Tadi ada di belakang kita." tanya Alea.


"Sudah biarkan saja. Mereka sudah dewasa honey, tidak akan tersesat juga. Lagi pula kalau ada kamu Aril jadi tidak bisa bermesraan dengan Keyla. Lagi pun aku jadi tidak bisa leluasa menyentuhmu kalau ada mereka." jelas Deni.


"Jadi kalian sengaja?" tanya Alea lagi.


"Iya." jawab Deni enteng. Kemudian meraih pinggang Alea untuk memberi kehangatan. Udara di luar sangat dingin, Deni tak ingin istrinya kedinginan.


Alea dan Deni juga menikmati malam ini. Sampai hampir tengah malam mereka baru kembali ke hotel.


"Bee, sudah ada rencana hari ini mau kemana?" tanya Alea setelah menyelesaikan mandinya.


"Belum sih, bagaimana kalau kita di sini saja. Aku masih ingin berdua denganmu hon." ucap Deni dengan senyum penuh arti.


"Bee, apa semalam belum puas juga? Aku bahkan melewatkan sarapanku karena mengantuk." keluh Alea mengingat semalam dia baru tidur jam 3 karena Deni menginginkannya.


"Aku puas honey, tapi aku tidak akan pernah lelah untuk menjamahmu." jawab Deni kemudian memeluk tubuh Alea dari belakang kemudian mengelus perut Alea.


"Kapan ada bayi mungil yang akan tumbuh disini?" tanya Deni dengan lembut.


Alea tak menjawab malah melepas pekukan Deni dengan cepat. Deni terkejut, dia merasa kalau perkataannya menyinggung perasaan istrinya.


"Sebentar bee." Alea mencari tas yang dipakainya kemarin dan mengambil alat tes kehamilan yang disembunyikan kemarin.


"Bee lihatah." Alea menunjukan alat itu ke Deni.

__ADS_1


"Honey, ini seperti alat tes kehamilan. Apa maksudnya ini? aku tidak begitu paham." tanya Deni penasaran.


"Bee, garis dua itu artinya positif." jawab Alea. Deni masih mencoba mencerna jawaban Alea.


"Aku hamil bee." teriak Alea membuat kabar baik ini mengejutkan suaminya.


"Benarkah Al? Kok bisa secepat ini. Bukannya kamu baru berhenti meminum pil pencegah kehamilan dua minggu lalu?" tanya Deni tak percaya.


"Sebenarnya aku sudah lama tidak meminumnya. Aku ingin membuat kejutan untukmu, kalau aku bisa hamil lebih cepat. Dan surprise, kejutanku berhasilkan." ucap Alea dengan senyum bahagia.


"Terima kasih honey. Kamu sudah mau mengandung anakku. Hari ini kita harus mengecek kandunganmu ke dokter."


"Kenapa tidak nanti saja bee? kalau kita sudah pulang ke Indonesia."


"Jangan membantah honey, aku hanya ingin memastikan kesehatanmu dan kandunganmu juga." ucap Deni tegas.


"Iya baiklah. Calon daddy." jawab Alea.


"Bee, kemarin Keyla mengundang kita ke rumahnya. Kalau ada waktu kita disuruh mampir. Bagaiman kalau nanti setelah ke dokter kita pergi kesana?" ajak Alea.


"Boleh juga. Tapi kalau keadaan mendukung ya. Kalau cuacanya tidak bagus, kita kembali ke hotel." jawab Deni.


"Iya bee, sekarang ayo makan siang dulu ke resto hotel. Setelahnya kita pergi ke dokter." ajak Alea.


"Iya honey."


Keduanya segera turun ke lantai 1, menuju ke resto hotel. Dan setelah memakan makan siang mereka, mereka langsung pergi ke dokter. Mencari rumah sakit besar yang paling dekat dari hotel.


☘️☘️☘️☘️


Terima kasih untuk para pembacaku. Novelku berhasil. Semoga kedepannya kalian tambah menyukai novelku..


jangan lupa tinggalkan jejak ya..like komen vote pun boleh sekali.


Jangan sungkan memberi kritik dan saran..


Jangan bosan membaca karyaku ya, tambahkan juga ke rak buku favorit kalian.

__ADS_1


love you readers setiaku...😊😊😊😊🤗🤗🤗🤗


__ADS_2