Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Honeymoon 1


__ADS_3

Waktunya honeymoon telah tiba. Seminggu ini Alea selalu mengikuti Deni kemanapun ke kantor maupun ke kantor. Walau sedikit aneh dengan sikap Alea, namun Deni tak memusingkannya. Deni malah senang karwna bisa selalu bersama istri tercintanya.


"Bee, aku hanya bawa sedikit barang saja. Nanti kalau butuh sesuatu kita beli disana saja. Ok?" tanya Alea melihat kembali isi kopernya yang sudah dia kemas semalam.


"Iya honey. Ayo berangkat. Jam segini biasanya jalanan lagi ramai, takutnya macet." ajak Deni.


Keduanya berjalan bersama keluar rumah. Diluar rumah, papa dan mama Alea sudah menunggu dan akan mengantar mereka sampai bandara.


Perjalanan hampir satu jam menuju bandara terasa begitu cepat bagi kedua orang tua Alea. Baru sekali ini membiarkan putri kesayangan mereka dilepaskan untuk pergi jauh tanpa mereka. Walau sudah ada suaminya tetap saja khawatir.


"Kalian yang hati hati disana. Nikmati waktu yang berdua saja. Biar mama bisa cepat cepat gendong cucu." ucap mama Alea sambil terus menggenggam tangan Alea, serasa enggan untuk melepasnya pergi.


"Mama nggak usah khawatir, Deni pasti jagain Alea dengan baik." jawab Deni untuk menghjilangkan kekhawatiran mama mertuanya itu.


"Iya ma. Kita pasti juga akan selalu kabarin mama." imbuh Alea.


"Ya sudah ma. Biarkan mereka masuk. Sebentar lagi waktunya keberangkatan." ucap papa Alea. Setelah Alea dan Deni berpamitan, keduanya segera menuju ke gerbang keberangkatan.


....


Perjalanan yang ditempuh pesawat menuju Jepang sekitar tujuh jam. Cukup membuat tubuh Alea kelelahan. Sesaat setelah turun dari pesawat bahkan Alea langsung muntah muntah. Mungkin efek naik pesawat pikir Alea. Dalam perjalanan menuju hotel Alea pun tertidur di bahu Deni.


Karena tak tega membangunkan sang istri. Deni rela menggendong Alea sampai ke kamar pesanan mereka. Walau jadi perhatian seluruh pengunjung hotel tak membuat Deni jadi risih. Deni dengan santainya membawa Alea sampai ke kamarnya.


Koper mereka dibawakan oleh salah satu pegawai hotel yang menyambut kedatangannya tadi di lobi hotel.


Setelah membaringkan Alea di tempat tidur, Deni menerima kunci hotel dari pegawai tersebut. Sebagai ucapan terima kasih, Deni memberi sedikit uang tips untuk pegawai tersebut. Pegawai tersebut mengucap terima kasih dalam bahasa jepang.


Setelah membiarkan pegawai itu pergi. Deni menghubungi pihak hotel untuk menyiapkan makan malam. Sementara menunggu, Deni membersihkan tubuhnya dulu.


Masih berbalut handuk dengan rambut dan tubuhnya yang masih basah, Deni mencoba untuk membangunkan Alea.


"Honey, bangun." ucap Deni lembut sambil mengusap rambut Alea.


"Hem.." Alea menggeliat pelan kemudian membuka matanya.


"Bee, kamu seksi deh. Kamu mau goda aku yaa." ucap Alea saat mwlihat keadaan suaminya.


"Kalau kamu tergoda, boleh juga. Lagi pula itu memang tujuan kita datang kesini kan." Deni berucap sambil menaik turunkan alisnya dengan tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Isshh kamu mah bee,..Aku lapar bee." ucap Alea dengan tatapan memelas. Deni yang tadinya berniat menggoda hilang sudah.


"Iya aku sudah pesan makanan buat kita. Kamu mandilah dulu. Sebentar lagi pasti makanannya datang." jawab Deni.


Alea tersenyum, kemudian mengecup pipi sang suami sebelum beranjak masuk ke kamar mandi.


Malam ini mereka memutuskan untuk beristirahat saja di hotel untuk menghilangkan lelah karena perjalanan.


...


Pagi pagi, Deni sudah bangun itu karena Alea yang membangunkannya. Alea mengajak Deni untuk berolahraga ringan di taman dekat hotel. Alea sangat bersemangat menghabiskan waktu di pagi hari yang masih sejuk ini.


"Bee, kita balik yuk. Aku sudah lapar." ajak Alea, heran juga dengan tubuhnya sekarang dia lebih cepat lapar dari biasanya. Padahal tadi juga baru jogging sebentar.


"Ya sudah ayo, kita sarapan sekalian saja di resto hotel, setelah itu kita baru ke kamar." ajak Deni.


"Baiklah, lagi pula aku juga sangat lapar."


Deni dan Alea kembali ke hotel dan langsung menuju ke resto hotel. Mereka duduk berdua, Alea segera memanggil pelayan untuk memesan makanan. Karena tidak bisa bahasa jepang jadi Alea memakai bahasa inggris kala berbicara dengan pelayan itu.


"I want to order fruit salad and sandwiches but don't use cheese and hot chocolate. Kalau kamu apa bee?" tanya Alea pada sang suami.


"Is that all, madam?" tanya si pelayan memastikan.


"Yes." jawab Alea.


"Okay wait a minute." balas pelayan itu. Kemudian pergi, setelah sekitar sepuluh menit seorang pelayan menyajikan makanan pesanan Alea dan Deni ke meja.


"Enjoy your breakfast." ucap pelayan itu setelah selesai dan beranjak pergi untuk melayani tamu lainnya.


"Bee, hari ini kita mau jalan kemana?" tanya Akea disela makannya.


"Kamu maunya kemana dulu honey?"Dwni balik bertanya.


"Aku sih terserah kamu saja bee. Yang dekat dekat sini saja dulu." jawab Alea.


Deni sudah menyelesaikan sarapannya, begitupun juga dengan Alea. Keduanya kemudian kemnbali ke kamar mereka.


"Kamu mandi duluan saja bee, aku ingin hirup udara pagi dulu di balkon." Namun Deni tidak setuju.

__ADS_1


"Honey, ini tuh musim dingin, kamar kita ada di lantai 20 udaranya pasti sangat dingin. Aku nggak mau kamu kedinginan."


"Ya, Ok. Aku hanya akan melihat pemandangan saja dari balik kaca." Alea mengikuti saran suaminya.


Deni kemudian menyiapkan air hangat dulu. Karena cuaca diluar juga mulai dingin jadi Deni ingin berendam air hangat sebentar saja.


Setelah beberapa menit, Alea masih belum beranjak dari depan pintu kaca menuju balkon. Masih asik melihat pemandangan kota dari atas ketinggian. Walau sedikit berkabut di sebagian wilayah.


Terasa sepasang tangan melingkar di pinggang Alea. Alea yakin itu pasti suaminya. Karena bau samponya yang sudah dihafalnya.


"Sudah selesai bee, aku juga akan segera mandi." Alea melepas tangan Deni. Namun Deni kembali memeluknya erat. Ikut menikmati dekapan hangat yang diberikan suaminya. Alea tak bergerak lagi dari posisinya.


"Pantas saja kamu tidak lelah untuk memandangnya. Indah juga ternyata." Deni ikut melihat jauh ke depan susanana pagi kota tokyo di pagi hari.


Deni menyibakkan rambut Alea ke samping, sehingga terpampang leher jenjang Alea yang putih mulus. Deni mulai tergoda untuk menikmatinya. Mulai dikecupnya perlahan. Alea hanya menggeliat kecil saja saat merasakan benda kenyal yang terasa agak dingin menyentuh lehernya.


Kecupan itu berubah jadi cecapan. Hingga meninggalkan kissmark di leher Alea. Alea melenguh, hingga membuat si pembuat aksi makin berhasrat untuk melakukan olahraga lagi pagi ini.


Alea sudah terlena dengan belaian sang suami. Dia sudah melupakan keinginannya untuk mandi.


Disaat akan mencapai puncaknya, Deni tiba tiba di dorong kuat oleh Alea sehingga Deni langsung terguling ke samping. Dengan tubuh polos, Alea lari ke kamar mandi.


"Hueek..hueek.." suara Alea yang memuntahkan isi perutnya. Deni langsung melupakan kesakitan pada adik kecilnya yang belum terpuaskan. Saat mendengar suara Alea Deni langsung ikut lari masuk ke kamar mandi.


"Honey, kamu tidak apa apa kan?" tanya Deni saat Alea sudah berhenti muntah.


"Maaf ya tadi aku mual banget. Nggak bisa nahan lagi." Alea mengerti suaminya pasti kecewa karena belum puas.


"Sudah jangan fikirkan, yang penting adalah kesehatan kamu." Deni mengecup kening Alea dan segera membantunya kembali ke ranjang lagi. Deni dengan cepat memakai pakaian ganti yang tadi sudah disiapkan Alea saat dirinya mandi.


Kemudian mencarikan Alea baju dan membantunya memakaikannya.


☘️☘️☘️


Well..hari pertama honeymoon mereka harus terganggu dengan kesehatan Alea yang menurun..bagaimana kelanjutannya.. tunggu up ku selanjutmya.


Tinggalkan jejak kalian ya, like komen vote..Kalauoun vuma baca juga boleh.


Tentunya dukungan positif dari kalian, akan berbuah positif juga buat authornya..

__ADS_1


Terima kasih para readers setiaku..😘😘😘


__ADS_2