
Lima tahun di Singapura tak membuatku menjadi lega. Nama Siska dan Dian tumpang tindih di hati dan pikiranku. Aku semakin dibayangi kesalahan dimasa lalu dan amarah karena kepergian Dian. Makanya aku kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan semuanya karena hatiku yang mengganjal.
Karena Siska dan Dian...
Aku bersyukur Siska memaafkanku walaupun aku harus babak belur terlebih dahulu karena serangan Papa dan Suaminya.
Tapi aku lega luar biasa karena aku dan Siska bisa berdamai karena masa lalu kami.
Aku akui aku masih mencintai Siska pada saat aku kembali melihatnya setelah lima tahun. Tapi pertemuanku dengan Dian dua minggu yang lalu menyadarkanku satu hal.
Sepertinya Aku hanya merasa bersalah pada Siska selama lima tahun ini karena entah mengapa perasaan cinta yang aku fikir untuk Siska hilang tak bersisa. Setelah pertemuanku dengan Dian dua minggu yang lalu, bukan lagi Siska yang ada di pikiranku.
Tapi Dian..
Dan yang sebenarnya aku cintai adalah..
Dian...
Wanita yang sudah menjungkir balikkan duniaku. Wanita yang secara tidak langsung merusak prinsipku untuk tidak meniduri perawan. Dan wanita yang tidak menuntutku karena merusaknya.
Dian..
Wanita yang selalu aku fikirkan lima tahun ini yang juga tersamar karena aku memikirkan kesalahan fatalku pada Siska.
Wanita dengan aroma bunga Lily yang memabukkan. Dan wanita yang akan aku perjuangkan.
Aku sudah memutuskannya detik ini juga.
Dia dan Ricky harus menjadi milikku.
Untuk selamanya..
"om.. Om tok nggak telja?" tanya Ricky yang aku lihat ternyata sudah menghabiskan es krimnya dalam gelas beling yang ukurannya lumayan besar.
"Om libur hari ini" bohongku yang sebenarnya adalah aku malas masuk kerja hari ini.
Hey..
Lagipula siapa yang ingin memecat bosnya?
Ya,, aku meneruskan bisnis perusahaan keluarga yang bergerak di bidang pangan.
__ADS_1
Keluargaku sudah turun temurun menjadi supplier bahan baku pangan di hotel-hotel bintang lima dan restoran-restoran terkenal di negara ini.
"om tok bica ajak-ajak Liku telual? Padalan tan Liki belom pulan cetolah om?" tanya Ricky dengan wajah imutnya dan jangan lupakan bibirnya yang belepotan coklat karena es krim yang dilahapnya.
Aku tertawa dan mengusap bibir mungilnya dengan tisu. Aku jadi teringat ketika kemarin dan sekarang berhasil membujuk gurunya Ricky di play group.
Ya.. Aku semakin yakin Ricky adalah anakku karena usainya yang sudah menginjak empat tahun lebih beberapa bulan. Gurunya sempat tak ingin memberikan Ricky padaku. Namun aku meyakinkan kalau Ricky adalah anakku dan aku meyakinkan dengan pura-pura akan menghubungi Dian untuk mengkonfirmasi, padahal aku tidak punya nomer ponsel Dian.
Guru Ricky menatapku dalam sambil memperhatikan kemiripan kami yang bisa dibilang 95% terlihat sama dan akhirnya memperbolehkan aku membawa Ricky. Aku berbisik pada guru Gara jika Dian sedang ngambek dan tidak memperbolehkan ku menemui anakku. Ternyata Guru-Guru disekolah Ricky tahunya jika Dian sudah menikah. Dan mereka diberi tahu Papa Ricky sedang bekerja di luar negeri.
Itu yang diceritakan Dian pada mereka. Dasar pembohong ulung kamu Di, jangan salahkan aku juga jika ikut-ikutan berbohong sama sepertimu.
"Ricky.."
"iya om?"
"Papa Ricky kemana?" tanyaku memancing, entahlah walaupun aku yakin Ricky adalah anakku, tapi tetap saja ada sedikit perasaan takut jika Dian sebenarnya sudah berkeluarga.
"papa? Oh.. Papa.. tata mama, papa lagi di laut lagi telja. Coalnya tan papa Liku ceolang pelaut. Padalan talo di lagu yang pelaut itu tan nenek moyan ya om?" Aku sontak tertawa mendengar jawaban lucu Ricky.
Dan Dian, apa-apaan kamu bilang kalau aku pelaut? Awas kamu ya Di, aku akan buat perhitungan sama kamu.
"tok.. Om tetawa?"
"endak.. Liki belom pelnah tetemu papa. Cetiap Liku tanya, mama celalu bilan talo papa cibuk nangtep baby cak cama telualganya bial bica dibawa pulan." jawab Ricky polos yang langsung membuatku melongo namun juga bernapas lega.
Apa yang kamu katakan pada anak kita, Di?Yang benar saja!! Menangkap baby shark dan keluarganya? Apa kamu fikir aku akan membuat video klip terbaru tentang baby shark and family? Kamu benar-benar buat aku gemas sekaligus kesal, Dian,!
Kamu meracuni otak anakku yang polos ini dengan karangan kamu yang benar-benar ngarang 100%!!
Tapi lalu aku terdiam dan tersadar sesuatu
Tiba-tiba aku kembali diliputi perasaan takut.
Aku memperhatikan Ricky kembali, dari mulai mata, hidung serta bibirnya.
Anak ini benar-benar mirip denganku!!
Dia benar anakku kan??!!
Pasti dia anakku!
__ADS_1
"Ricky gak pernah telpon-telponan sama Papa?"
"tan Papa dilaut Om.. Endak ada cyinyal tau.. Ih om macya ndak tau?" tanya Ricky balik sambil bersedekap dan menyipitkan matanya seolah menghakimi ku.
"ehm.. Ma-maaf om lupa.." ucapku gugup dan dibalas Ricky hanya gelengan kepala maklum.
Ya ampun..
Anak ini benar-benar cerdas sampai aku kewalahan, apalagi aku tidak punya pengalaman berbicara dengan anak kecil.
"kalau foto? apa Ricky pernah melihat foto Papa Ricky,??" tanyaku sekali lagi harap-harap cemas menunggu jawaban apa lagi yang akan keluar dari bibir mungil anak ini.
Sumpah aku takut setengah mati jika keyakinanku ternyata salah. Aku takut jika Ricky ternyata bukan anakku. Tanpa sadar, perasaan ingin memiliki Ricky begitu kuat dan
aku tidak rela jika ternyata Ricky bukanlah anakku..
Aku tidak rela!
Ricky terlihat berfikir sambil memejamkan matanya sebentar lalu membukanya kembali.
"endak.." jawabnya singkat sambil menggelengkan kepala lucu.
"memang Mama Ricky gak pernah kasih lihat foto Papa?" tanyaku kembali.
"Mama bilan Papa ndak mau talau di poto Om .. Tatanya mama, Papa tatut dantengnya ilang talau tena lampu tamela.." jawab Ricky panjang lebar
Yang berhasil membuatku lagi-lagi berdecak kagum karena banyaknya kebohongan yang diciptakan Dian. Jadi Ricky tidak pernah bertemu, tidak pernah bertelepon ria, dan tidak pernah melihat foto Papanya ya??Seakan-akan Dian merahasiakan siapa Papa Ricky pada anak ini.
Berarti benar kan jika Ricky adalah anakku??!!
Gotcha!!
Kena kamu, Di!!
Aku yakin sekali Ricky adalah anakku.. Anak
Kita..
Tanpa sadar aku tersenyum sendiri penuh kemenangan dan melupakan jika saat ini ada Ricky didepanku.
"om? Tok syenyum-syenyum cyendili?" tanya Ricky polos yang membuatku gelagapan dan
__ADS_1
malu luar biasa.
Sial..