
Apalagi mata wanita itu yang seakan menyihirnya.
'sial!!! Ternyata ni cewek berlian di tumpukan kotoran!! Kayaknya gw harus berterima kasih sama keberuntungan yang selalu gw punya. ucap Tomy dalam hati sambil menatap mata Dian dalam.
Sementara Dian menelan ludahnya gugup tanpa mampu menatap Tomy. Jantungnya berdetak kencang. Sangat kencang seolah-olah akan keluar dari tubuhnya. Dian menggigit bibir bawahnya gugup dan seketika Tomy mencium bibirnya dengan lahap.
"jangan digigit sayang.. Biar bibir ini jadi milikku untuk malam ini"
Setelah mengucapkan itu, Tomy kembali mencium rakus bibir Dian yang hanya bisa terpaku.
"balas.. Ciuman..ku..Honey.. "bisik Tomy terengah lalu kembali mencium bibir Dian.
Diam memejamkan matanya dan membalas ciuman Tomy. Dian membalas ciuman Tomy dengan kaku yang sempat membuat Tomy curiga, namun langsung ditepis Tomy. Mungkin saja Dian sudah lama tidak berciuman sehingga menjadi kaku. Namun entah mengapa pergerakan bibir Dian yang kaku malah membuat Tomy semakin bersemangat dan tanpa henti ******* bibir penuh wanita ayu ini.
Tomy perlahan membaringkan Dian di ranjang murahan ini tanpa menghentikan serangan bibirnya. Ini pertama kalinya Dian merasakan sensasi yang membuatnya bergetar hebat karena sentuhan pria pertama yang menyentuhnya. Erangan kecil yang keluar dari bibir Dian semakin membuat Tomy tidak bisa mengendalikan nafsunya.
"wangi kamu.. Benar-benar menggoda,..Lily eh?" tanya Tomy yang sudah berhasil melepas kemeja sekolah Dian yang teronggok di lantai.
Suasana kamar yang remang membuat Dian berhasil menyembunyikan semburat merah karena ucapan Tomy. Dian yang hanya menggunakan tank top berwarna putih mengalihkan pandangan ketika Tomy menatapnya sambil membuka kemejanya sendiri.
"hey.. Look at me..and touch me.. "
Tomy menarik tangan Dian dan meletakkannya di perut berotot Tomy yang sudah tidak terhalang apapun lagi.
Dian tersentak namun tanpa sadar mengelus perut Tomy lembut yang mana membuat Tomy memejamkan matanya merasakan sentuhan lembut nan menggoda jemari Dian.
"yes.. Touch me as much as you want.." bisik Tomy parah
__ADS_1
"dasar penggoda.. Kamu udah buat aku gak sabar, Hon.." Setelah mengatakan itu, Tomy kembali menyerang Dian
Membelai, mencumbu, menghisap dan perlahan membuka seluruh pakaian yang tersisa di tubuh Dian dan tubuhnya sendiri.
"ready, Hon?" tanya Tomy mesra
Dian berteriak frustasi karena rasa sakit luar biasa di bagian intinya yang membuat Tomy menegang seketika.
"kamu??" tanya Tomy terkejut.
"shit!!! Kamu bohong!!! Kamu masih??? Sialan kamu Diani!!" ucap Tomy frustasi karena mencoba menembus penghalang yang sepertinya sudah hampir robek.
Tomy hendak beranjak pergi dari atas tubuh Dian. namun langsung ditahan oleh gadis ayu itu. "tolong.. Lanjutkan kak.. Ini sakit sekali.. " ucap Dian menitikkan air matanya.
"tapi kamu masih?!!!!! Apa kamu sudah gila!??" Tomy berteriak frustasi di depan wajah Dian.
"sekarang udah nggak kak.. Tolong.. Dilanjutkan.. Sudah terlambat.. Untuk mundur" bisik Dian parau dengan air mata yang masih mengalir deras.
Dian menggeleng panik.
"enggak-enggak!!! Dian gak ada niat jerat kak Tomy,,!! Dian janji setelah ini gak akan ngejar kak Tomy lagi. Dian Janji!!!" ucap Dian bersungguh-sungguh.
Tomy menjatuhkan kepalanya frustasi di samping bahu telanjang Dian. Ini pertama kalinya bagi Tomy meniduri seorang gadis yang benar-benar gadis dan itu membuat Tomy terpukul setengah mati.
Seharusnya janjinya pada diri sendiri bisa terpenuhi, untuk tidak merusak wanita baik-baik.
Tapi malam ini sepertinya janji yang dijaganya selama ini harus hancur berantakan karena wanita yang 'sialan cantik' di bawahnya ini!
__ADS_1
Tapi benar kata Dian, dia tidak bisa mundur lagi, Berhenti atau tidak hasilnya akan sama saja.
Dian..
Sudah..
Tidak..
Perawan lagi..
Akhirnya dengan sekali hentakan, Tomy benar-benar masuk kedalam Dian.
Tomy berteriak nikmat, Sementara Dian merasakan sakit yang luar biasa sampai seolah-olah tulangnya akan remuk karena merasakan sensasi ini untuk pertama kalinya.
Dian menggigit bibirnya kencang untuk meredam teriakannya karena tidak ingin Tomy merasa bersalah. Air mata tak bisa dibendung Dian. Tomy yang melihat wajah tersiksa Dian, langsung membungkam bibir Dian dengan bibirnya agar rasa sakit yang Dian rasakan bisa teralihkan.
"ini.. Cuma sakit sebentar.. Hon.. Setelah itu kita akan menuju ke surga.." bisik Tomy parau lalu mencium bibir Dian kembali.
Setelah beberapa lama, Dian baru merasakan kenikmatan yang dijanjikan Tomy. Mereka melakukan itu secara alami. Saling menghentak, saling memuaskan.
Mereka melakukannya berkali-kali sampai akhirnya Dian tumbang dan tak sanggup lagi membuka matanya karena lelah.
Napas Dian teratur dengan posisi bibir setengah terbuka yang membuat Tomy kembali merasakan miliknya menegang.
"perawan sialan!!! Buat gw ON berkali-kali, arrgghhh!!"desis Tomy frustasi dan setelahnya beranjak menuju kamar mandi untuk meredakan nafsunya yang kembali bangkit.
Setelah satu jam mendinginkan otaknya, Tomy bergabung dengan Dian untuk meng istirahatkan badannya yang terasa segar dan letih secara bersamaan. Tomy memeluk Dian erat, setelah memakaikan selimut ke tubuh perawan pertamanya itu agar tak tergiur kembali dengan tubuh Dian yang menggoda.
__ADS_1
"good night my first and only virgin.. Aku rasa setelah ini aku tidak akan lagi bermain dengan perawan, walaupun itu sangat menggiurkan. Kamu.. Perawan satu-satunya yang aku tiduri.. Hon... " bisik Tomy mesra lalu setelahnya mencium bahu telanjang Dian.
"sialan kamu Di,,!! Lagi-lagi buat 'milikku' bangun hanya dengan mencium bahumu. Please go to sleep..