
Bahagia rasanya bisa menjadi penulis disini, apalagi hasil karya tanganku ada yang mau baca. Menulis itu bisa membuat perasaanku jadi lebih baik kala aku bersedih, ya tentunya hasilnya akan jadi part yang sedih sedih. Sayangnya, hobiku ini, kegiatan favoritku ini tidak di dukung oleh seseorang yang sangat aku cintai.
Kadang aku menyesal, kenapa sih dulu bisa ketemu aplikasi NT ini. Kan aku jadi suka baca ceritanya, jadi pengen ikutan nulis. Karena semenjak sekolah SMA dulu aku sudah suka buat cerpen. Sekarang walau kegiatan ku ini dibenci dia, aku jadi nekat melakukannya jika secara sembunyi sembunyi. Entah sampai kapan harus terus begini. Aku ingin menulis tanpa beban, tanpa perasaan bersalah karena harus kucing kucingan dengannya.
__ADS_1
Boleh ya sedikit curhat, ada nggak sih diantara kalian, yang setelah menikah tidak bisa menjadi diri kalian sendiri? Selalu berubah menjadi seperti yang pasangan inginkan jika bersamanya. Walau hati kalian tak ingin menjadi seperti itu. Perasaan tersiksa, saat semuanya harus diatur dan sesuai keinginannya.
Mungkin memang aku yang belum bisa memahami dia, tapi aku pun merasa dia tak pernah mencoba untuk memahami diriku. Dia bertindak sesuai kehendaknya.
__ADS_1
Ide cerita ini, adalah impianku untuk hidupku. Hidup dengan saling percaya, saling memahami, dan terbuka. Tak pandang umur saat ingin mengungkapkan perasaan cinta terhadap pasangan.
Ya itulah yang ingin aku rasakan saat ini. Tapi delapan tahun sudah, itu tak lagi terjadi. HaH, kadang aku merasa aku hanya dijadikan pelayan rumah dan pemuas seksnya. Tanpa harus menggaji ataupun membayar wanitanya, enak kan dia. Aku hanya cukup senang dia selalu memberi uang untuk kebutuhan sehari hari untuk mengurus rumah juga anak anakku.
__ADS_1
Entah kapan terakhir kali aku mendengarnya mengucap AKU CINTA KAMU. aku sampai lupa kapan momen itu.
End..
__ADS_1