Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Menghabiskan waktu bersama 2.


__ADS_3

"Kau ingin pergi kemana nona?" tanya Deni.


"Jangan panggil aku nona, aku risih mendengarnya." jawab Susan.


"Tidak. Hari ini aku akan jadi pelayanmu nona. Mari kita bersenang senang."


"Ya sudah terserah kamu saja."


Deni masih mengendarai motornya membelah jalanan yang sedikit padat karna waktu bertepatan dengan jam pulang kantor. Deni membawa motornya memasuki area sebuah mall dan memarkirkan motornya di basement.


"Ayo masuk, kita bersenang senang di dalam." ajak Deni menuntun Susan masuk ke dalam mall.


"Iya, ayo kita cari cemilan dulu." pinta Susan.


"Baik, nona. Tunggulah disini, aku akan membelinya." kata Deni menunjuk bangku di depan sebuah toko. Susan segera duduk dan menunggu Deni.


"Dia kenapa bersikap seperti itu. Apa dia pikir aku akan pergi selamanya, hingga ingin menghabiskan waktu hanya berdua. Dasar bodoh, apa dia lupa kalau kita juga masih kuliah, kita akan masih sering bertemu nanti di kampus. Tapi ya sudah terserah dia, aku senang juga bisa pergi bersamanya." gumam Susan sendiri.


Tak lama Deni kembali dengan membawa beberapa makanan dan minuman di tangannya.


"Ini, setelah ini kita nonton saja ya." ajak Deni.


"Mau nonton apa?" tanya Susan.


"Tidak tau tapi sepertinya tadi ada promo film baru. Kita nonton itu saja."


"Ok."


Setelah menghabiskan makanannya, Deni beranjak dari duduknya.


"Mau kemana?" tanya Susan yang melihat Deni mau pergi.


"Aku akan membeli tiketnya, kamu tunggu saja disini, dan habiskan makananmu." jawab Deni dan Susan hanya menganggukan kepala saja.


Sekitar lima belas menit kemudian Deni sudah datang membawa dua tiket di tangannya.


"Film apa?" tanya Susan.


"Entahlah," jawab Deni sambil menghendikkan bahunya. Lalu mengajak Susan membeli popcorn dan minuman untuk di bawa masuk ke dalam bioskop.


Mereka masuk ke dalam bioskop, duduk dideretan tengah. Filmnya sudah mulai diputar. Ternyata film korea, Susan antusias sekali melihatnya. Apalagi ada aktor favoritnya. Saking fokusnya menonton sampai tidak peduli dengan Deni yang tidak menonton filmnya malah senyum senyum menonton dirinya yang selalu tersenyum saat aktornya terlihat.


Oh Tuhan, jika memang dia jodohku, seberapa jauh jarak antara kami nanti tolong dekatkan hati kami. Tapi jika memang dia bukan jodohku, berikanlah yang terbaik untuknya. Yang bisa selalu membuatnya tersenyum bahagia tanpa beban seperti saat ini. Kata Deni dalam hati.

__ADS_1


Usai menonton, kini mereka duduk di cafe di mall itu. Ya mereka akan makan dulu sebelum pulang.


"Kamu mau makan apa?" tanya Deni.


"Samain aja."


Akhirnya Deni memesan ayam geprek dua porsi dan dua gelas lemon tea.


Tak lama pesanan mereka datang, mereka langsung menyantapnya.


"Abis ini, makan es krim dulu yuk. Baru pulang." ajak Susan sedikit dengan wajah memelas.


"Iya, nggak usah digemes gemesin gitu mukanya. Nanti aku khilaf loh." goda Deni yang berhasil membuat muka Susan kembali datar tanpa ekspresi.


....


Susan duduk menunggu Deni yang tengah membeli es krim untuknya.


"Ini, cepat habiskan nanti meleleh." ucap Deni menyodorkan es krim rasa cappuchino.


"Terima kasih." Susan menerima es krimnya, dia senang karena Deni selalu tahu kesukaannya.


Sudah pukul delapan malam lebih, Deni mengakhiri jalan jalannya hari ini dan pulang ke rumah.


...


Susan sudah rapi, hari ini jam kuliahnya pagi jadi dia akan segera berangkat. Tentu saja selalu bersama Deni. Tapi kali ini Deni tidak menggunakan motor. Dia menggunakan mobil mewahnya, yang jarang sekali dia pakai. Sekalinya di pakai karena suruhan opanya. Tapi kali ini dia memakainya karena keinginannya sendiri.


"Tumben pakai mobil, kenapa?" tanya Susan yang merasa heran.


"Aku tidak ingin ditegur papamu karena membiarkanmu panas panasan naik motor. Jadi mulai hari ini kita ke kampusnya pakai mobil saja." jawab Deni.


"Aku lebih suka naik motor, bisa kena angin. Lihatlah kalau pakai mobil aku pengap." protes Susan.


Tanpa menjawab Susan lagi, Deni melajukan mobilnya menuju kampus. Dan tak lupa dia juga membuka atap mobil mewahnya, agar Susan bisa kena angin seperti keinginannya. Susan dibuatnya melongo, karena tidak tau kalau mobil Deni bisa dibuka atapnya seperti itu.


Setelah sampai di parkiran kampus, tentu saja mobil Deni tak luput dari perhatian mahasiswa lain. Karena memang baru pertama kali ini dia memakai mobilnya ke kampus.


Deni turun dari mobilnya, dan dengan cepat menuju pintu samping membukakan pintu untuk Susan.


"Hei, apa yang kamu lakukan?" Susan terkejut dengan perlakuan manis Deni padanya.


"Sudahlah, ayo turun." jawab Deni. Dan saat jalan menuju kelas Deni merangkulkan tangannya ke bahu Susan.

__ADS_1


"Kondisikan tanganmu itu Den." kata Susan dengan menatap tajam Deni.


"Ampuni aku, lihatlah sekitar, gadis gadis itu seperti ingin memangsaku saja karena melihatku membawa mobil mewah."


Susan pun melihat sekitarnya, memang benar apa yang dikatakan Deni. Tapi Susan kembali tersadar dengan tingkah Deni.


"Jadi kau ingin aku yang dimangsa oleh fans fans mu itu. Kau jahat sekali. Awas saja kalau sampai nanti ada yang menggangguku karena ulahmu ini." jawab Susan dengan kesal.


"Aku akan terus bersamamu, jadi mereka tidak akan punya kesempatan mengganggumu." ucap Deni.


"Baiklah, awas saja kalau sampai kecolongan. Aku tidak akan mengampunimu." kata Susan.


"Iya kamu tenang saja. Selama masih ada aku tidak akan ada yang menyakitimu." jawab Deni dengan bangga.


"Uluh uluh...baiklah sahabat terbaikku ini memang yang terbaik kalau masalah menjagaku." balas Susan.


Mereka sampai di kelas, tak lama kemudian dosennya masuk dan memulai pelajarannya.


Sudah tengah hari, jadwal kampus telah selesai. Deni mengajak Susan langsung pulang saja. Sesampainya dirumah, terlihat Opa Sanjaya, yang tengah duduk di meja makan sendirian. Opa yang melihat mereka, langsung memanggilnya untuk makan siang bersama.


"Opa, apa ibuku belum pulang?" tanya Susan sambil mengisi piring Deni. Kemudian mengisi piringnya sendiri.


"Terima kasih." ucap Deni. Susan hanya tersenyum saja menanggapinya.


"Belum, kenapa?" tanya opa balik.


"Huhh, apa mereka pergi bulan madu seperti pengantin baru saja." gerutu Susan dengan mulut penuh makanan.


"Habiskan makananmu itu dulu baru bicara." keluh Deni saat melihat Susan terus bicara sambil makan. Susan lalu senyum manis menatap Deni.


"Biarlah nak, ibumu pasti sangat merindukan ayahmu.Biarkan mereka menghabiskan waktu bersama dulu." jawab Opa.


Susan mengangguk mengerti keadaan ibunya. Tapi Susan berfikir, kalau ayah ibunya benar bulan madu. Jangan sampai ibunya hamil lagi, tidak lucukan kalau Susan yang sudah dua puluh tahun usianya terus punya adik. Susan berfikir akan memperingati kedua orang tuanya.


Mobil mewah Deni.



☘️☘️☘️☘️


Terima kasih telah membaca....jangan lupa tinggalkan jejak kalian like komen vote tips.. Suka suka kalian saja.


Baca selanjutnya..readers setiaku..😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2