Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Pernikahan


__ADS_3

Alea sangat gugup menantikan pernikahan yang akan dilakukan esok hari. Malam ini dia ingin tidur bersama mama dan papanya.


"Ma, pa, aku tidur sini ya." ucap Alea yang mengintip di balik pintu kamar orang tuanya.


"Ya, kemarilah nak." jawab papanya. Alea masuk dan langsung menyusup di tengah tengah orang tuanya yang sudah berbaring di ranjang.


"Ada apa?" tanya mama.


"Ini malam terakhir aku jadi anak mama papa, besok aku akan segera menyandang status sebagai istri. Jadi aku ingin bermanja dwngan kalian."


"Biarpun kamu sudah jadi istri, tapi kamu akan tetap jadi anak kesayangan mama papa. Kamu anak satu satunya papa, selamanya kamu tetap anak papa."


"Ya sudah, mari tidur. Besok kamu harus bangun pagi untuk dirias sayang." ucap mama Alea sambil membelai lembut rambut Alea.


"Iya ma."


Mereka mulai memejamkan mata mereka. Dan memasuki alam mimpi mereka.


☘️☘️☘️


"Alea sayang. Bangun nak sudah pagi. Ayo cepat mandi." mama Alea mencoba untuk membangunkan anak nya itu.


"Bentar ma, masih ngantuk." ucap Alea masih enggan untuk membuka matanya.


"Sayang sebentar lagi periasnya datang. Kamu lupa kalau hari ini kamu mau menikah." ucapan mamanya langsung membuat Alea membuka matanya lebar lebar. Alea tanpa menjawab langsung berlari ke kamar mandi.

__ADS_1


Mama Alea hanya tersenyum kecil ketika melihat anaknya lari terburu buru seperti itu.


"Anakku, rasanya baru kemarin mama mengantarmu ke sekolah pertamamu. Hari ini mama akan mengantar kamu ke pelaminan. Tak terasa waktu berlalu dengan cepat." gumam mama Alea sambil memandang pintu kamar mandi yang di masuki anaknya tadi.


"Ma aku lupa bawa handuk." teriak Alea dari dalam kamar mandi. Mamanya bergegas mengambilkan handuk kimono untuk anaknya.


Tak lama setelah Alea selesai mandi, benar saja dua orang perias datang dan langsung memulai tugasnya.


Setelah satu jam lamanya, Alea telah selesai dirias, begitu juga dengan mamanya.


Papa Alea yang sudah menunggu di bawah terpesona melihat anak dan istrinya menuruni tangga.


"Wah, wanita di rumah ini memang bidadari. Semuanya cantik." ucapannya didengar anak dan istrinya. Membuat keduanya tersenyum malu akan pujiannya.


"Ayo kita berangkat, kalau tidak macet kita akan tepat waktu samapi disana." ucap papa Alea.


Alea tidak langsung menuju tempat pernikahan, melainkan ke ruangan khusus. Alea akan keluar apabila sudah sah menjadi istri dari Deni.


Di aula hotel yang sudah disulap menjadi tempat pernikahan, Deni sedang mengamati setiap orang yang datang. Tentu tahu lah siapa yang dinantinya, siapa lagi kalau bukan Alea calon istrinya itu. Saat melihat kedatangan Tuan Aran papa Alea, Deni langsung menghampiri dan menyalaminya.


"Om, Alea mana?" tanya Deni to the point. Yang memang sudah sangat merindukan pujaan hatinya itu.


"Sabar, kau akan menemuinya setelah ijab kabul nanti." jawab papa Alea santai dan menyunggingkan senyumnya. Dia tahu kalau calon menantunya ini sangat merindukan putrinya.


Raut muka Deni berubah masam lagi. Dia pikir akan bisa menemui gadisnya kali ini. Ternyata dia masih harus bersabar lagi.

__ADS_1


Para tamu yang hanya dari kedua keluarga sudah berkumpul. Penghulu juga telah datang dan acara ijab kabul akan segera dimulai.


Alea melihat suasana di aula melalui televisi yang ada di ruangan itu. Dia melihat kalau calon suaminya terlihat gugup saat duduk di depan papanya.


"Sudah siap nak." ucap penghulu. Deni hanya mengangguk saja.


"Baiklah pak silahkan dimulai." penghulu mempersilahkan pala Alea yang akan menikahkan putrinya sendiri.


"Bismillah... saya nikahkan dan kawinkan ananda Deni Angga Sanjaya dengan putri saya Alea Putri Wijaya dengan mas kawin emas seberat 100 gram dibayar tunai." ucap papa Alea dengan lantang.


"Saya terima nikah dan kawinnya Alea Putri Wijaya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." jawab Deni dengan satu tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi, sah?" tanya bapak penghulu.


"Saahh." ucap para saksi serempak.


"Alhamdulillah..." ucap semua orang. Dan bapak penghulu memanjatkan doa.


Setelah mendengar kata sah, mama Alea segera membawa putrinya keluar dari ruangan itu. Segera menuju aula hotel.


Senyum Deni mengembang ketika melihat kedatangan wanita yang kini telah menyandang status sebagai istrinya itu.


Mama Alea membantu Alea untuk duduk disamping Deni. Alea memberikan senyum terbaiknya untuk lelaki yang ada disampingnya. Kini Deni telah menjadi suaminya.


Setelah menanda tangani surat nikah, Alea meraih tangan Deni untuk dicium punggung tangannya. Dan Deni membalas dengan mengecup kening Alea. Tepuk tangan mengiringi kebahagiaan mereka berdua yang kini sudah sah menjadi suami istri.

__ADS_1


Senyuman tak sedikit pun berkurang dari wajah kedua pengantin baru ini. Silih berganti menyalami para anggota keluarga yang datang memberi selamat. Setelah itu para tamu dipersilahkan menikamati hidangan yang telah disediakan.


Acara telah usai, kedua keluarga inti mengistirahatkan diri. Karena pesta pernikahan yang diadakan besar besaran akan berlangsung nanti malam.l


__ADS_2