Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Inginkan daddy


__ADS_3

"Dua tahun yang lalu, tepatnya tanggal 22 bulan tujuh aku menghilang. Akupun tak ingat apapun, dan aku ditemukan oleh adikku itu setelah hampir 6 bulan lamanya. Keadaanku lusuh, tubuhku penuh luka, dan juga aku hanya mengingat yang terjadi pada diriku setelah hari itu saja. Apa yang terjadi padaku sewaktu hilang ataupun sebelumnya aku sama sekali tidak mengingatnya."


"Kenapa tanggal itu sama dengan tanggal kecelakaan aku bersama suamiku. Dan juga itu adalah hari kelahiran putriku. Jadi aku selalu mengingatnya, karena hari itu juga terakhir kali aku melihat suamiku. Apa maksud dari semua ini?" ucap Alea dalam hati.


"Apa kamu juga tahu penyebab kamu tidak bisa mengingat apapun?" Alea semakin ingin tahu.


"Kata dokter, ini terjadi karena satu obat yang diberikan padaku sewaktu aku hilang. Ada kemungkinan bahwa aku diculik dan penculik itulah yang meracuniku. Sehingga sel otakku ada yang rusak sehingga membuatku kehilangan memoriku seluruhnya." terang Bimo.


"Aku penasaran dengan semua yang terjadi pada kakaknya Ika ini. Kenapa semua seperti terkait dengan Deni? Aku harus menceritakan semuanya pada papa. Agar aku bisa mencari tahu semuanya." Alea bertekad menyelidiki apa yang terjadi pada Bimo.


Sedang Bimo masih saja terpaku melihat wajah Alea yang terlihat sedang serius memikirkan sesuatu.


"Wajahmu cantik, entah mengapa aku enggan untuk berpaling. Mataku selalu ingin melihatmu. Apa ini? aku bahkan ingin sekali meemelukmu. Aku pasti gila, kamu kan sudah bersuami. Jangan bodoh Bimo..jangan bodoh. Alea itu wanita bersuami." Bimo merutuki kebodohannya yang selalu ingin memandang wajah Alea. Bimo segera mengalihkan pandangannya.


...


Hari berganti, Alea sudah menceritakan kisah Bimo kepada dua papanya. Orang orang kepercayaan merekapun segera bertindak. Mencari informasi tentang Bimo secara detail.


Tidak seperti yang diceritakan Aril, ternyata Bimo dan Ika adalah anak dari pengusaha bernama Zian. Yang tidak lain adalah rekan bisnis papa mertua Alea. Namun Alea masih merahasiakan hal ini di depan Aril. Alea tak mau mengungkapnya, karena lebih baik jika Ika sendirilah yang mengatakan jati diri sebenarnya.


Alea juga sering berkomunikasi dengan Ika ataupun Bimo, disaat tidak sengaja bertemu di taman waktu itu mereka bertukar nomor ponsel. Alea ingin sedikit mengorek informasi dari Ika. Karena rasa penasarannya yang sudah tak terbendung, Alea memberanikan diri untuk menemui Ika.


Tuut..tuut.. Alea menghubungi Ika lebih dahulu.


"Halo." Sapaan pertama ketika telfon Alea tersambung.


"Halo Ika, nanti sore ada waktu tidak setelah pulang kantor?" tanya Alea to the point.


"Ada mbak, kenapa?"


"Aku hanya ingin bertemu, aku tidak ada teman bicara. Aku ingin bercerita padamu." Alea beralasan supaya Ika mau bertemu dengannya.


"Ah iya mbak, dengan senang hati. Mau ketemu dimana?"


"Di cafe dekat kantor kamu saja, nanti aku share loc kalau aku sudah sampai ditempatnya."


"Ok mbak, aku tunggu. Sudah dulu iya mbak aku mau lanjut bekerja lagi."


"Iya, baiklah. Selamat bekerja." ucap Alea kemudian menutup telfonnya.


"Mommy.." teriak Myli dari dalam rumah.


"Ada apa sayang? Mommy disini, di teras." jawab Alea yang memang sedang duduk di teras.

__ADS_1


"Mom, Ili pengen main sama tante Ika." rengek Myli.


"Hem, kenapa anak mommy tiba tiba ingin main dengan tante Ika? Kan ada mommy disini."


"Tante Ika baik mom, Ili suka." ucap Myli dengan gaya centil.


"Myli mau nggak kalau tante Ika menikah dengan ayah? Jadi tante Ika akan jadi bundanya Myli. Myli jadi punya dua ibu." Alea membuat anaknya mengerti.


"Emm, asik punya dua ibu. Mommy dan bunda. Kalau aku punya dua ibu, aku juga pengen mom punya dua ayah. Mom akan menikah dengan siapa?"


Alea malah terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan anaknya itu.


"Mom kan sudah sama daddynya Myli.." Alea mencoba memberi pengertian.


"Daddy sudah di sulga mom. Aku tak bisa memeluknya. Aku pengen punya daddy yang bisa Ili peluk." Myli berubah jadi sedih.


Walaupun sudah memiliki Aril, namun tetap saja Myli merindukan kasih sayang yang sebenarnya dari sosok seorang ayah. Karena Aril tetaplah tidak bisa selalu ada disamping Myli setiap hari. Dia pun memiliki kehidupan sendiri.


Alea langsung merengkuh tubuh anaknya dalam dekapannya. Alea tak dapat menahan air matanya. Jika teringat Deni dia pasti akan bersedih. Memikirkan bagaimana kondisi suaminya saat ini.


"Sabar ya sayang. Suatu saat daddy pasti akan kembali bersama kita, dimanapun dia berada sekarang." gumam Alea. masih memeluk Myli dengan erat.


"Mom..??" panggil Myli lirih.


"Kalau ayah dengan tante Ika. Mommy sama om Bimo saja. Ili suka dengan om Bimo." celoteh Myli, semakin membuat Alea tak habis fikir dengan pemikiran anaknya ini.


"Harus jawab apa aku. Myli kamu memang anak mom dan dad. Pintar seperti kami. Mudah mengerti apa yang orang lain bicarakan. Padahal kamu masih sekecil ini. Dan kamu sangat mirip dengan dadmu yang pandai bicara itu." ucap Alea dalam hati.


"Mom..??" panggil Myli karena momnya hanya diam tidak menjawab pertanyaannya.


"Ada apa sayang??"


"Om Bimo. Daddy." Myli memasang wajah memelasnya.


"Ya ampun sayang. Jangan bahas itu." Alea menghela nafasnya pelan.


"Myli, memang om Bimo mau jadi dadnya Myli?"


Myli menggelengkan kepalanya.


"Ili tidak tahu mom."


"Sudah, lebih baik sekarang kita main yuk di dalam." ajak Alea.

__ADS_1


Alea menggendong Myli dan masuk ke dalam rumah. Masuk ke ruang bermain khusus yang memang dibuatkan oleh Alea untuk Myli. Agar mainan Myli tetap berada pada satu tempat dan tidak berantakan dimana mana.


"Mbak Asih, temenin Myli sebentar ya. Saya akan buatkan camilan untuk Myli."


"Iya nyonya." jawab mbak Asih. Kemudian menemani Myli bermain rumah rumahan boneka.


....


Sore harinya, seperti janji yang dibuat. Alea pergi menemui Ika di cafe. Setelah sepuluh menit menunggu, akhirnya Ika muncul juga. Alea langsung melambaikan tangannya untuk menunjukan keberadaannya pada Ika.


"Halo mbak. Maaf ya lama." ucap Ika sambil menarik kursi didepannya untuk dia duduki.


"Nggak kok, aku juga baru datang. Gimana kerjaan kamu??" tanya Alea.


"Lancar mbak. Mbak mau cerita apa?"


"Nanti deh, pesan minum dulu ya." Ika mengangguk kemudian Alea memanggil pelayan.


Setelah berbincang sebentar, pelayan datang membawa pesanan Alea dan Ika.


Sambil menyantap makanan, Alea mulai melancarkan aksinya untuk mencari info perihal Bimo.


"Ka, maaf jika aku sudah lancang. Tapi aku harus melakukan ini. Aku mencari informasi tentang kejadian yang menimpa Bimo kakakmu dua tahun lalu. Tapi aku tidak menemukan apapun. Dan aku juga tahu jika kamu adalah anak Tuan Zian Purwaka, teman bisnis papa mertuaku."


Ika berhenti makan, menatap intens Alea. Menunggu apa yang akan dikatakan Alea lagi.


"Aku tak ingin tahu apapun alasan kamu menyamar jadi orang biasa. Yang hanya aku ingin tahu adalah kejadian yang menimpa Bimo dua tahun lalu hingga sekarang. Please apapun itu ceritakan padaku. Aku mohon."


Ika tampak menghela nafasnya. Dia mengenggam erat jemarinya sendiri.


"Dua tahun yang lalu...


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Jeng jeng..apa ya yang terjadi dua tahun lalu..🤔🤔🤔🤔


Sudah dulu iya,, lanjuut besok lagi..


Selalu ku ucapkan banyak banyak terima kasih yang sudah mau membaca karyaku.


Jangan lupakan like jua.. tinggalkan jejak kalian berupa komentar juga👌👌👌


👏👏👏👏untuk kalian semua, tanpa kalian aku hanya se..se..apa ya aku lupa mau nulis apa, hehehe maaf ya...bye bye semua

__ADS_1


love you fuul pokoknya readers setiaku..juga readersku yang sekedar mampir.. aku nggak lupa kok..apa yang aku terima pasti akan aku balas..,,👋👋👋👋


__ADS_2