Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Mengingat masa lalu.


__ADS_3

Ika langsung mengabari Bimo melalui pesan. Menceritakan bahwa dirinya telah dilamar oleh Aril, juga kedua keluarga yang sudah bertemu. Ika tidak menyangkanya, jika ajakan pergi Aril adalah kejutan lamaran untuknya.


Bimo sangat bahagia, adiknya itu menerima lamaran Aril. Walau tidak berada disana untuk ikut menyaksikan kebahagiaan Ika secara langsung.


"Al, aku ada kabar bahagia." ucap Bimo disela makannya.


"Apa itu?" Alea bertanya tanpa menatap Bimo karena sedang menyuapi Myli.


"Ika menerima lamaran Aril." ucapan Bimo membuat Alea terkejut.


"Hah, masak? Kapan?"


"Iya benar, baru saja. Aku baru dikabari oleh Ika." jawab Bimo.


"Kok Ika terima? katanya tidak mau menjalin hubungan dulu sama Aril sebelum Ika mengungkap identitas aslinya." Alea menatap serius Bimo.


"Hehe, maaf tidak menceritakan ini padamu. Karena Aril ingin membuat kejutan untuk Ika. Sebenarnya beberapa hari yang lalu sudah terbongkar semuanya." Bimo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kenapa tidak bilang sih? Kalau aku tahu Aril akan melamar Ika hari ini, aku tak akan mengajakmu kesini. Lebih baik kita bersama mereka disana." Alea kesal lalu mencebikan bibirnya.


Alea kecewa dengan Aril juga Bimo. Kenapa keduanya tidak memberi tahukan hal penting seperti ini. Padahal keduanya juga tahu kalau sejak Alea mengenal Ika, Alea sudah menganggap Ika seperti adiknya sendiri. Hidupnya yang sebagai putri tunggal selalu membuatnya mudah dekat dengan orang baik di sekitarnya. Sama halnya dengan mendiang Keyla dulu.


Mengingat mendiang Keyla, Alea jadi sedih. Sudah lama sekali dia tidak mengunjungi makamnya. Sejak dia bangun dari komanya dia belum sempat kesana.


"Sudah jangan ngambek gitu. Aku tidak tahu kalau kamu akan seantusias itu.Aril juga tidak mengundang siapapun hanya orang tuanya dan orang tuaku saja. Lagi pula, pergi bersamamu juga Myli membuat aku sangat bahagia." Bimo memelankan suaranya di kalimat terakhirnya agar Alea tak mendengarnya.


"Ok,. huft.." Alea menghela nafasnya.


"Bim, aku boleh minta tolong tidak?"

__ADS_1


"Tentu saja boleh, kalau aku bisa pasti akan aku bantu." jawab Bimo.


"Aku ingin ke pemakaman, mengunjungi makam mendiang temanku juga saudara bagiku. Nanti ya sepulang dari sini?"


"Tentu saja, itu sangat mudah. Memang siapa dia? Sepertinya orang baik sampai seorang teman bisa menjadi saudara bagimu."


"Namanya Keyla. Dia sebelum meninggal adalah kekasihnya Aril. Kau ingin mendengar kisah kami? Kisah Aril, Keyla, aku juga suamiku."


"Tidak usah ya. Aku tak ingin kamu bersedih jika mengingat kebersamaanmu dengan suamimu." padahal selain hal itu, Bimo takut kalau dia cemburu mendengar kisah Alea dengan suaminya. Siapa tahu nanti Alea akan bercerita kemesraan keduanya dulu.


"Tidak apa apa. Aku malah bahagia jika mengingat kisah kami bersama dulu. Aku tak ingin larut dalam kesedihan. Aku akan menata masa depanku bersama Myli."ucap Alea.


"Juga bersama kamu bee. Semoga kita bisa kembali bersama." tambah Alea yang hanya diucapkan dalam hatinya.


"Baiklah, ceritalah aku mendengarkanmu." Bimo menyiapkan mentalnya untuk mendengar kisah romantis Alea dan Deni.


"Jadi Aril pernah jadi pacarmu? Aku nggak percaya kalau kalian bisa berteman setelah kamu menikah." ucap Bimo tidak percaya.


"Ya memang begitulah. Sulit dipercaya kalau kami masih bisa berteman. Kembali ke ceritaku ya."


Bimo menganggukan kepalanya tanda setuju.


"Aku dan Aril berpacaran hingga lulus SMA, hingga dia harus pergi ke Jepang untuk bekerja. Aku harus rela melepas kepergiannya yang aku tahu dulu dia harus disana selama dua tahun baru bisa pulang ke Indonesia. Aku dulu tinggal di kota kecil, sebelum pindah kesini untuk melanjutkan kuliah. Dengan bantuan dari Deni aku bisa melanjutkan kuliahku, dan saat itulah aku mendapat pengakuan cinta dari Deni. Awalnya canggung, namun Deni meyakinkan diriku bahwa dia tak berharap balasan cintanya karena dia telah banyak membantuku." Alea berhenti sejenak.


"Lalu?" tanya Bimo.


"Ya aku mencoba biasa saja, karena kami tinggal serumah di rumah kakek Deni tentu saja membuat kami dekat. Kemanapun selalu bersama. Dia seperti seorang kakak yang selalu menjaga adiknya. Aku waktu itu menyayanginya sebagai sahabat. Karena hatiku masih terpaut pada Aril yang masih merantau."


"Tunggu tunggu, aku baru ingat. Kamu tadi bilang melanjutkan kuliah pun dibantu oleh Deni. Bagaimana bisa? Papamu saja punya perusahaan besar." ucap Bimo tidak percaya.

__ADS_1


"Iya bersabarlah, nanti akan ketahuan dari ceritaku. Bagaimana aku bisa jadi orang kaya. Aku lanjutkan?"


Bimo kembali hanya menganggukan kepalanya.


"Aku selalu mencoba untuk menjodohkan aku dengan gadis gadis di kampus. Namun tak satu oun ditanggapi oleh Deni. Deni selalu bersikap dingin pada mereka. Sedang aku dan Aril berbulan bulan hubunganku dengan Aril seperti di ombang ambing ombak di lautan. Tidak ada kejelasan dalam hubungan kami. Dia sulit sekali dihubungi, jarang memberi kabar. Hingga akhirnya, sebuah hubungan yang hampir tertutup rapat di ungkap oleh Deni. Ternyata Aril punya kekasih di Jepang, yaitu mendiang Keyla." Alea mengesah kasar mengingat masa lalunya yang itu.


"Aku mencoba menghubungi Aril saat itu namun tak dapat jawaban. Akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan itu secara sepihak. Aku tak larut dalam kesedihan, dengan cinta yang dimiliki Deni untukku membuatku kembali bersemangat. Dan berkat dirinya juga aku, Mama, dan Papa kembali bersatu setelah bertahun tahun lamanya. Kalau aku tak ikut Deni kuliah di kota ini pasti aku tak akan bisa bertemu dengan Papa."


"Kembali ke kisahku. Karena tahu aku dan Aril sudah tak berhubungan lagi, Deni gencar mendekatiku. Akhirnya hatiku luluh juga akan cintanya. Padahal awalnya aku hanya mengikuti alur hidupku saja, namun ternyata Deni mampu membuat aku jatuh cinta padanya. Kami memutuskan untuk menikah. Dan di hari pertunangan kami, Aril datang menemuiku. Aku terlalu sakit hati hingga tidak menerima kedatangannya dengan baik. Hubunganku dengan Aril jadi tidak baik. Bahkan ketika dia menjelaskan segalanya tentang keterpaksaannya menjalani hubungan dengan Keyla tidak mampu lagi menggetarkan hatiku."


"Hingga dia kembali lagi ke Jepang dan akutak sekakipun mencari tahu apapun tentangnya. Hingga pernikahan aku dan Deni terlaksana. Kami fokus untuk menyelesaikan kuliah dulu, hingga aku selesai wisuda kami berbulan madu ke Jepang. Takdir mempertemukan aku dan Aril kembali. Aku lega Aril sudah bahagia bersama Keyla. Ternyata Keyla sosok yang baik. Aku bahkan langsung bisa dekat dengannya. Acara berbulan madu jadi acara berlibur bersama. Setelah kembali ke Indonesia aku sering bertukar kabar dengan Keyla. Dan ketika kandunganku berusia empat bulan, Keyla dan Aril kembali ke Indonesia. Tentu aku sangat senang."


"Namun sayang, kabahagiaanku bersama Keyla harus berakhir ketika kehamilanku mencapai lima bulan. Kejadian naas itu terjadi. Karena kebodohanku yang percaya begitu saja dengan telfon orang tidak jelas. Aku pergi keluar rumah, dan terjadilah penculikan akan diriku. Penculikan yang dilakukan oleh gadis yang aku jodohkan dengan Deni sewaktu kuliah namun Deni menolaknya. Wanita itu jadi penjahat demi memuaskan egonya. Keyla yang secara tidak sengaja melihat diriku yang tidak sadar dalam mobil bersama orang asing, membuatnya berfikir untuk meminta bantuan siapapun hingga Aril lah yang pertama datang menyelamatkanku dalam penyekapan di gedung tua."


"Dan saat salah seorang penculikku itu mau menusuk Aril dengan sebilah pisau ke arah Aril, Keyla menghalaunya dengan badannya. Dan membuat Keyla harus meregang nyawa hari itu." Alea sampai menitikan air matanya. Bimo mengusap lelehan air mata di pipi Alea dengan ibu jarinya. Bimo pun metanya berkaca kaca ikut merasakan kesedihan yang dirasakan Alea.


"Setelah itu pasti kamu sudah tahu kan cerita selanjutnya. Aku yakin Ika sudah cerita banyak ke kamu." lanjut Alea.


"Iya, Ika memang selalu menceritakan segalanya kepadaku. Sudah ayo berkemas, nanti kesorean ke makamnya. Kasihan Myli sepertinya juga sudah lelah." Bimo menatap Myli.


"Heem, sepertinya juga dia sudah mengantuk setelah kenyang perutnya. Lihatlah. Dia sudah diam saja. Sebentar lagi pasti tumbang." Alea terkekeh melihat Myli.


☘️☘️☘️☘️☘️


Hai hai maaf ya baru up..


Semoga besok bisa up lg.. tungguin ya..


love you readers setiaku..😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2