
Keesokan harinya ditempat lain disebuah apartemen seorang wanita duduk menikmati segelas anggur sambil menonton tv yang sedang menayangkan berita kecelakaan Tomy.
Drett Dreettt Dreettt
"Halo,, iya gue udah liat berita nya. nanti gue transfer tapi sebelumnya gue harus liat dulu kondisi nya, kalau dia sampai mati jangan harap Lo bakal dapat bayaran dari gue.!"
"Gak bisa gitu dong, gue udah lakuin apa yang Lo minta, tugas gue selesai masalah dia mati atau gak bukan urusan gue, Lo jangan coba main-main sama gue ya, gue bisa dengan gampangnya kasih tau kalau Lo dalang dibalik kecelakaan itu.!" suara diseberang marah
"oke oke,, gue transfer sekarang.!" wanita itu langsung menutup telepon nya
Dia mulai berkutat dengan Hp nya mengetikan sejumlah uang dan mengirim nya.
"Tomy sayang maaf kan aku, aku belum siap jika harus melihat mu menikah dengan wanita lain.!" gumam wanita itu sambil memandang foto Tomy
****
Dirumah sakit Dian semalaman duduk berjaga didepan kamar sampai pagi dia ke toilet mencuci muka, dan kembali menanti dokter karena dia ingin sekali melihat Tomy. Dokter berjalan menuju ruang ICU Dian hanya diam dan melihat.
Beberapa jam kemudian keluarga Dian dan juga Tomy darang, "gimana dokter udah ngomong apa?"
"belum om, beberapa jam yang lalu dokter masuk dan belum keluar,!" jawab Dian
__ADS_1
Tak lama dokter keluar.
"bagaimana keadaan Tomy dok,!"
"keadaan nya sudah sedikit membaik, tapi masih belum sadar. jika ingin melihat silahkan hanya satu orang saja ya. saya permisi,!"
"kamu masuklah Dian, semoga Tomy bereaksi dengan kehadiran kamu.!" harap mama Tomy
"semoga Tante.!"
Dian masuk kedalam dengan pakaian khusus melihat Tomy masih dengan selang ditubuhnya, Dian berjalan menghampiri Tomy, melihat dari dekat keadaan lelaki yang harusnya menjadi suaminya, ayah dari anaknya kini harus terbaring tak sadarkan diri. Tak bisa berkata-kata dalam diam Diam menangis air mata membasahi tangan Tomy yang sedang ditempelkan ke pipinya.
"kak Tomy, cepatlah sadar kak. aku rindu kak Tomy,!"
"kakak gak rindu dengan Ricky, dia kemarin menasehati aku kak agar aku kuat dan gak nangis, tapi nyatanya disini aku cengeng sekali.!"
"aku akan setia menunggu kak Tomy, aku akan merawat kak Tomy sampai sadar. kak Tomy dengar suara Dian kan.!"
Tomy masih diam, Dian pun sudah tak kuat lagi berlama-lama didalam sana diapun pergi, tanpa sepengetahuan Dian jari Tomy bergerak.
Dalam bayangan Tomy berjalan dilorong yang gelap hitam pekat seperti sudah lama sekali dia berjalan, tapi tak dapat menemukan cahaya. Sampai akhirnya dia mendengar ada suara samar pelan tak terdengar jelas seperti bicara kepada nya, tapi dia masih tidak tau dari mana arah suara itu.
__ADS_1
Begitu Dian keluar dengan wajah sedih keluarga tau tak banyak perubahan yang terjadi didalam.
"Dian mari nak kita pulang dulu, kamu mandi makan istirahat dulu, nanti bisa kesini lagi.!" ucap ibu
"Dian mau jagain kak Tomy Bu,?!"
"iya ibu ngerti nak, tapi kamu juga harus ingat dengan badan kamu, jangan sampai kamu juga ikut sakit, kasian Tomy kasian Ricky.!" balas ibu
Dian akhirnya mengikuti kedua orang tua nya pulang "om Tante Dian pamit, besok Dian datang lagi.!"
"iya nak, terimakasih ya. kamu masih bersedia menemani Tomy, kamu juga jaga kesehatan ya.!"
****
Sore nya mama dan papa Tomy pun pulang setelah dia menyuruh bodyguard Tomy berjaga didepan ruangan Tomy. Tak lama setelah kedua orang tua Tomy pulang, datang seorang wanita berjalan mendekati ruang ICU. "maaf mba siapa,?"
"saya tunangan Tomy, saya ingin melihat Tomy,!"
Bodyguard yang tidak tau menahu mengangguk mempersilahkan wanita itu berjalan ke pintu dan menatap Tomy dari kaca pintu. Dengan perasaan sedih wanita itu melihat laki-laki yang dia cintai terbaring tak berdaya dengan sambungan selang di tubuhnya.
"Tomy, andai saja kamu tidak membatalkan pertunangan kita, semua ini gak akan terjadi.! batin wanita itu
__ADS_1
"terimakasih ya pak, saya permisi!" ucap wanita itu dan pergi.