Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Menjagamu


__ADS_3

"Tidak perlu sayang, kamu minta diajarin saja sama Deni."


Alea menatap Deni, "Benar kamu bisa?".


"Kamu meragukan aku, baiklah mulai besok akan aku ajari kamu setiap hari." jawab Deni.


Alea mengangguk saja tanda setuju.


Keesokan harinya, seperti biasa Alea selalu dijemput oleh Deni dan pergi bersama ke kampus.


Selang beberapa menit mereka sudah ada diparkiran kampus. Deni masuk duluan karena ada urusan sedikit di ruang dekan.


"Aleaa.." teriak seseorang dari arah belakang Alea. Dilihat oleh Alea, seorang yang memanggilnya adalah Diana.


"Hai Di, ada apa?" tanya Alea yang kemudian berjalan beriringan dengan Diana.


"Oh tidak pa pa. Aku dengar kamu tunangan ya sama Deni?" tanya Diana yang sedikit ragu.


"Emm iya." mendengar jawaban Alea, Diana diam dan menghela nafas panjang. Alea tidak mengerti dengan tingkah Diana, orang yang dicurigai kemarin itu bersikap seperti tidak ada dendam ataupun kemarahan.


"Kenapa? Apa kau masih menyukainya?" tanya Alea dengan raut penasarannya.


Diana terlihat sedikit berfikir.


"Sebenarnya iya, tapi ya sudahlah. Selama ini aku sudah berusaha, mungkin memang bukan jodohku. Selamat ya atas pertunangan kalian." ucap Diana sambil tersenyum kecil.


Alea semakin dibuat tidak percaya. Dia pikir memang Diana yang berusaha mencelakainya. Namun sepertinya dugaannya salah karena terlihat Diana sangat tulus mengatakan selamatnya tadi.


"Iya terima kasih. Ayo masuk sebentar lagi sepertinya kelas akan mulai." ajak Alea.


"Ayo." jawab Diana kemudian mereka masuk ke dalam kelas mereka. Dan tentu saja Alea selalu duduk disamping Deni.


"Den, sepertinya dugaan kita salah. Diana bersikap tulus baik padaku tadi, tidak terlihat sorot matanya yang manahan amarah ataupun dendam." kata Alea berbisik pada Deni.


"Jangan cepat menyimpulka. Nanti kita bicarakan lagi di rumah." jawab Deni datar saja.


Tak lama dosen mereka datang dan memulai mata kuliahnya. Alea sedikit tidak fokus pada pelajaran yang diterimanya, teringat kejadian yang menimpa dirinya waktu itu. Alea berdoa dalam hatinya, semoga semua orang yang disayanginya dan menyayanginya selalu berada dilindungan-Nya.

__ADS_1


....


"Ayo Alea, lebih bertenaga lagi.' perintah Deni.


"Ha...ha...ha..." teriak Alea sembari menendangkan kakinya ke arah Deni yang sudah memakai pelindung tangan. Keduanya kini sedang ada di halaman rumah Alea, mereka sedang berlatih taekwondo


Sekali Alea meminta waktu untuk beristirahat, karena sudah lama tak latihan taekwondo. Jadi staminanya sudah terkuras habis.


"Al, baru bentar lho, kok udah istirahat sih?"


"Issh, aku capek. Aku udah jarang olahraga, makanya stamina aku menurun." jawab Alea masih dengan nafas yang tersengal.


Deni kasihan juga melihat calon istrinya itu kecapaian. Diambilkannya minum yang tadi sudah disediakan oleh bi Minah.


"Honey, minum dulu. Udahan deh hari ini. Lusa dilanjut lagi." ujar Deni sembari ikut duduk di samping Alea.


"Memang besok mau kemana?" tanya Alea sambil menegak minuman di tangannya.


"Besok sepulang kuliah, aku harus ke kantor papa. Aku diminta datang kesana. Oh iya, seminggu lagi kita fitting baju ya, sekalian foto pre wedding." kata Deni.


Deni heran melihat tingkah Alea yang tiba tiba manja.


"Tumben manja, kenapa?" tanya Deni.


"Ya pengen ikut aja. Kalau nggak boleh ya sudah." ucap Alea dengan wajah cemberut, kemudian beranjak pergi meninggalkan Deni sendiri.


"Yah ngambek, gitu aja ngambek sih." seru Deni yang tidak beranjak dari duduknya, dengan memandang punggung Alea yang semakin menjauh.


Karena merasa gerah, Deni memutuskan ingin segera mandi. Namun saat melintas di pinggir kolam renang, dia jadi ingin berenang saja. Dia segera menanggalkan pakaian latihannya tadi dan tinggal memakai celana pendek saja. Deni kemudian langsung melompat ke kolam renang dan langsung berenang.


Sedang Alea yang berada di kamar mendengar ceburan air. Untuk memastikan dia keluar kamarnya ke balkon. Dan benar ternyata dugaannya kalau ada yang berenang.


Alea mengagumi sosok yang sedang berenang itu. Tubuhnya yang putih dan terlihat sedikit kekar dengan lincahnya berenang kesana kemari. Tersadar dari kekagumannya, Alea kemudian beranjak ke kamar mandi.


Setelah beberapa menit, Alea yang sudah berganti baju turun melalui balkonnya yang langsung mengarah ke kolam renang. Alea duduk di pinggir kolam dengan memasukkan kakinya ke air. Melihat Deni yang masih belum beranjak dari air, Alea memikirkan kejadian buruk itu lagi.


Sedang Deni melihat ada kaki yang masuk ke air di pinggir kolam lalu berhenti berenang. Dilihatnya Alea yang sedang memainkan air dengan kakinya. Deni mengamati wajah Alea yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu. Cantik..itulah kata yang ada dibenak Deni.

__ADS_1


Deni kemudian menyudahi berenangnya dan duduk di samping Alea.


"Aissh kaget aku. Kirain siapa." kata Alea yang terkejut. Deni merangkul bahu Alea kemudian menyandarkan kepala Alea dibahunya.


"Al, aku sayang kamu. Jadilah ibu dari anak anakku kelak." ucap Deni.


"Iya aku juga. Aku beruntung bisa bersama kamu." balas Alea.


"Oh iya, ngomong ngomong soal anak, kamu nanti mau anak berapa?"


"Semaunya kamu aja, aku ikut. Selagi aku sanggup untuk hamil." jawab Alea dengan senyum manisnya.


Deni menatap mata indah Alea yang menatapnya juga. Terpancar kebahagiaan diantara keduanya. Deni mendekatkan wajahnya ke Alea. Alea yang berdebar memilih untuk memejamkan matanya. Dan..cup.


Deni mengecup kening Alea. Alea kemudian membuka matanya.


"Mulai sekarang aku akan selalu menjagamu. Aku juga takkan berbuat lebih sebelum kita resmi menikah." ucap Deni dengan penuh keyakinan. Alea yang mendengar semakin mengembangkan senyum manisnya.


"Den, apa kamu sudah mengetahui alasan Diana memberiku bunga waktu itu?" tanya Alea.


"Iya sudah, tadi aku dapat info dari orangnya papa. Katanya Diana memberi itu karena sedang kesal saja. Tidak ada hal khusus. Jadi kemungkinan dia tidak ada hubungannya sama kejadian yang menimpa kamu tempo hari." jelas Deni.


"Kamu harus selalu hati hati ya, jangan pernah pergi tanpa ada yang menemanimu. Dan selalu kasih aku kabar kalau aku tak ada disampingmu." ucap Deni dengan penuh kecemasan.


"Iya, aku akan hati hati. Kata papa sih mau nyelidikin wanita yang hampi menabrakku itu. Papa minta orangnya untuk memeriksa cctv yang mungkin merekam mobil itu." ucap Alea.


Mereka berdua masih enggan untuk beranjak dari pinggir kolam. Hingga datang mama Alea.


"Ehemm." mama Alea berdehem agak keras agar didengar oleh calon menantu dan putrinya itu.


"Eh mama, ngagetin aja." Alea kemudian berdiri disusul oleh Deni. Mama Alea senyum senyum sendiri.


"Udah mau gelap, Den kamu ganti baju gih. Nanti makan malam disini saja, tadi juga opamu bilang mau kesini." jelas mama Alea.


"Oh iya tan, ada urusan apa opa kesini tan?" tanya Deni.


"Nggak tau, tadi cuma bilang mau ketemu om Aran saja."

__ADS_1


__ADS_2